Dongeng Bandung #28: Bandung Dulu dan Sekarang – Bagian-3

Irfan Pradana _______ didongengkan di Perpustakaan Rasia Bandoeng _______ Betapa besarnya perubahan dan perbaikan yang terjadi sekarang. Namun, masa itu di sisi lain merupakan zaman yang ideal. Segalanya jauh lebih murah, setidaknya untuk barang-barang yang tidak perlu Anda beli dari toko. Dua butir telur harganya satu sen, jika sedang mahal harganya satu duit atau 1 … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #28: Bandung Dulu dan Sekarang – Bagian-3

Dongeng Bandung #28: Bandung Dulu dan Sekarang – Bagian-2

Irfan Pradana _______ didongengkan di Perpustakaan Rasia Bandoeng _______ Bagian II Kita berada di Bandung sekitar tahun 1875. Saat itu, Societeit Concordia oleh beberapa orang kadang dipelesetkan menjadi Discordia (mungkin karena keributan yang setiap saat bisa terjadi antar anggotanya, sebuah fenomena yang sebenarnya lebih sering ditemui di kota-kota kecil!). Tempat itu dulunya berupa bangunan kayu … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #28: Bandung Dulu dan Sekarang – Bagian-2

Dongeng Bandung #28: Bandung Dulu dan Sekarang – Bagian-1

Irfan Pradana _______ didongengkan di Perpustakaan Rasia Bandoeng _______ Bandung Dulu dan Sekarang (Ditulis untuk Preanger Bode) Berikut ini adalah rangkaian kisah tentang keadaan Bandung tempo dulu yang ditulis oleh seseorang dengan inisial “T”. Cerita ini dimuat dalam koran Preanger-bode seara bersambung dalam tiga edisi, masing-masing tanggal 8, 11, dan 13 September 1918, dengan judul … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #28: Bandung Dulu dan Sekarang – Bagian-1

Dongeng Bandung #27: Kopo, Riwayatmu Dulu

Alhta _______ Didongengkan di Perpustakaan Bunga di Tembok dan Pabukon Rasia Bandoeng _______ Cukup sering saya mendengar orang merasa enggan melewati Jalan Kopo. Katanya, Kopo identik dengan jalanan yang padat, macet, panas, dan ruwet. Setiap kali berkenalan dan menyebutkan di mana saya tinggal, reaksi orang-orang umumnya mengaminkan kesan tersebut. Rasanya memang hanya orang-orang terpilih saja … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #27: Kopo, Riwayatmu Dulu

Dongeng Bandung #26: Pieter Eeftinck Schattenkerk, Dokter Satu-satunya di Bandung

Irfan Pradana _______ Didongengkan di Pabukon Rasia Bandoeng _______ Pieter Eeftinck Schattenkerk (Sumber: Arsip Henk de Bie) Setidaknya dua kali saya menemukan nama ini. Pertama kali yakni saat membaca buku “Braga: Jantung Parijs Van Java”, karya Ridwan Hutagalung dan Taufany Nugraha. Sementara yang kedua, saat membaca buku “Semerbak Bunga di Bandung Raya”, karya kuncen Bandung, … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #26: Pieter Eeftinck Schattenkerk, Dokter Satu-satunya di Bandung

Dongeng Bandung #25 Jejak Perjuangan Khilafah di Bandoeng Tempo Doeloe

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Luthfi Anwari Dongeng Bandung hari ini menceritakan isi sebuah buku yang ditulis oleh Luthfi Anwari, seorang pemuda pecinta dunia petualangan dan literasi dengan perhatian utama pada sejarah peradaban Islam di Indonesia. Ia juga ikut menggagas lahirnya komunitas Student Rihlah Indonesia yang bergiat menyebarkan pengetahuan dan diskusi seputar sejarah Islam … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #25 Jejak Perjuangan Khilafah di Bandoeng Tempo Doeloe

Dongeng Bandung #23d Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-3

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Temuan-temuan Rothpletz Selama penelitiannya, Rothpletz menemukan 38 bilah kapak yang terbuat dari batu hijau padat dan jumlah itu hanya 8 buah yang keadaannya masih utuh. Panjang bilah terbesar 21,7 cm dan yang terkecil 5,8 cm. Lebarnya antara 2,3 cm sampai 7,3 cm. Ketebalannya antara 1,3 cm … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23d Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-3

Dongeng Bandung #23c Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-2

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Von Koenigswald sebelumnya sudah menyatakan bahwa beberapa tempat permukiman tua di perbukitan utara itu, seperti kawasan KQ-380 dan Ciharalang, permukaannya diratakan oleh manusia (bukan alami). Rothpletz menambahkan bahwa selain itu juga di banyak tempat terdapat parit pemisan dan tebing buatan, serta beberapa tempat permukiman diperkuat dengan … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23c Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-2

Dongeng Bandung #23b Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-1

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Alte Siedlungsplatze bei Bandung (Java) und die Entdeckung Bronzezeitlicher Gussformen. Werner Rothpletz — Sonderdruck aus «Südseestudien», Basel 1951 (Museum für Völkerkunde). Situs pemukiman kuno di dekat Bandung dan penemuan cetakan cor Zaman Perunggu. ____________________________________________ Antara tahun 2018-2019 lalu, seorang mahasiswa arkeologi dari Unversitas Indonesia datang ke … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23b Mengenal Kawasan Peninggalan Kuno di Bandung – Bagian-1

Dongeng Bandung #23a Riwayat (Sangat) Singkat Werner Rothpletz

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Werner Rothpletz; c. 1933–1947; Koleksi Werner Rothpletz. Reproduksi digital, 2022. Diambil dari artikel “Erdöl und Ethnografika? The Case of Werner Rothpletz” karya Aila Özvegyi. Museum der Kulturen, Basel. Berikut ini adalah terjemahan dari riwayat singkat Werner Rothpletz yang ditulis sebagai obituari oleh rekannya, W. Mohler. Werner … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #23a Riwayat (Sangat) Singkat Werner Rothpletz

Dongeng Bandung #18: Banjir Getih di Cimareme (1919)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Oleh Dongeng Bandung Cimareme, 12 Agustus 1919. Suara zikir terdengar seperti gemuruh dari dalam rumah itu, makin lama makin keras. Sekejap kemudian gemuruh itu beradu dengan suara desingan peluru yang menembus pintu dan jendela. Di dalam, Haji Hasan tergeletak. Di kepalanya terlilit sebuah jimat — simbol keyakinan tak tergoyahkan … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #18: Banjir Getih di Cimareme (1919)

Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-3)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Dongeng Bandung 6 _____________________ Ada dua pengalaman pada masa awal di Wanadri yang sering diceritakan ulang oleh berbagai media, yaitu pertemuannya dengan Sarwo Edhie, pensiunan jenderal mantan komandan RPKAD yang pasca Peristiwa 1965 – 4 Oktober – memimpin penggalian jenazah para jenderal dari sumur di Lubang Buaya dan selanjutnya … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-3)

Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-2)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Dongeng Bandung 3 _____________________ Tahun 1951 Aidit menjadi Ketua Comite Central PKI dan banyak bepergian ke luar negeri menghadiri rapat-rapat internasional komunis. Tahun 1955 PKI menjadi partai terbesar ke-4 di Indonesia, di bawah PNI, Masjumi, dan Nahdlatul Ulama. Sebagai partai komunis, merupakan salah satu yang terbesar di dunia, di … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-2)

Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-1)

Perpustakaan dan Toko Buku Rasia Bandoeng Dongeng Bandung Mendadak ribut: lengking kelopak burung, jerit daun jatuh, gemuruh batu menahan air kali, teriak mereka yang masih terpisah dari kita. Hutan semakin merah oleh sore hari. Tak kaudengar aku memanggil namamu ketika kau bersorak dan tercebur dalam tamasya itu. Sewaktu angin bertiup dari arah malam, suara-suara mereda … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung #15 Ilham dari Bandung (Bagian-1)

Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-2)

Oleh Ojel S.Y. Bagian Pertama Tuak, Susu, dan Kejo Di samping jenis-jenis kaolahan, SSKK juga memuat kata tuak, hanaang (haus), nyatu (makan), dan ponyo (lapar). Berikut bunyi teksnya: “Jaga urang héés tamba tunduh, nginum tuak tamba hanaang, nyatu tamba ponyo, ulah kajongjongan teuing”(Hendaknya kita tidur sekadar penghilang kantuk, minum tuak sekadar penghilang haus, makan sekadar … Lanjutkan membaca Dongeng Bandung: Kuliner Sunda Zaman Pajajaran (Bagian-2)