#PojokKAA2015: Sekilas Drs. R. M. P. Sosrokartono dan Asia-Afrika

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi)

Raden Mas Panji Sosrokartono

Raden Mas Panji Sosrokartono

Buku pelajaran sejarah pernah mencatat peristiwa Konferensi Asia-Afrika 1955. Konferensi Asia-Afrika 1955 dicatat sebagai tonggak perlawanan negara-negara di Benua Asia dan Afrika atas kolonialisme. Seperti kita ketahui, banyak negara yang merdeka setelah Konferensi Asia-Afrika 1955.

Tapi sebelum 1955, pernah ada ramalan tentang bersatunya Asia dan Afrika di Bandung. Ramalan tersebut diucapkan pada tahun 1940-an. Orang yang memberi ramalan tersebut adalah Drs. R. M. P. Sosrokartono yang pernah tinggal di Bandung.

Kakak kandung Kartini yang pintar

Drs. Raden Mas Panji Sosrokartono atau kita panggil Sosrokartono memiliki banyak kaitan dengan beberapa pahlawan yang kita kenal. Salah satu pahlawan yang dekat secara keturunan adalah R. A. Kartini yang merupakan adik dari Sosrokartono. Selain Kartini, Ir. Soekarno pun sering berkonsultasi ke Sosrokartono.

Lalu siapa Sosrokartono? Sosrokartono adalah kakak kandung Kartini yang pintar saat itu. Kepintaran Sosrokartono terlihat dari 37 bahasa yang ia kuasai. Saat itu, bahasa yang dikuasai Sosrokartono terdiri atas 17 bahasa Eropa, 9 bahasa Timur,dan 10 bahasa daerah Indonesia.

Selain bahasa yang dikuasai, terdapat data menarik tentang Sosrokartono di Leiden. Sosrokartono muda adalah mahasiswa jurusan Sastra Timur di Universitas Leiden, Belanda. Saat itu, Sosrokartono adalah murid terpandai dari Prof. Dr. H. Kern di Leiden.

Setelah lulus dari Leiden, Sosrokartono berkeliling dan bekerja di Eropa. Salah satu pekerjaan Sosrokartono adalah wartawan perang di The New York Herald Tribune, Wina. Sebelum menjadi wartawan, Sosrokartono pernah menjadi penerjemah pasukan sekutu.

Bandung, Soekarno, dan Sosrokartono

“Nun di suatu masa nanti, Terusan Suez bakal bermandikan darah, api berkobar dahsyat di benua Asia dan Afrika. Akhirnya kedua benua, akan berpaut menyatu padu di kota ini!” – Drs. Sosrokartono

Sosrokartono pulang ke Hindia Belanda tahun 1926. Awalnya, beliau tinggal di Tegal untuk membuat perpustakaan Panti Sastra lalu pindah ke Bandung. Selama di Bandung, Sosrokartono tinggal di Jalan Pungkur no 19. Rumah kediaman Sosrokartono diberi nama Darus Salam yang berarti rumah kedamaian.

Terdapat cerita menarik selama Sosrokartono di Bandung. Saat itu, Sosrokartono  pernah memiliki panggilan dokter cai oleh warga Bandung. Hal tersebut karena Sosrokartono memberi pengobatan dengan air putih dan tulisan alif.

Selain sebagai dokter cai, Sosrokartono adalah seseorang yang dekat dengan tokoh pergerakan nasional. Salah satunya adalah Soekarno yang sering meminta petunjuk dan semangat dari Sosrokartono. Pada masa penjajahan, rumah Sosrokartono merupakan tempat para pejuang kemerdekaan.

Pada tanggal 8 Februari 1952, orang yang meramalkan bersatunya Asia dan Afrika meninggal. Beliau dimakamkan di Kudus. Hingga saat ini, banyak orang yang berziarah ke makamnya.

Sumber Bacaan :

http://laurentiadewi.com/15674

Wadjah Bandoeng Tempo Doeloe karya Haryoto Kunto

Kuantar Kau ke Gerbang karya Ramadhan K.H

Sumber Foto :

Komunitas Aleut

wayangpustaka02.files.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s