Perayaan Tahun Baru Cina di Bandung era 50-an

Oleh: Vecco Suryahadi (@Veccosuryahadi)

Tentu kita bertanya-tanya seperti apa Chinese Nieuwjaar atau Tahun Baru Cina di Bandung pasca kemerdekaan? Apakah saja yang warga etnis Tionghoa lakukan saat itu? Kali ini, saya akan menceritakan hal-hal yang ditemukan di koran-koran lama.

Foto Peresmian Bank Commercial Tionghoa di Bandung

Foto Peresmian Bank Commercial Tionghoa di Bandung

Pintu Kemakmuran di Ujung Tahun

Sebagian orang Tionghoa melihat pergantian tahun Cina sebagai waktu tepat untuk membuka pintu kemakmuran. Hal itu lah yang dilihat Tan Beng Kiam, The Tjie Tjhoen, Tan Kay Toeng, Tan Teng Pek, dan The Hong Liang saat membuka Commercial Bank Baca lebih lanjut

Iklan

Putaran Roda di Atas Jalan Berliku di Kabupaten Sumedang

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@poisionipin)

Jalan berliku dalam kehidupan… – Surya Tenggelam, Chrisye–

Hari minggu pekan lalu, saya kembali ikut ngaleut momotoran setelah berbulan-bulan vakum dari kegiatan outdoor tersebut. Malam sebelum keberangkatan, saya memutuskan untuk bermalam di Kedai Preanger bersama beberapa orang teman. Sebut saja mereka Siti, Irfan, dan Elmi. Saya tidur nyenyak sekali di kedai, tanpa gangguan fisik. Ah.. barangkali rumor keberadaan tumila (Cimex hemipterus (Fabricius 1803)) di lantai atas hanya rumor belaka. Oke.. baiklah lebih baik kita kembali ke topik utama saja.

Keberangkatan dari Kedai Preanger baru berlangsung pukul 08.00 WIB karena menunggu beberapa teman yang belum datang. Entah mengapa, saya dan Ervan dipilih menjadi pasangan motor oleh Abang hari itu. Barangkali karena kami sama-sama Baca lebih lanjut

#Info Aleut: Kelas Literasi “Kuliner Sebagai Tujuan Wisata” dan Tour “Biotour#3”

Selamat pagi

Kelas Literasi pekan ke-130 mimin infokan lebih awal

Hari Sabtu, 17 Februari 2018 Kelas Literasi pekan ini bertemakan “Kuliner Sebagai Tujuan Wisata” dan diadakan di @museumgedungsate. Ibu Ayu, S.Ap MM, salah satu dosen Universitas Pariwisata di Bandung akan menjadi narasumber Kelas Literasi nanti

Hari ini Aleutian bisa langsung konfirmasi kehadiran ke nomor kontak di atas

#KomunitasAleut
#kelasliterasi

***

Credit to from @indischemooi – Biotour Volume 3 – Tumbuhan obat keluarga di Kota Bandung

Ada banyak tanaman obat yang tumbuh di sekitar kita. Apakah teman-teman tau tanaman obat apa yang bisa digunakan untuk keluhan-keluhan tertentu? Dan bagaimana cara pengolahannya?

Yuk cari tau bersama-sama di Biotour Vol.3. Catat waktunya dan pastikan kamu sudah terdaftar. Ingat, kuota terbatas!

🗓 Minggu, 18 Februari 2018
🕰 7.30 – 13.00
📍Taman Cilaki
🎁 snack, totebag, pin, buku panduan, kartu heritage, pemanduan, souvenir, sertifikat 4 SKP Pembelajaran IAI Jabar* (khusus Apoteker)

Biaya:
Peserta Umum: Rp 135.000,-
Apoteker: Rp 185.000,- (include sertifikat) .

📲 info lengkap
0812 2321 9025
IG/fanpage: @indischemooi .

#indischemooi #biotour #biotourvol3 #mooibandoeng #KomunitasAleut #ikatanapotekerindonesia #historicaltour #heritagetour #sejarahbandung #tamancilaki #tamancibeunying #wisatabandung #wisataedukasi #parisvanjava #bandung#regrann

Merintis Trayek Bandung-Waduk Jatigede

IMG-20180213-WA0045

Ngaleut Jatigede | Foto Komunitas Aleut

Oleh : Novan Herfiyana (@novanherfiyana)

“Sudah kejauhan. Ini sudah mau ke arah Kuningan,” ujar seorang petugas berseragam dishub (dinas perhubungan) di sebuah persimpangan di wilayah kecamatan Jatinunggal, kabupaten Sumedang, kepada rombongan Komunitas Aleut yang pada Minggu, 11 Februari 2018, melakukan kegiatan ke Waduk Jatigede. “Balik ke sana, ke Situraja, dari sini kira-kira ada 14 kilometer,” petugas itu pun menambahkan informasinya. Di jalur ini, memang, saya masih melihat mobil elf trayek Bantarujeg-Bandung via Wado yang lewat. Bantarujeg merupakan sebuah kecamatan di kabupaten Majalengka yang dekat dengan kabupaten Kuningan.

Sambil mendengarkan obrolan teman-teman lain dengan petugas dan beberapa orang yang berada di sebuah pos, saya berbisik kepada Nia, co-navigator saya, “He he. Empat belas kilometer. Saya memperkirakan 30 kilometer.” Ya, saya yang dikenal oleh sebagian rekan sebagai “tukang ngukur jalan” memang mencatat 25-30 km untuk balik lagi ke kecamatan Situraja, kabupaten Sumedang.

Baca lebih lanjut

Arca-arca yang Hilang di Gunung Wayang

Arca-arca yang hilang

Dari kanan ke kiri : Gunung Windu, Gunung Wayang, Gunung Bedil |Foto Ariyono Wahyu Widjajadi

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple)

Saat itu hari mendung, kabut menyelimuti Gunung Wayang menambah kental aura misteri yang meliputi gunung ini. Ini kali kedua bagi saya mengunjungi Situ Cisanti, mata air Sungai Citarum yang berada di kaki Gunung Wayang. Setiap kali  Komunitas Aleut menyambangi kawasan Pangalengan, Gunung Wayang selalu jadi pusat perhatian saya. Terkadang memandang dari kejauhan gunung ini tampak bersanding dengan dua gunung lainnya yaitu Gunung Windu dan Gunung Bedil.

Dalam halaman-halaman awal buku “Semerbak Bunga di Bandung Raya” karya Haryoto Kunto, terdapat sebuah foto yang memperlihatkan seorang juru kunci yang sedang duduk bersimpuh dengan takzim di depan sebuah arca begaya Polinesia. Keterangan pada foto tadi menyebutkan bahwa arca tersebut berada di Gunung Wayang. Baca lebih lanjut

Jalinan Wisata Jalur Kereta Api Mati & Wisata Perkebunan Rancabali, Ciwidey (Bagian 2)

Sampul buku panduan tour bergambar foto lama Jembatan Rancagoong (Tropen Museum @mooibandoeng)

Sampul buku panduan tour bergambar foto lama Jembatan Rancagoong (Tropen Museum @mooibandoeng)

Baca : Jalinan Wisata Jalur Kereta Api Mati & Wisata Perkebunan Rancabali, Ciwidey (Bagian I)

Oleh : Rizka Fadhilla (@rizka_fdhlla)

Gambung terletak di kaki Gunung Tilu dan di bagian belakangnya terletak wilayah Pangalengan. Narasumber bercerita bagaimana beratnya upaya Rudolf Eduard Kerkhoven merintis perkebunan di wilayah Ciwidey dan Pangalengan. Setelah mengolah lahan gambung bekas perkebunan kopi milik pemerintah yang sudah tak terurus menjadi perkebunan teh yang berhasil, R.E. membelah hutan Gunung Tilu yang pekat oleh pepohonan berukuran raksasa untuk membuka perkebunan baru di Pangalengan.

Perkebunan baru ini diberi nama Malabar, menggunakan nama daerah di India tempat asal teh yang ditanam di sini. Baca lebih lanjut

#InfoAleut: Kelas Literasi “Imlek” dan Ngaleut “Jatigede”

Selamat sore Aleutian. Mari bergabung di kegiatan rutin akhir pekan Komunitas Aleut besok, Sabtu, tanggal 10 Februari 2018 Kelas Literasi pekan ke-129 akan diadakan di Museum Gedung Sate. Kelas Literasi ini diselenggarakan atas kerja sama @pustakapreanger dan @museumgedungsate

Akan hadir pula Pak Junaedi, penulis buku Sejarah Kelenteng Hiap Thian Kiong Bandung dan Tan Hay Hap sebagai narasuber Kelas Literasi nanti

Peserta terbatas. Maka dari itu segera konfirmasi kesertaan Aleutian dalam kegiatan ini via
Whatsapp +6289680954394 (Upi)
Line @ Komunitasaleut .

#KomunitasAleut #kelasliterasi #MuseumGedungSate

***

Nguriling Jatigede

Nguriling Jatigede ini adalah tema ngaleut yang akan diadakan hari Minggu, 11 Februari 2018. Komunitas Aleut akan momotoran menyusuri waduk di daerah Sumedang ini. Ngaleut akan dimulai pukul 07.00 wib dan kumpul di @kedaipreanger .
Segera konfirmasi kesertaan Aleutian via Whatsapp +6289680954394 (Upi) dan Line Komunitasaleut (pakai @)

Jangan lupa pakai alas kaki yang nyaman dan jas hujan lengkap untuk antisipasi hujan turun di perjalanan. Aleutian yang akan mengikuti Ngaleut ini harap konfirmasi membawa kendaraan (motor) atau tidak saat pendaftaran ke nomor di atas

Hayu atuh, kang, teh. Urang momotoran.

#KomunitasAleut #ngaleutjatigede
#ngaleut