Van der Meer dan Sukarno. Arsip Yayasan Teh dan Arsip Keluarga Hindia Belanda, Van der Hucht dkk (SITFA). Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan dari “Arsitek Rumah Bosscha” dua tahun lalu. Rasa penasaran tentang Rumah Bosscha akhirnya menemukan jawaban melalui tesis magister Wijnt van Asselt Herinneringen bij de thee (2021). Ia menelusuri dinamika antara budaya ingatan … Lanjutkan membaca Henk v.d. Meer dari Tanara, Malabar
Sejarah
Dongeng Bandung #1: (2) Junghuhn – Bukan Hanya Kina
Oleh: Dongeng Bandung Tulisan berikut ini bukan milik kami, karena hanya merupakan salinan dari salah satu bab buku Bianglala Sastra; Bunga Rampai Sastra Belanda tentang Kehidupan di Indonesia karya Dick Hartoko (Penerbit Djambatan, 1985). Bab yang disalin ini berjudul “Bukan Hanya Kina,” satu tulisan mengenai Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1879). Seperti juga pada bab-bab lainnya yang … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #1: (2) Junghuhn – Bukan Hanya Kina
Pendirian Lembaga untuk Orang Buta di Bandung (Het Blinden-Instituut/Wyata Guna)
Oleh: Aditya Wijaya Tulisan ini untuk melengkapi apa yang sudah pernah ditulis oleh rekan-rekan saya terdahulu di Komunitas Aleut. Dapat dibaca di sini dan di sini. Vereeniging tot verbetering van het Lot der Blinden in Nederland en zijne Koloniën Jauh sebelum tahun 1900 di Amsterdam, Belanda, sudah ada sebuah perkumpulan yang hirau pada keadaan orang … Lanjutkan membaca Pendirian Lembaga untuk Orang Buta di Bandung (Het Blinden-Instituut/Wyata Guna)
Bandoengsche Kunstkring, Bagian-4: Rabindranath Tagore
Oleh Irfan Pradana Rabindranath Tagore (Les Prix Nobel 1913) Kedatangannya kala itu menjadi perbincangan luas, khususnya di kalangan para Nasionalis. Perjumpaannya dengan Ki Hajar Dewantara disebut-sebut sebagai momen bersejarah bagi perkembangan pendidikan di Hindia Belanda. Ia adalah Rabindranath Tagore, pemenang penghargaan Nobel di bidang sastra tahun 1913. Tagore mengunjungi Hindia Belanda di tahun 1927 atas … Lanjutkan membaca Bandoengsche Kunstkring, Bagian-4: Rabindranath Tagore
Bandoengsche Kunstkring, Bagian-3: Anna Pavlova, The Dying Swan
Irfan Pradana Terlalu ceroboh jika melewatkan nama ini dalam riwayat perjalanan Bandoengsche Kunstkring. Kebesaran namanya kala itu menjadi incaran berbagai negara. Tiket pertunjukannya di Eropa selalu habis meskipun dibandrol dengan harga mahal. Anna Pavlova adalah sosok yang namanya begitu melekat dalam dunia balet, seorang legenda yang mengubah wajah seni tari di zaman modern. Dalam catatan … Lanjutkan membaca Bandoengsche Kunstkring, Bagian-3: Anna Pavlova, The Dying Swan
Catatan Momotoran Sumedang: Dari Cijeruk sampai Gunung Puyuh. 13-04-2024.
Oleh Irfan Pradana Putra Hari ini, Sabtu, 13 April 2024, kami melakukan kegiatan momotoran pendek saja ke daerah Sumedang. Salah satu tujuan awalnya adalah ingin melihat keramaian suasana arus balik setelah lebaran, tapi ternyata sejak berangkat dari Bandung, sama sekali tidak terlihat kepadatan kendaraan di jalur utama Bandung-Sumedang. Hanya di Cibiru saja ada sedikit kepadatan, … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran Sumedang: Dari Cijeruk sampai Gunung Puyuh. 13-04-2024.
Kaburnya Candi Bojongemas
Oleh Komunitas Aleut Hari Minggu kemarin, untuk ke sekian kalinya, kami mampir lagi ke lokasi puing-puing Candi Bojongemas yang terletak di tepi Jalan Babakan Patrol, Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Dari foto-foto kunjungan selama ini terlihat kondisi saat candi belum berpagar, kemudian diberi pagar, dan sekarang pagarnya hilang. Plang yang terpasang di depan pun … Lanjutkan membaca Kaburnya Candi Bojongemas
Ngaleut Jalan Siti Munigar
Oleh: Fikri M Pamungkas Jika akhir pekan tanpa pergi kemana-mana sepertinya terasa hampa. Minggu lalu saya berkesempatan mengikuti kegiatan ngaleut ke sekitar Jalan Siti Munigar. Pagi itu begitu cerah seakan-akan merestui perjalanan ini, dengan rasa penasaran dan ingin tahu saya pun berangkat bersama rekan komunitas aleut. Kami berangkat melewati Jalan Pasir Koja, lalu berbelok kanan, … Lanjutkan membaca Ngaleut Jalan Siti Munigar
12 Nisan di Taman Makam Pahlawan Cikutra
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Siang itu, saya bersama Komunitas Aleut sedang berada di TMP Cikutra. Saat itu, kami melakukan kegiatan berjudul “Ngaleut Cikutra”. Selama kegiatan berlangsung, kami berkeliling di sekitaran TMP Cikutra untuk melihat beberapa nisan pahlawan terkenal seperti E.F.E. Douwes Dekker dan Abdoel Moeis, Di tengah perjalanan berkeliling di dalam TMP Cikutra, saya … Lanjutkan membaca 12 Nisan di Taman Makam Pahlawan Cikutra
Jugun Ianfu: Seandainya Saya Dulu Jelek
oleh: Lorraine Riva (@yoyen) Emah berkata “Seandainya saya dulu jelek. Gadis-gadis jelek dipulangkan kerumah setelah beberapa hari atau minggu. Orang Jepang tidak menginginkan mereka. Gadis-gadis cantik harus tinggal. Saya tetap tinggal disana. 3 tahun lamanya saya tinggal di bordil militer mulai dari 1945”. Emah (lahir tahun 1926 di Cimahi, Jawa – Barat) adalah seorang Jugun Ianfu … Lanjutkan membaca Jugun Ianfu: Seandainya Saya Dulu Jelek