Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-3)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Dongeng Bandung 6 _____________________ Ada dua pengalaman pada masa awal di Wanadri yang sering diceritakan ulang oleh berbagai media, yaitu pertemuannya dengan Sarwo Edhie, pensiunan jenderal mantan komandan RPKAD yang pasca Peristiwa 1965 – 4 Oktober – memimpin penggalian jenazah para jenderal dari sumur di Lubang Buaya dan selanjutnya … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-3)

Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-2)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Dongeng Bandung 3 _____________________ Tahun 1951 Aidit menjadi Ketua Comite Central PKI dan banyak bepergian ke luar negeri menghadiri rapat-rapat internasional komunis. Tahun 1955 PKI menjadi partai terbesar ke-4 di Indonesia, di bawah PNI, Masjumi, dan Nahdlatul Ulama. Sebagai partai komunis, merupakan salah satu yang terbesar di dunia, di … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-2)

Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-1)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Dongeng Bandung Mendadak ribut: lengking kelopak burung, jerit daun jatuh, gemuruh batu menahan air kali, teriak mereka yang masih terpisah dari kita. Hutan semakin merah oleh sore hari. Tak kaudengar aku memanggil namamu ketika kau bersorak dan tercebur dalam tamasya itu. Sewaktu angin bertiup dari arah malam, suara-suara mereda … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-1)

Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-2)

Oleh Ojel S.Y. Bagian Pertama Tuak, Susu, dan Kejo Di samping jenis-jenis kaolahan, SSKK juga memuat kata tuak, hanaang (haus), nyatu (makan), dan ponyo (lapar). Berikut bunyi teksnya: “Jaga urang héés tamba tunduh, nginum tuak tamba hanaang, nyatu tamba ponyo, ulah kajongjongan teuing”(Hendaknya kita tidur sekadar penghilang kantuk, minum tuak sekadar penghilang haus, makan sekadar … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-2)

Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-1)

Oleh Ojel S.Y. Belasan tahun yang silam, seorang atasan saya pernah berseloroh, katanya “Orang Sunda itu seperti kambing, cukup disimpan di kebon, mereka bisa hidup.” Selorohan atasan saya yang berasal dari Surabaya itu tercetus setelah ia akrab dengan banyak orang Sunda; bahkan istrinya pun dari Bandung. Sebagai orang beretnis Jawa, secara naluriah dan empirik, bos … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-1)

Dongeng Bandung #13 Angle Kiri Bandung 1926 (Bagian-2)

Oleh Dongeng Bandung Tulisan bagian pertama sudah membicarakan secara ringkas latar belakang terjadinya Pemberontakan November 1926, mulai dari Revolusi Industri di Eropa, lalu terjadinya kelas-kelas ekonomi dalam masyarakat, efek-efeknya di wilayah Hindia Belanda yang berlanjut dengan kemunculan gerakan-gerakan perlawanan, sampai Konferensi Prambanan dengan keputusan untuk mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda. Bagian kedua ini … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #13 Angle Kiri Bandung 1926 (Bagian-2)

Dongeng Bandung #14 Pemberontakan Raksa Praja 1842

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Dalam Dongeng-Bandung edisi #11 yang membicarakan buku Bandung Baheula jilid 1 dan 2 ada disinggung nama-nama ini, R. Anggadikusumah dan Raksa Praja. Buku itu hanya menyinggung kedua nama itu secara sepintas saja tanpa memberikan informasi yang memadai untuk mengetahui siapa saja mereka itu. Pencarian di internet tidak mendapatkan hasil, … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #14 Pemberontakan Raksa Praja 1842

Dongeng Bandung #12 Ngaleut Skena Underground di Bandung

oleh Irfan Pradana, Dongeng Bandung. Pada sekitar tahun 1990-an hingga 2000-an, Kota Bandung menjadi surga bagi perkembangan musik Underground. Kala itu kota ini menjadi ruang bagi anak muda memproduksi segala hal yang berkaitan dengan subculture skena bawah tanah tersebut. Ruang-ruang itu tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung yang kemudian saling berjejaring meskipun jurang perbedaan menganga … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #12 Ngaleut Skena Underground di Bandung

Dongeng Bandung #13 Angle Kiri 1926 (Bagian-1)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Manusia membuat sedjarahnja sendiri, tetapi mereka tak dapat membuat menurut sekehendaknja, mereka tak dapat membuat dibawah sjarat-sjarat jang dipilihnja, tetapi dibawah sjarat-sjarat jang langsung terdapat, disediakan dan diwariskan dari masa silam. Karl Marx Dongeng Bandung edisi ke-13 dibuka dengan cerita ringan mengenai perspektif dan interpretasi dalam … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #13 Angle Kiri 1926 (Bagian-1)

Dongeng Bandung #11 Bandung Baheula Jilid 1 & 2

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh: Dongeng Bandung Sampul buku Bandung Baheula karya R Moech A. Affandie (Guna Utama, Bandung, 1969) Buku Bandung Baheula yang terdiri dari dua jilid ini dikarang oleh R. Moech. A. Affandie dan diterbitkan serta dicetak oleh (penerbit dan)  Pertjetakan Guna Utama, Bandung. Pada bagian “Pihatur ti Pajun” yang ditulis … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #11 Bandung Baheula Jilid 1 & 2

Dongeng Bandung #10 Bandung dalam Roman Karya Yuhana

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh: Dongeng Bandung Yuhana, atau Joehana dalam ejaan lama, adalah salah seorang sastrawan Sunda yang pernah sangat populer di masa sebelum Kemerdekaan RI, terutama periode setelah tahun 1920. Salah satu karyanya, Tjarios Eulis Atjih, pernah dibuat film pada tahun 1927, bahkan bila merujuk pada buku Katalog Film Indonesia 1926-2005 … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #10 Bandung dalam Roman Karya Yuhana

Dongeng Bandung: Ngaleut Tempo Doeloe bersama Walikota S.A. Reitsma

Oleh Dongeng Bandung Dongeng Bandung kali ini akan menceritakan ulang sebuah kegiatan Ngaleut yang dilakukan seratus tahun lalu. Kegiatan ini tidak seratus persen dilakukan dengan berjalan kaki karena beberapa lokasi jaraknya terlalu berjauhan untuk ditempuh dengan jalan kaki, sehingga sebagian dilakukan dengan kendaraan mobil. Inisiatif kegiatannya datang dari walikota Bandung waktu itu, Steven Anne Reitsma … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung: Ngaleut Tempo Doeloe bersama Walikota S.A. Reitsma

Dongeng Bandung #8 (1): Industriewijk Kiaracondong

Dongeng Bandung Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Aditya Wijaya, atau lebih sering disingkat sebagai Adit, bergabung di Komunitas Aleut sejak tahun 2020 dan menjadi salah satu penulis reguler dan perancang beberapa program, terutama untuk pembuatan rute dan materi momotoran yang biasanya sudah lengkap dengan bahan literasinya. Hari ini, dalam kegiatan Dongeng Bandung, Adit kebagian … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #8 (1): Industriewijk Kiaracondong

Gmelig Meyling dan Biro Arsitek IBIV

Aditya Wijaya Beberapa waktu lalu rekan-rekan dari Komunitas Aleut berkunjung ke daerah perkebunan di Bandung Selatan. Jauh di selatan tempat hamparan kebun teh tumbuh subur, kami menemukan jejak dari seorang arsitek bernama Gmelig Meyling. Rasanya pamor arsitek ini kurang terlihat dibandingkan arsitek-arsitek lainnya yang berkarya di Kota Bandung. Hanya sedikit tulisan yang dapat saya temukan … Lanjutkan membaca Gmelig Meyling dan Biro Arsitek IBIV

Dongeng Bandung #6: Deden Erwin Suherman dan Arsip Scene Underground Bandung

Dongeng Bandung Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Deden bertumbuh di daerah Cijerah, Bandung Kulon. Sejak usia SD sudah tertarik kegiatan mengumpulkan apa pun, termasuk data atau artikel dari koran Pikiran Rakyat dan tabloid Bola yang sering dibeli oleh ayahnya. Kebiasaan menyimpan sesuatu juga didapatkan dari kebiasaan ibunya yang selalu rapi dan tertib merawat barang-barang … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #6: Deden Erwin Suherman dan Arsip Scene Underground Bandung