Meretas Kampung Tua di Bandung Utara Bernama Coblong

Coblong saat ini adalah nama salah satu kecamatan di Kota Bandung, namun mungkin sedikit yang mengatahui jika Coblong di masa lalu adalah nama salah satu kampung tua di Bandung Utara. Berikut ini kisahnya.

Toponomi Coblong

Untuk memulai kisah Kampung Coblong, saya akan mulai dengan membahas toponimi nama Coblong karena akan berkaitan dengan nama daerah di sekitarnya. Baca lebih lanjut

Kecintaan Max Salhuteru Terhadap Budaya Sunda & Keluarga Sinumbra

“Saya lahir di Sinumbra, ditolong bidan dari Ciwidey.”

Johana Ellisye Salhuteru atau yang lebih akrab disapa dengan Bu Lisye memulai kisahnya. Melanjutkan beberapa cerita tentang Max Salhuteru terdahulu, kali ini bukan lagi Bu Lia (Camellia Salhuteru) tapi Kakaknya, Ibu Lisye, anak kedua Max Izaak Salhuteru, yang menuturkan pengalamannya. Baca lebih lanjut

Kisah Dua Rumah di Cimahi & Kiprah Penghuninya

Kisah Dua Rumah di Cimahi

Cerita ini saya mulai dari salah seorang kawan SMA saya yang namanya diawali dengan huruf R. Mudah menduga huruf tersebut menandakan gelar dari kalangan bangsawan. Kadang kawan-kawan SMA dulu berkelakar menyebut huruf R itu kependekan dari Rojali. Nah R ini beberapa waktu lalu, di grup whatsapp SMA, bercerita tentang latar belakang keluarganya. Dalam ceritanya terselip kisah sebuah rumah yang bersejarah.

Menak Sumedang

Kakek Buyut kawan saya ini adalah seorang Patih Sumedang, namanya Hardjawinata. Hardjawinata memiliki banyak anak, dua di antaranya adalah Rangga Hardjadibrata dan Hardjakusumah. Baca lebih lanjut

Wyata Guna dalam Tanya

Denyut di jantungmu kota
Pusat gelisah dan tawa
Dalam selimut debu dan kabut
Yang hitam kelam warnanya
Sejuta janjimu kota
Menggoda wajah-wajah resah
Ada di sini dan ada di sana
Menunggu di dalam tanya

(Balada Sejuta Wajah-God Bless)

Saya masih mengingat dengan jelas, saat duduk di kelas dua SMP, pernah meminta kepada seorang kawan untuk dibuatkan gambar logo band God Bless. Kawan tersebut memang pandai menggambar, matanya awas dan mampu menangkap bentuk dengan baik, untuk kemudian digambarkan di atas kertas. Saya tak mampu membuat karya seperti itu. Setiap dia menggambar, saya selalu memperhatikan dengan takjub.

Dia sering menggambar segala hal tentang band rock Inggris, Queen. Mulai dari logo hingga gambar personilnya. Lewat dia, saya kemudian lebih mengenal Queen. Setiap bertandang ke tempat tinggalnya, saya mendengar lagu-lagu Queen dari tape-nya. Baca lebih lanjut

Soronger dan Peringatan 130 Tahun Jalur Cicalengka-Garut

CC50 (Sumber: world-railways.co.uk)

CC50 (Sumber: world-railways.co.uk)

“For the fifth time I would go from Tjitjalengka to Garoet, along the old postal road, witnessing so much horse suffering and traveler anxiety and sorrow;” (Bataviaasch Nieuwsblad, 1889)

Satu dari sekian banyak jalur kereta api mati yang akan dihidupkan kembali oleh pemerintah di sekitar tahun 2019 ini adalah jalur antara Cibatu dan Garut. Dahulu, Baca lebih lanjut

Satu Klan Ambon di Perkebunan Priangan

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple)

“Beta Pattirajawane
Yang dijaga Datu-datu
Cuma Satu
Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut
Beta Pattirajawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan”

Cerita Buat Dien Tamaela- Chairil Anwar

Entah pada saat Ngaleut yang mana saya pernah membacakan puisi tadi. Namun saya ingat membacakan puisi itu ketika singgah di GOR Saparua, sebuah tempat yang cukup akrab bagi saya. Saat ngaleut itu, saya bercerita mengenai Saparua dan orang-orang dari Ambon atau lebih luasnya Kepulauan Maluku. Mereka datang dan hidup di Bandung.

Menurut pengasuh Komunitas Aleut, Ridwan Hutagalung, adanya orang-orang dari berbagai suku bangsa dan salah satunya adalah mereka yang datang dari Kepulauan Maluku atau sering disebut dengan orang Ambon, ini membuktikan bahwa Bandung adalah sebuah skala kecil dari melting pot (kuali pembauran). Baca lebih lanjut

Menengok Bekas Kamp Internir di Pasar Andir

Oleh : Fauzan (@BandungTraveler)

Salah satu tempat di kota Bandung dengan banyak bangunan tuanya adalah Pasar Andir. Walaupun bangunan utama sudah dirombak dengan sentuhan modern yang kaku, kita masih bisa menyaksikan bangunan-bangunan sekitar yang masih tua nan dinamis. Bahkan beberapa di antara bangunan di sana, masih ada bangunan Baca lebih lanjut

Nasib Renta Teleskop Zeiss Bosscha Jelang Satu Abad

Lensa teleskop Carl zeiss Observatorium Bosscha. tirto.id/Irfan Teguh Pribadi

Lensa teleskop Carl zeiss Observatorium Bosscha. tirto.id/Irfan Teguh Pribadi
Polusi cahaya di Lembang kini menjadi tantangan terbesar bagi Observatorium Bosscha yang selesai dibangun 1928 atau 90 tahun lalu.
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh)

Carl Zeiss lahir di Weimar, Jerman, pada 11 September 1816. Ia adalah pakar optik yang pada 1846 mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang sistem optik di Kota Jena. Perusahaan inilah yang pada 1921, dikunjungi oleh Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang juragan perkebunan teh di Malabar, Bandung, Jawa Barat. Baca lebih lanjut

Akhir Tragis Mentor Putera Sang Fajar

Proses Permakaman Schoemaker di Pandu

Prosesi Pemakaman C.P Wolff Schoemaker (Foto dari buku Arsitektur Tropis Modern karya Van Dulleman)

Oleh: Vecco Suryahadi (@Veccosuryahadi)

Pada tanggal 22 Mei 1949, setidaknya ada enam koran yang memuat berita mengenai kematian C.P. Wolff Schoemaker, profesor Technische Hoogeschool (THS) dan arsitek bangunan-bangunan terkenal di Hindia Belanda, terutama Bandung. Koran Het Dagblad, Het Nieuwsblad voor Sumatra, dan De Locomotief Semarang Baca lebih lanjut