Menapaki Kenangan Bersama Aleut dan Pidi Baiq

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee)

“Kok nyeri ya bacanya”

Seorang kawan meninggalkan sebuah komentar di unggahan di Instagram saya. Sebuah penggalan tulisan dari novel karya Pidi Baiq.

Dia yang ada di dalam hatiku maka itu adalah keabdian. Meskipun dia pergi, kenangan tidak akan pernah benar-benar meninggalkan”.

Itu kalimat yang saya unggah pada Instagram saya beberapa hari yang lalu. Saya membayangkan bagaimana rasanya mempunyai ingatan Baca lebih lanjut

Takdir Tujuh Sumur

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple)

Salah satu pertimbangan bagi orang tua dahulu dalam menentukan pilihan tempat bermukim adalah ketersediaan sumber daya alam  berupa air. Dikisahkan penentuan lokasi ibu kota beberapa kabupaten di Tatar Priangan Baca lebih lanjut

Wyata Guna dalam Tanya

Denyut di jantungmu kota
Pusat gelisah dan tawa
Dalam selimut debu dan kabut
Yang hitam kelam warnanya
Sejuta janjimu kota
Menggoda wajah-wajah resah
Ada di sini dan ada di sana
Menunggu di dalam tanya

(Balada Sejuta Wajah-God Bless)

Saya masih mengingat dengan jelas, saat duduk di kelas dua SMP, pernah meminta kepada seorang kawan untuk dibuatkan gambar logo band God Bless. Kawan tersebut memang pandai menggambar, matanya awas dan mampu menangkap bentuk dengan baik, untuk kemudian digambarkan di atas kertas. Saya tak mampu membuat karya seperti itu. Setiap dia menggambar, saya selalu memperhatikan dengan takjub.

Dia sering menggambar segala hal tentang band rock Inggris, Queen. Mulai dari logo hingga gambar personilnya. Lewat dia, saya kemudian lebih mengenal Queen. Setiap bertandang ke tempat tinggalnya, saya mendengar lagu-lagu Queen dari tape-nya. Baca lebih lanjut

Inggit Garnasih

Mengenal peran wanita di ruang privat dalam pendampingan perjuangan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia

Oleh: Puspita Putri (@Puspitampuss)

Minggu, 17 Februari 2019, pagi-pagi sekali aku bangun lalu mandi, sarapan dan melakukan kegiatan persiapan lainnya. Aku bersiap untuk pergi ke pelataran Gedung Merdeka, memenuhi janji kepada salah satu temanku dari Jakarta untuk menemaninya mem-Bandung hari itu. Baca lebih lanjut

Kamisan Komunitas Aleut

Kamisan Aleut

Oleh: Hendi “Akay” Abdurahman (@akayberkoar)

“Saya ke bumi untuk Jumatan, dari Senin sampai Kamis persiapan, Sabtu Minggu evaluasi.”

Jika merujuk pada pernyataan si Surayah itu, hari ini adalah hari terakhir untuk persiapan. Besok sudah mulai Jumatan, dan lusa bersiap untuk evaluasi.

Itu kata si Surayah, tapi bagi saya dan beberapa kawan sesama penggiat Komunitas Aleut, hari ini bukanlah hari persiapan, melainkan hari pertemuan. Kamisan yang dilakukan oleh Komunitas Aleut adalah pertemuan bagi kamu yang kurang senyum, kurang ketawa, kurang angguk-angguk yang nantinya dikombinasikan dengan ngocoblak hal-hal penting dan tak penting. Baca lebih lanjut

Cumbulah Kotamu Meski Hanya Sebentar!

Oleh: Hendi “Akay” Abdurahman (@akayberkoar)

Indonesia-Jakarta-Mangga-Besar-Perumahan-di-atas-kali-2-6-1200-2R

Apa asyiknya jalan-jalan di kota sendiri?

Pertanyaan itu muncul dari mulut seorang teman lama saat kami bertemu beberapa hari lalu. Tentu, dia, teman saya itu, melontarkan pertanyaan tersebut bukan tanpa sebab.

Jalan-jalan yang kerap kali saya lakukan akhir-akhir ini menjadi alasan timbulnya pertanyaan teman saya tadi. Jalan-jalan yang saya maksud adalah jalan-jalan menyusuri Kota Bandung. Kadang bersama kawan-kawan satu komunitas, tapi tak jarang juga saya melakukannya sendiri.

Dalam jalan-jalan itu, sesekali saya memostingnya di Instagram. Sebagai manusia milenial yang enggak mau ketinggalan zaman hal ini menjadi sangat penting. Bukan apa-apa, ini perihal eksistensi. Baca lebih lanjut