Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Siapa sih dia? Setahun lalu, saat masih awal-awal mengikuti Komunitas Aleut!, Minggu terakhir di September 2014 ketika ngaleut bertema “Basa Bandung Halimunan”, seekor koordinator yang bernama Vecco menunjukan sebuah rumah di bilangan Jalan Mesri. Katanya itu adalah rumah dari penulis kenamaan yang berjuluk Kuncen Bandung. Kemudian dia mencoba membujuk setengah merajuk … Lanjutkan membaca Membobol Perpustakaan Haryoto Kunto
Kelas Literasi
Bu Etty, Haryoto Kunto, dan Buku
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Buku itu ibaratnya seperti candu. Saya kira buku adalah candu tersendiri untuk beberapa orang. Awalnya, hanya beli satu atau dua buku karena rasa penasaran. Setelah menamatkan buku tersebut, muncul keinginan untuk memiliki buku serupa atau sejenis. Rasa keinginan tersebut seperti rasa haus saat berpuasa. Mungkin itulah yang dirasakan Haryoto Kunto … Lanjutkan membaca Bu Etty, Haryoto Kunto, dan Buku
Terinspirasi Tulisan Pak Hari
Oleh: Hevi Abu Fauzan (@hevifauzan) Sabtu, 20 Juni 2015, siang tadi saya mengunjungi rumah almarhum Haryoto Kunto bersama Komunitas Aleut. Rumah beliau yang terletak di Jalan H. Mesri cukup dekat dengan halaman dan parkiran Stasiun Bandung sebelah utara. Sekitar jam 10, kami tiba di rumah beliau. Sebuah rumah jaman dahulu yang mengalami perbaikan sebagai bagian … Lanjutkan membaca Terinspirasi Tulisan Pak Hari
Kuli Gadungan
Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) Pak Ahmad adalah opas (office boy) Bung Karno ketika tahun 1927 mendirikan Biro Teknik Bangunan. Tetapi sebenarnya tugasnya bukan hanya sebagai opas saja, melainkan juga sebagai agen PNI. Dia bertugas menyebarkan pamflet ke ranting-ranting di seluruh Bandung. Dari Cimahi sampai Cililin dan Cicalengka, yang jauhnya 30 km lebih dari Kota … Lanjutkan membaca Kuli Gadungan
Bandung Tak Hanya Di Bagian Utara
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Bandung tentu saja menjadi kota yang paling penting bagi hidup saya. Dari lahir sampai sekarang sudah di pertengahan kepala dua, hampir 90% hidup saya dihabiskan di Kota Kembang. Semua jenjang studi juga saya jalani di kota ini, mulai dari TK hingga sekarang duduk di bangku strata dua. Pahit-manis dan berbagai … Lanjutkan membaca Bandung Tak Hanya Di Bagian Utara
Sudut Literasi di Kedai Preanger
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Sungguh kenikmatan surgawi di dunia. Tak seperti wanita, buku adalah teman duduk terbaik, mustahil mengkhianatimu. Dan makin sempurna ketika hadir secangkir kopi; Espresso, Cappuccino, Macchiato, Mochachino, Americano, Caffe Latte, atau apapun variannya silahkan pilih sesuai selera. Bacaan manis menarik hati dibalut kehangatan kopi, ah nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? Membaca … Lanjutkan membaca Sudut Literasi di Kedai Preanger
Komunitas Aleut: Diajar Sejarah Sabari Leuleumpangan
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Mun seug dibandingkeun jeung kota-kota nu aya di basisir kayaning Jakarta, Cirebon, Semarang jeung Surabaya, Bandung mah kaasup kota nu kaitung anyar kěněh. Tapi angger wě sok sanajan kitu, ari nu ngaranna kota mah pasti miboga sejarah. Kiwari di Bandung aya sababaraha komunitas nu sok nalumtik ajěn inajěn sejarah Bandung … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Diajar Sejarah Sabari Leuleumpangan
Komunitas Aleut: Mikawanoh Bandung, Mikawanoh Maneh
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Utamana jalma kudu réa batur, keur silih tulungan, silih nitipkeunna diri, budi akal lantaran tipada jalma. Kapan ogé lain ari nu ngarana silaturahmi téh bakal manjangkeun rezeki jeung manjangkeun umur. Aya deui hiji mangpaat ceuk sobat kuring mah, “loba ngilu komunitas, bakal ngabuka loba panto ogé pikeun beubeunangan”. Enya da gening karumasaan … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Mikawanoh Bandung, Mikawanoh Maneh
Kakarěn KAA 2015
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Tina runtuyan acara Konpěrěnsi Asia Afrika (satuluyna ditulis KAA), tanggal 24 April 2015 minangka puncakna acara. Dina prak-prakanna kaběh kepala nagara jeung para delegasina miěling KAA nu munggaran ku cara Historical Walk anu hartina leumpang bersejarah. Kajadian ěta nu kungsi dilakonan ku Prěsiden Soekarno jeung kepala nagara nu sějěnna, dimimitian ti … Lanjutkan membaca Kakarěn KAA 2015
Bandung as a Gimmick City
Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@SadnessSystem) Gimmick : A trick or device intended to attract attention, publicity, or trade (oxforddictionaries.com) Beberapa waktu yang lalu, Walikota Bandung sempat dikritik karena dianggap hanya menjalankan gimmick untuk menunjukan kesuksesannya. Gimmick yang dimaksud adalah kebijakan-kebijakan yang bersifat penampakan luar, bukan bersifat esensial. Hal ini menarik untuk dicermati, karena di era … Lanjutkan membaca Bandung as a Gimmick City
#PojokKAA2015: Ulin Jarambah
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) “Omat ulah ulin di ranjěng, aya jurig samak!” Aya wěh kolot baheula mah, nyaram barudakna těh jeung mamawa lelembut sagala. Tapi da ari budak mah nya langsung ngabuligirkeun maneh tinggal salěmpak pas nempo ranjěng těh. Paduli teuing rěk diculik ku jurig samak ge, nu penting mah bisa guyang jeung munding. Ah … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Ulin Jarambah
#PojokKAA2015: Visser & Co
Oleh: Mooibandoeng (@mooibandoeng) Dalam kegiatan latihan peliputan yang diselenggarakan oleh Komunitas Aleut selama bulan April 2015 ini, kami sering sekali berkunjung ke kawasan sekitar Gedung Merdeka. Di halaman depan sebelah barat Gedung Merdeka saat ini terpasang sejumlah bangku dan pot-pot bunga warna-warni berukuran besar. Saat duduk di bangnu-bangku itu, pemandangan tepat di seberang jalan adalah … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Visser & Co
#PojokKAA2015: Kabar Dari Stadion Siliwangi
Oleh: Deris Reinaldi Ada pemandangan yang berbeda di Stadion Siliwangi pada hari Kamis, 23 April 2015. Suasana di Stadion Siliwangi sangat ramai sekali, banyak orang berlalu-lalang dengan kesibukan masing-masing. Banyak orang yang berdatangan baik menggunakan bis, angkot dan berjalan kaki, seakan-akan jalanan membludak dengan kadatangan orang-orang. Di Jl. Lombok yang mana sudah ditutup dari dini … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Kabar Dari Stadion Siliwangi
#PojokKAA2015: Anoa yang Tak Sengaja Jadi Pusat Perhatian
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Ada pemandangan menarik dalam empat hari terakhir menjelang hari puncak 60 Tahun Perayaan Konferensi Asia-Afrika tanggal 24 April kemarin di Jalan Cikapundung Timur. Alih-alih berfoto dengan kubus yang bergambar tokoh dunia, warga Bandung malah berfoto dengan Anoa. Tentu saja Anoa yang dimaksud di sini bukanlah binatang Anoa yang merupakan binatang … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Anoa yang Tak Sengaja Jadi Pusat Perhatian
#PojokKAA2015: Secuil Jalan yang Hanya Dibuka Untuk KAA
Oleh: Hevi Abu Fauzan (@hevifauzan) Sewaktu penulis kecil, tidak ada pemandangan yang paling aneh di Bandung, kecuali ketika melihat secuil jalan dibebaskan dari kandangnya. Iya, saya besar di Jalan Stasiun Timur, dan secuil jalan yang saya maksud adalah sebuah potongan kecil Jalan Otto Iskandardinata (Otista) yang dilintasi rel kereta api di sebelah timur Stasiun Bandung. … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Secuil Jalan yang Hanya Dibuka Untuk KAA