Bu Etty, Haryoto Kunto, dan Buku

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi)

Perpustakaan pribadi Haryoto Kunto

Perpustakaan pribadi Haryoto Kunto

 Buku itu ibaratnya seperti candu.

Saya kira buku adalah candu tersendiri untuk beberapa orang. Awalnya, hanya beli satu atau dua buku karena rasa penasaran. Setelah menamatkan buku tersebut, muncul keinginan untuk memiliki buku serupa atau sejenis. Rasa keinginan tersebut seperti rasa haus saat berpuasa. Mungkin itulah yang dirasakan Haryoto Kunto saat terjun di dunia buku. Tapi, itu hanya dugaan saya saja.

Setelah menduga – duga kebiasaan Haryoto Kunto mengoleksi buku cukup lama, akhirnya ada satu lorong cahaya yang bisa menjawab dugaan saya. Lorong tersebut muncul saat Komunitas Aleut berhasil mengunjungi perpustakaan pribadi Haryoto Kunto dan mengobrol ringan dengan Bu Etty, istri Haryoto Kunto.

Berdasarkan cerita dari Bu Etty, saya mengetahui bahwa Haryoto Kunto sudah mengenal dan mengoleksi buku sejak bersekolah tingkat dasar. Saat itu, beliau sering membawa buku kemanapun ia berada. Bahkan pernah suatu ketika, Haryoto Kunto kecil bermain kelereng sambil membaca buku yang diapit di ketiak.

Lalu siapa yang bertanggung jawab atas kecintaan Haryoto Kunto ke buku? Ternyata orang yang bertanggung jawab adalah keluarga Haryoto Kunto. Sejak kecil, Haryoto Kunto selalu diberikan buku sebagai hadiah ulang tahun atau lainnya.

Kecintaan buku yang sudah ada sejak kecil terbawa hingga dewasa. Haryoto Kunto sering mencari buku tidak hanya di sekitar Bandung saja, bahkan kerap kali mencari hingga negara – negara di benua Eropa. Sehingga tidak jarang, telepon di rumah Haryoto Kunto sering berdering dari penjual buku di dalam atau luar Bandung.

Setelah mendengar cerita Bu Etty yang panjang dan penuh humor, saya akhirnya mendapat sedikit jawaban atas rasa haus dan cinta Haryoto Kunto pada buku. Rasa tersebut tidak dipenuhi oleh Haryoto Kunto dengan membeli buku saja. Melainkan, dengan merawat sekaligus membaca dan membagikan ilmu dari buku tersebut. Sehingga lebih kurang 30.000 buku tidak menjadi pajangan saja.

 

Tautan asli: https://catatanvecco.wordpress.com/2015/06/21/bu-etty-haryoto-kunto-dan-buku/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s