#Info Aleut: Kelas Literasi “Kuliner Sebagai Tujuan Wisata” dan Tour “Biotour#3”

Selamat pagi

Kelas Literasi pekan ke-130 mimin infokan lebih awal

Hari Sabtu, 17 Februari 2018 Kelas Literasi pekan ini bertemakan “Kuliner Sebagai Tujuan Wisata” dan diadakan di @museumgedungsate. Ibu Ayu, S.Ap MM, salah satu dosen Universitas Pariwisata di Bandung akan menjadi narasumber Kelas Literasi nanti

Hari ini Aleutian bisa langsung konfirmasi kehadiran ke nomor kontak di atas

#KomunitasAleut
#kelasliterasi

***

Credit to from @indischemooi – Biotour Volume 3 – Tumbuhan obat keluarga di Kota Bandung

Ada banyak tanaman obat yang tumbuh di sekitar kita. Apakah teman-teman tau tanaman obat apa yang bisa digunakan untuk keluhan-keluhan tertentu? Dan bagaimana cara pengolahannya?

Yuk cari tau bersama-sama di Biotour Vol.3. Catat waktunya dan pastikan kamu sudah terdaftar. Ingat, kuota terbatas!

🗓 Minggu, 18 Februari 2018
🕰 7.30 – 13.00
📍Taman Cilaki
🎁 snack, totebag, pin, buku panduan, kartu heritage, pemanduan, souvenir, sertifikat 4 SKP Pembelajaran IAI Jabar* (khusus Apoteker)

Biaya:
Peserta Umum: Rp 135.000,-
Apoteker: Rp 185.000,- (include sertifikat) .

📲 info lengkap
0812 2321 9025
IG/fanpage: @indischemooi .

#indischemooi #biotour #biotourvol3 #mooibandoeng #KomunitasAleut #ikatanapotekerindonesia #historicaltour #heritagetour #sejarahbandung #tamancilaki #tamancibeunying #wisatabandung #wisataedukasi #parisvanjava #bandung#regrann

Iklan

Merintis Trayek Bandung-Waduk Jatigede

IMG-20180213-WA0045

Ngaleut Jatigede | Foto Komunitas Aleut

Oleh : Novan Herfiyana (@novanherfiyana)

“Sudah kejauhan. Ini sudah mau ke arah Kuningan,” ujar seorang petugas berseragam dishub (dinas perhubungan) di sebuah persimpangan di wilayah kecamatan Jatinunggal, kabupaten Sumedang, kepada rombongan Komunitas Aleut yang pada Minggu, 11 Februari 2018, melakukan kegiatan ke Waduk Jatigede. “Balik ke sana, ke Situraja, dari sini kira-kira ada 14 kilometer,” petugas itu pun menambahkan informasinya. Di jalur ini, memang, saya masih melihat mobil elf trayek Bantarujeg-Bandung via Wado yang lewat. Bantarujeg merupakan sebuah kecamatan di kabupaten Majalengka yang dekat dengan kabupaten Kuningan.

Sambil mendengarkan obrolan teman-teman lain dengan petugas dan beberapa orang yang berada di sebuah pos, saya berbisik kepada Nia, co-navigator saya, “He he. Empat belas kilometer. Saya memperkirakan 30 kilometer.” Ya, saya yang dikenal oleh sebagian rekan sebagai “tukang ngukur jalan” memang mencatat 25-30 km untuk balik lagi ke kecamatan Situraja, kabupaten Sumedang.

Baca lebih lanjut

Arca-arca yang Hilang di Gunung Wayang

Arca-arca yang hilang

Dari kanan ke kiri : Gunung Windu, Gunung Wayang, Gunung Bedil |Foto Ariyono Wahyu Widjajadi

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple)

Saat itu hari mendung, kabut menyelimuti Gunung Wayang menambah kental aura misteri yang meliputi gunung ini. Ini kali kedua bagi saya mengunjungi Situ Cisanti, mata air Sungai Citarum yang berada di kaki Gunung Wayang. Setiap kali  Komunitas Aleut menyambangi kawasan Pangalengan, Gunung Wayang selalu jadi pusat perhatian saya. Terkadang memandang dari kejauhan gunung ini tampak bersanding dengan dua gunung lainnya yaitu Gunung Windu dan Gunung Bedil.

Dalam halaman-halaman awal buku “Semerbak Bunga di Bandung Raya” karya Haryoto Kunto, terdapat sebuah foto yang memperlihatkan seorang juru kunci yang sedang duduk bersimpuh dengan takzim di depan sebuah arca begaya Polinesia. Keterangan pada foto tadi menyebutkan bahwa arca tersebut berada di Gunung Wayang. Baca lebih lanjut

Jalinan Wisata Jalur Kereta Api Mati & Wisata Perkebunan Rancabali, Ciwidey (Bagian 2)

Sampul buku panduan tour bergambar foto lama Jembatan Rancagoong (Tropen Museum @mooibandoeng)

Sampul buku panduan tour bergambar foto lama Jembatan Rancagoong (Tropen Museum @mooibandoeng)

Baca : Jalinan Wisata Jalur Kereta Api Mati & Wisata Perkebunan Rancabali, Ciwidey (Bagian I)

Oleh : Rizka Fadhilla (@rizka_fdhlla)

Gambung terletak di kaki Gunung Tilu dan di bagian belakangnya terletak wilayah Pangalengan. Narasumber bercerita bagaimana beratnya upaya Rudolf Eduard Kerkhoven merintis perkebunan di wilayah Ciwidey dan Pangalengan. Setelah mengolah lahan gambung bekas perkebunan kopi milik pemerintah yang sudah tak terurus menjadi perkebunan teh yang berhasil, R.E. membelah hutan Gunung Tilu yang pekat oleh pepohonan berukuran raksasa untuk membuka perkebunan baru di Pangalengan.

Perkebunan baru ini diberi nama Malabar, menggunakan nama daerah di India tempat asal teh yang ditanam di sini. Baca lebih lanjut

#InfoAleut: Kelas Literasi “Imlek” dan Ngaleut “Jatigede”

Selamat sore Aleutian. Mari bergabung di kegiatan rutin akhir pekan Komunitas Aleut besok, Sabtu, tanggal 10 Februari 2018 Kelas Literasi pekan ke-129 akan diadakan di Museum Gedung Sate. Kelas Literasi ini diselenggarakan atas kerja sama @pustakapreanger dan @museumgedungsate

Akan hadir pula Pak Junaedi, penulis buku Sejarah Kelenteng Hiap Thian Kiong Bandung dan Tan Hay Hap sebagai narasuber Kelas Literasi nanti

Peserta terbatas. Maka dari itu segera konfirmasi kesertaan Aleutian dalam kegiatan ini via
Whatsapp +6289680954394 (Upi)
Line @ Komunitasaleut .

#KomunitasAleut #kelasliterasi #MuseumGedungSate

***

Nguriling Jatigede

Nguriling Jatigede ini adalah tema ngaleut yang akan diadakan hari Minggu, 11 Februari 2018. Komunitas Aleut akan momotoran menyusuri waduk di daerah Sumedang ini. Ngaleut akan dimulai pukul 07.00 wib dan kumpul di @kedaipreanger .
Segera konfirmasi kesertaan Aleutian via Whatsapp +6289680954394 (Upi) dan Line Komunitasaleut (pakai @)

Jangan lupa pakai alas kaki yang nyaman dan jas hujan lengkap untuk antisipasi hujan turun di perjalanan. Aleutian yang akan mengikuti Ngaleut ini harap konfirmasi membawa kendaraan (motor) atau tidak saat pendaftaran ke nomor di atas

Hayu atuh, kang, teh. Urang momotoran.

#KomunitasAleut #ngaleutjatigede
#ngaleut

Susur Pantai #5 Ciletuh: Dimulai dari Solontongan, Berakhir pula di Solontongan

Ciletuh

Susur Pantai #5 Ciletuh | Foto Hendi Abburahman

Oleh: Hendi “Akay” Abdurahman (@akayberkoar)

Minggu malam yang dingin. Jalan Solontongan 20-D yang beberapa hari ke belakang sepi tiba-tiba kembali ramai dengan berderetnya beberapa motor dan tampang orang-orang yang kelelahan. Mereka selonjoran sambil menceritakan pengalaman-pengalaman seru yang telah mereka lewati. Meski dengan muka letih, gelak tawa masih saja berhamburan. Sebagian membuka handphone, sebagian menyulut rokok, dan sebagian lainnya menunggu makanan yang sedang dipesan. Sedangkan motor-motor yang terparkir sudah tak ingin lagi bergerak. “Cukup 544 kilometer yang kami tempuh,” begitu ujarnya. Meski sebagian motor-motor itu sadar, kilometer akan Baca lebih lanjut

Susur Pantai Jilid 5: Ciletuh-Ujunggenteng

Oleh: Mariana Putri (@marianaaputri)

Ini kali kedua saya ikut susur pantai bersama @komunitasaleut. Setelah Susur Pantai Jilid 4 terlewat begitu saja tanpa ada catatan perjalanan dan sekarang mulai lupa-lupa, kali ini saya bertekad untuk menulis catatan perjalanan. Minimal biar ingat terus sama kamu.

26 Januari

Izin untuk Susur Pantai sebenarnya sudah turun dari berminggu-minggu lalu, dan nggak ada halangan. Sialnya, pagi itu saya terbangun dengan keringat di punggung dan kening. Asma saya kambuh, dan ini nggak luput dilihat Mamake. Sebenarnya saya nggak terlalu khawatir, karena biasanya menuju siang bakal sembuh sendiri. Apalagi kalau dibawa jalan-jalan, malah makin sehat. Memang aneh. Baca lebih lanjut