Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Hiji kajadian ahěng sok resep mun ditingali tina paněnjo budak leutik. Atuhda alam maraněhna mahěstuning masih kěněh beresih, can ka keunaan ku itu ieu. Hajat gedě nagara nyak tangtu wae kaasup ahěng. Anyeuna di Bandung těh keur meujeuhna ramě dina raraga miěling Konpěrěnsi Asia Afrika nu ka-60. Kota digeugeulis, pangpangna … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Ajengan Idi jeung Bangsa Hianat
Pojok-KAA-2015
Liputan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika
#PojokKAA2015: Asia-Afrika Rasa Gasibu
Oleh: Yudha Bani Alam (@yudhaskariot) Beraktifitas di minggu pagi memang cukup berat tapi tidak untuk yang berjiwa hidup sehat dan semangat berbelanja di pasar tumpah berkedok olahraga. Namun bagi saya daripada berdiam diri di rumah lebih baik Ngaleut dengan Komunitas Aleut. Ngaleut Minggu pagi ini (19 April 2015) bertema Ngaleut KAA. Saya berangkat dari rumah … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Asia-Afrika Rasa Gasibu
#PojokKAA2015: Imut-Imut Bikin Lapar
Oleh: Gita Diani Astari (@gitadine) Di antara kemeriahan rangkaian acara Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika nanti, akan ada suatu komunitas yang imut-imut dan saya jamin bikin lapar. Komunitas apa namanya? Komunitas Jajanan Pasar! Komunitas yang dibentuk tanggal 28 Oktober 2011 ini berbasis di Tangerang Selatan. Misi mereka adalah mengangkat kepedulian terhadap kearifan budaya lokal melalui … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Imut-Imut Bikin Lapar
#PojokKAA2015: Sekilas Drs. R. M. P. Sosrokartono dan Asia-Afrika
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Buku pelajaran sejarah pernah mencatat peristiwa Konferensi Asia-Afrika 1955. Konferensi Asia-Afrika 1955 dicatat sebagai tonggak perlawanan negara-negara di Benua Asia dan Afrika atas kolonialisme. Seperti kita ketahui, banyak negara yang merdeka setelah Konferensi Asia-Afrika 1955. Tapi sebelum 1955, pernah ada ramalan tentang bersatunya Asia dan Afrika di Bandung. Ramalan tersebut diucapkan … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Sekilas Drs. R. M. P. Sosrokartono dan Asia-Afrika
#PojokKAA2015: Us Tiarsa dan KAA
Oleh: Ariono Wahyu (@A13xtriple) Bagi seorang anak berusia dua belas tahun melihat orang-orang asing dari negara-negara yang jauh diseberang lautan hadir di kotanya adalah pengalaman yang luar biasa. Untuk Us Tiarsa dan mungkin banyak penghuni Kota Bandung saat itu, yang mereka sebut dengan orang asing adalah orang Belanda, orang India dan orang Tionghoa. Sungguh merupakan … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Us Tiarsa dan KAA
#PojokKAA2015: Bendera Dadakan di KAA 1955
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Saat berada di Museum Konferensi Asia-Afrika, ada satu bendera yang membuat saya tertarik. Bendera ini tidak memiliki bermacam-macam warna atau pola. Bendera ini berwarna polos dan bertuliskan Sudan. Loh, bukannya bendera sudan memiliki tiga warna (1956-1970) lalu empat warna (1971-sekarang)? Bendera Dadakan Untuk Dikibarkan Terdapat cerita di balik bendera Sudan … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Bendera Dadakan di KAA 1955
#PojokKAA2015: Sore Hari Bersama Relawan KAA 2015 di Balai Kota
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Pada umumnya, wajah Balai Kota sore hari diisi dengan pengunjung yang swafoto, remaja yang sedang latihan tari K-Pop, atau pengunjung yang sedang mengobrol. Kadang-kadang, ada juga yang sedang latihan perkusi. Mereka semua menghiasi wajah Balai Kota setiap harinya. Sore tadi, wajah Balai Kota tampak sedikit berbeda. Wajah Balai Kota sedikit berbeda dengan 100-200 orang … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Sore Hari Bersama Relawan KAA 2015 di Balai Kota
#PojokKAA2015: Seputar Pengibaran Bendera Negara-negara KAA
Oleh: Deris Reinaldi Semula jadwal pengibaran bendera negara peserta KAA jatuh di tanggal 18 April 2015, tapi entah mengapa alasannya, jadwalnya dimajukan menjadi tanggal 15 April 2015. Bendera yang dikibarkan terdiri dari 109 bendera dari setiap negara peserta KAA yang dikibarkan oleh Pramuka Kwarcab Bandung, para pengibar ini terdiri dari pelajar SD, SMP dan SMA di … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Seputar Pengibaran Bendera Negara-negara KAA
#PojokKAA2015: Wajah Baru Kelakuan Lama
Oleh: Yudha Bani Alam (@yudhaskariot) Kemeriahan menjelang Konferensi Asia-Afrika di Bandung sangat terasa bukan hanya karena Bandung sebagai tuan rumah dan tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pertama pada tahun 1955. Kemeriahan ini ditandai dengan perombakan secara besar-besaran terhadap kawasan di sekitar Gedung Merdeka dan Museum Konferensi Asia-Afrika. Salah satunya adalah Jalan Cikapundung Timur yang dulunya merupakan … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Wajah Baru Kelakuan Lama
#PojokKAA2015: Alun-alun yang Mulai Ditinggalkan
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Ada pemandangan unik saat saya main lagi ke Alun-alun Bandung sore hari ini. Alun-alun terlihat lebih sepi, tak lagi terlihat penuh sesak seperti 3 bulan yang lalu saat baru diresmikan. Awalnya saya kira ini hanya terjadi di hari kerja saja, namun setelah saya ngobrol dengan salah satu teman, hal ini … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Alun-alun yang Mulai Ditinggalkan
#PojokKAA2015: Derap Pramuka di Jalan Cikapundung Timur
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Suara derap kaki terdengar dari Jalan Cikapundung Timur. Suara derap kaki tersebut berasal dari kumpulan orang yang memakai baju dan celana coklat dan sekelompok drum band dengan pakaian biru tua. Mereka baru saja tampil dan selesai menaikkan 109 bendera negara Asia-Afrika di sekeliling Museum Konferensi Asia-Afrika dan Gedung Merdeka. Penaikan bendera dan rangkaian acara … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Derap Pramuka di Jalan Cikapundung Timur
#PojokKAA2015: Gedung Swarha
Oleh: Mooibandoeng (@mooibandoeng) Foto ini menggambarkan suasana keramaian di Bandung saat merayakan Jubileum Ratu Wilhelmina pada tahun 1923. Foto diambil di sudut barat daya Alun-alun, di depan sebuah toko pakaian dan kelontong, Toko Tokyo. Pada gambar dapat dilihat plang nama Toko Tokyo di atas pintu gedung di sebelah kanan. Toko Tokyo dibangun tahun 1914 dan … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Gedung Swarha
#PojokKAA2015: Hilangnya Ketan Bakar Setelah Munculnya Jiwa Nasionalis
Oleh: Deris Reinaldi Ketan bakar adalah makanan khas Bandung dengan bentuk segi panjang yang dibakar, tengahnya diiris lalu dimasukkan sambel oncom. Ketan bakar menjadi makanan favorit warga Bandung. Selain harganya murah yaitu Rp 3000,00 ketan bakar juga mengenyangkan perut. Tetapi keseringan makan ketan bakar juga bisa menimbulkan panas perut. Ketan bakar dijajakkan oleh para pedagang … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Hilangnya Ketan Bakar Setelah Munculnya Jiwa Nasionalis
#PojokKAA2015: Suasana Baru di Asia-Afrika
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Sampai dua seminggu yang lalu, pusat keramaian di tengah Kota Bandung terpusat di daerah Alun-alun. Saking kekiniannya untuk menginjakan kaki di Alun-alun, muncul sebuah anekdot seperti ini di Bandung: “Di Bandung nuju usum naon, euy? “Ayeuna mah nuju usum popotoan di Alun-alun” Tak percaya? Cobalah ubek-ubek lini masa Twitter atau … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Suasana Baru di Asia-Afrika
#PojokKAA2015: Aku Pun Bersolek
Oleh: Deris Reinaldi Menjelang perhelatan yang sangat bergengsi, yaitu Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika, tetangga-tetanggaku disepanjang Jl. Asia Afrika nampak bersolek diri seraya ingin terlihat cantik. Mereka menampakkan diri akan kebersolekkannya, seakan-akan ingin terlihat oleh khalayak ramai dan mengeksiskan diri. Tapi aku, Mesjid Raya Provinsi Jawa Barat atau terkenal dengan sebutan Mesjid Agung, pun ingin … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Aku Pun Bersolek