Secuil Kisah Momotoran Bareng Komunitas Aleut

Secuil kisah momotoran 1

Oleh: Deuis Raniarti (@deraniarti)

“……. i’m coming home, i ‘m coming home,

tell the world that i’m coming home,

let the rain wash away

all the pain of the yesterday…”

Sepasang penyuara telinga tersemat pada indra pendengaran. Lagu Coming Home yang dilantunkan Skylar Grey menemani perjalanan saya ke kota Bandung. Saya pikir lagu ini cukup tepat dengan suasana saat ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Ngaleut Pacet, Sekali Peristiwa di Bandung Selatan

Ngaleut Pacet

Ngaleut Pacet/Foto: Komunitas Aleut

Oleh : Ervan Masoem (@Ervan)

Jika Pram menulis sebuah Novel yang berjudul Sekali Peristiwa di Banten Selatan, saya di sini akan menulis sebuah catatan perjalanan yang berjudul Ngaleut Pacet, Sekali Peristiwa di Bandung Selatan. Mengubah Banten menjadi Bandung dan ceritanya yang jelas berbeda. Baca lebih lanjut

Inggit Garnasih

Mengenal peran wanita di ruang privat dalam pendampingan perjuangan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia

Oleh: Puspita Putri (@Puspitampuss)

Minggu, 17 Februari 2019, pagi-pagi sekali aku bangun lalu mandi, sarapan dan melakukan kegiatan persiapan lainnya. Aku bersiap untuk pergi ke pelataran Gedung Merdeka, memenuhi janji kepada salah satu temanku dari Jakarta untuk menemaninya mem-Bandung hari itu. Baca lebih lanjut

Catatan Perjalanan Ngaleut Bagendit

WhatsApp Image 2019-03-03 at 8.47.11 PM

Momotoran Komunitas Aleut/komunitasaleut.com

Oleh: Mey Saprida (@meysaprida)

Memilukan, seseorang harus menjatuhkan hukuman mati kepada temannya sendiri, lantaran temannya itu melakukan pemberontakan. Berawal dari sana, saya penasaran bagaimana pemberontakan itu berakhir? Akhirnya dia yang memboncengku bercerita. Baca lebih lanjut

Menengok Bekas Kamp Internir di Pasar Andir

Oleh : Fauzan (@BandungTraveler)

Salah satu tempat di kota Bandung dengan banyak bangunan tuanya adalah Pasar Andir. Walaupun bangunan utama sudah dirombak dengan sentuhan modern yang kaku, kita masih bisa menyaksikan bangunan-bangunan sekitar yang masih tua nan dinamis. Bahkan beberapa di antara bangunan di sana, masih ada bangunan Baca lebih lanjut

Nasib Renta Teleskop Zeiss Bosscha Jelang Satu Abad

Lensa teleskop Carl zeiss Observatorium Bosscha. tirto.id/Irfan Teguh Pribadi

Lensa teleskop Carl zeiss Observatorium Bosscha. tirto.id/Irfan Teguh Pribadi
Polusi cahaya di Lembang kini menjadi tantangan terbesar bagi Observatorium Bosscha yang selesai dibangun 1928 atau 90 tahun lalu.
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh)

Carl Zeiss lahir di Weimar, Jerman, pada 11 September 1816. Ia adalah pakar optik yang pada 1846 mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang sistem optik di Kota Jena. Perusahaan inilah yang pada 1921, dikunjungi oleh Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang juragan perkebunan teh di Malabar, Bandung, Jawa Barat. Baca lebih lanjut