Menapaki Kenangan Bersama Aleut dan Pidi Baiq

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee)

“Kok nyeri ya bacanya”

Seorang kawan meninggalkan sebuah komentar di unggahan di Instagram saya. Sebuah penggalan tulisan dari novel karya Pidi Baiq.

Dia yang ada di dalam hatiku maka itu adalah keabdian. Meskipun dia pergi, kenangan tidak akan pernah benar-benar meninggalkan”.

Itu kalimat yang saya unggah pada Instagram saya beberapa hari yang lalu. Saya membayangkan bagaimana rasanya mempunyai ingatan Baca lebih lanjut

Susur Pantai Ciletuh #2

Jam 8 pagi saya terbangun karena suara berisik orang-orang sedang ngobrol di balik
dinding kamar saya. Di samping saya Audya masih terlelap. Puteri dan Rani entah ke
mana. Nampaknya sedari subuh mereka sudah bangun. Baca lebih lanjut

Coretan dari Ciletuh

Oleh: Audya Amalia

Di atas lapisan bumi itu

Dua jenis lempeng bertemu

Atas keniscayaan waktu

Mereka bergusur tak teratur

Mereka bertekstur

***

Awalnya yang saya kira, dengan menyaksikan langsung hasil pergerakan lempeng bumi, saya akan lebih menggali teori tektonika lempeng dan serangkaian pengetahuan geologi lainnya. Alih-alih demikian, ketika melihat langsung bebatuan di Ciletuh, pikiran saya malah melayang jauh pada salah satu konsep estetika Timur yang disebut dengan “Wabi-Sabi”. Konsep tersebut merupakan cara pandang dalam memaknai ketidaksempurnaan. Wabi-sabi mengajarkan bahwa hal-hal dalam hidup ini tidak ada yang bertahan kekal, semuanya berproses dan berkembang bersama waktu. Itulah yang saya temukan dalam perjalan Ciletuh pada 8-10 November 2019 bersama Komunitas Aleut Mania Mantap.

Apa hubungannya wabi-sabi dengan Ciletuh?

Jawabannya ada di catatan perjalanan suka-suka* ini.

*) Catatan ini sudah melewati beberapa kali revisi dan berisi banyak coretan yang sebetulnya akan lebih tampak rapi jika dihilangkan. Namun atas nama wabi-sabi, lebih baik coretannya dibiarkan terlihat. Dan sejalan dengan prinsip estetika kontemporer: Anything goes~

Baca lebih lanjut

SEJARAH PERKEBUNAN DAN PERTANIAN DI BAMBOO HOUSE, CIMURAH, KARANGPAWITAN, GARUT

          Minggu lalu saya ikut satu perjalanan literasi (momotoran) Komunitas Aleut dengan rute Sumedang – Darmaraja – Wado – Malangbong – Cibatu – Karangpawitan – Garut. Dari banyak tempat singgah, termasuk Cadas Pangeran dan kunjungan ke rumah pengasingan Tjoet Njak Dhien Baca lebih lanjut

Catatan Ngaleut Kompleks Militer Cimahi

IMG-20190922-WA0005

Stasiun Cimahi (Dokumentasi Komunitas Aleut)

Oleh: Aquinaldo Sistanto (@edosistanto)

Jam menunjukkan pukul 07.00. Setelah memarkir motor, saya bergegas menuju Stasiun Selatan Bandung. Tak perlu waktu lama untuk mencapai gedung bergaya Art Deco rancangan arsitek de Roo itu. Saya pun berjalan menuju ruang tunggu, mencari Lina, sesama pegiat Aleut yang sudah lebih dulu tiba di sana. Di ruang tunggu, saya menemui Lina bersama beberapa peserta lainnya. Saya mengeluarkan Baca lebih lanjut

Candu Tarawangsa

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee)

Pukul 4 sore aku baru pulang ke kosan setelah mengurus ini itu. Segera saja kusimpan tas di tempat penyimpanan dan langsung menuju kamar mandi. Aku harus mandi biar badan lebih segar setelah banyak kegiatan di akhir pekan ini.

Aku lepas bajuku satu persatu. Aroma kemenyan serta wewangian lain masih menempel di baju yang aku pakai kemarin malam saat ikut acara tarawangsa. Kalau kata Upi mah bau kemenyan itu kayak aroma terapi. Aromanya menenangkan. Baca lebih lanjut

Tarawangsa: Pengalaman Ekspresi Diri yang Magis dan Mistis

Oleh: Puspita Putri (@Puspitampuss)

Penghujung Agustus 2019 merupakan hari yang cukup sibuk untuk aku dan teman-teman Komunitas Aleut. Setelah malam sebelumnya kami pulang larut selepas menunggu dekorasi untuk Bandung Historace 2019, esok paginya kami sudah stand by kembali di halaman Museum Kota Bandung untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Baca lebih lanjut