Oleh: Fan Fan F Darmawan Bandung 1980 (atau mungkin setahun lebih awal) Saat itu di Indonesia diputar sebuah film yg bercerita tentang manusia berkekuatan super yang berkostum pakaian dalamnya terbalik bernama Superman. Saya cukup beruntung, bisa menyaksikan pahlawan super idola anak anak di masa itu, di layar lebar. Saya lupa di bioskop mana mana tepatnya … Lanjutkan membaca Napak Tilas Bioskop Bandung Tempo Dulu
Layar Terkembang
Oleh: Mira Rachmawatie Seonggok bangunan yang dulu sangat berjubel oleh penonton yang memadati ruangan, kemudian menghilang, tergeser oleh perkembangan kota modern dan juga dialih fungsikan karena kalah tenar dengan bioskop masa kini. Itulah bioskop-bioskop Bandung yang nyaris terlupakan. Dari bioskop kelas atas di sepanjang Alun-alun Kota Bandung – mulai dari Elita, Aneka, Nusantara dan Dian … Lanjutkan membaca Layar Terkembang
Sejarah Bioskop di Bandung
Oleh: Nia Janiar Sebelum dunia perbioskopan dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan besar yang melebur di pusat perbelanjaan seperti sekarang, Bandung pernah memiliki bioskop yang menjamur dari sekitar awal 1900an hingga 1970an. Bioskop-bioskop itu berdiri dalam gedung-gedung yang terpisah dari pertokoan. Apa saja bioskop yang pernah hadir dan menjadi bagian sejarah pemutaran film di Bandung? Perjalanan bersama Komunitas … Lanjutkan membaca Sejarah Bioskop di Bandung
Gunung Padang : Pesona Si Megalithikum Tanah Jawa
Oleh: Hanifa Paramitha Tentu kita ingat dengan materi di pelajaran Sejarah yang membahas tentang punden berundak. Well, daripada sekadar mempelajarinya lewat buku, ternyata menyenangkan sekali bisa mampir ke Gunung Padang yang notabene merupakan situs megalithikum terbesar di Asia Tenggara. Tempat ini berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Cerminan megalithikum terlihat dari … Lanjutkan membaca Gunung Padang : Pesona Si Megalithikum Tanah Jawa
Gunung Padang Runtuhkan Kegalauan
Oleh: Pinot Sity Dari sekian banyak gunung yang ada di pelosok bumi ini, salah satu dari pada itu yang menjadi bahan perbincangan dan menjadi booming sekarang ini yaitu Gunung Padang. Kunjungan Aleut yang pertama kalinya ke Gunung Padang sangat mengundang ketertarikan para Aleutian untuk ikut serta mendaki dan menggalli apa asal-usulnya Gunung Padang itu. Lebih … Lanjutkan membaca Gunung Padang Runtuhkan Kegalauan
Gerakan Teosofi
Oleh: Muhammad Ryzki Wiryawan Gerakan Teosofi (Theosophical Society) didirikan oleh H.P. Blavatsky, Henry Olcott, W. Judge dkk. pada tanggal 17 November 1875 di New York, sejak itu Gerakan Teosofi menyebar ke seluruh dunia termasuk ke Hindia Belanda. Di Hindia Belanda, gerakan ini berkembang pesat dengan banyak menarik anggota dari kalangan terpelajar dan priyayi Jawa. Markas … Lanjutkan membaca Gerakan Teosofi
Organisasi Teosofi
Oleh:Muhammad Ryzki Wiryawan Di Hindia Belanda pada awal abad-20an, berkembanglah suatu paham kebatinan yang diwujudkan dalam organisasi Gerakan Teosofi. Organisasi ini dipimpin Madame Bravatsky dan berpusat di India. Paham gerakan ini, kurang lebihnya seperti yang disebutkan dalam pembukaan Kitab Teosofi di atas. Beberapa tokoh pergerakan nasional diketahui pernah tergabung dalam gerakan Teosofi ini, utamanya para … Lanjutkan membaca Organisasi Teosofi
Sakola Menak
Oleh: Muhammad Ryzki Wiryawan Guru kudu boga angkeuh : “Aing keur murid, lain murid keur aing”. Murid kudu boga angkeuh : “Aing keur guru; lain guru keur aing, da aing teh nu guru” Minggu kemarin, Komunitas Aleut! mengadakan acara telusur sekolah jadul di Bandung. Namun ada yang kurang, yaitu tidak mengunjungi bekas Sakola Menak, atau … Lanjutkan membaca Sakola Menak
Historis pendidikan di Indonesia sampai zaman kolonial
Di sini ku berdiskusi dengan alam yang lirih kenapa indahnya pelangi tak berujung sampai di bumi aku orang malam yang membicarakan terang aku orang tenang yang menentang kemenangan oleh pedang Oleh: Risman Budiman Terlintas di pikiran untuk menulis bagian bait OST filmnya Soe hok gie di awal tulisan sederhana ini, karna setiap kita membahas tentang … Lanjutkan membaca Historis pendidikan di Indonesia sampai zaman kolonial
Perjalanan Bujangga Manik
Oleh:Ridwan Hutagalung Bujangga Manik, Pangeran Sunda yang lebih suka hidup sebagai rahib ini, mengadakan dua kali perjalanan melintasi Pulau Jawa hingga bagian timur dan mencakup Pulau Bali dalam perjalanan keduanya*. Bujangga Manik menuliskan pengalaman perjalanannya ini di atas daun lontar dalam bentuk sajak delapan suku kata. Dalam catatannya ini, Bujangga Manik menyebutkan sekitar 450 nama … Lanjutkan membaca Perjalanan Bujangga Manik
Serat Centhini – Bromo
Oleh Ridwan Hutagalung Ini adalah kisah perjalanan putra Sunan Giri Prapen yang kedua dan ketiga, yaitu R. Jayengsari dan Niken Rancangkapti yang masih muda belia. Mereka lari dari istana Giri yang diserang musuh. Dalam pelarian ini mereka diiringi oleh santri Buras. Perjalanan panjang ini mereka mulai dengan menumpang perahu tambangan di Kalimas. Lalu menuju Wanakrama, … Lanjutkan membaca Serat Centhini – Bromo
Legenda Roro Anteng & Jaka Seger
Oleh:Ridwan Hutagalung Ini adalah legenda tentang asal mula upacara Kasada bagi masyarakat Tengger. Walaupun berlatar budaya Hindu, namun upacara ini tidak ditemukan dalam kebudayaan Hindu lain selain Tengger. Biasanya dilakukan pada tanggal 15 (purnama) pada bulan keduabelas (Kasada) dan dimulai pada pukul 02.00 hingga 07.00. Pada saat itu orang Tengger akan mengambil air suci atau … Lanjutkan membaca Legenda Roro Anteng & Jaka Seger
Cihapit, “Surga dan Masa Yang Kelam” Bandung
Kompleks perumahan Cihapit saat masa pembangunan di tahun 1930-an. Tropen Museum. Oleh: Reza Ramadhan Kurniawan Cihapit merupakan salah satu tempat dari beberapa bagian kawasan di kota Bandung yang menarik untuk di ceritakan. Jika dianalogikan, Cihapit pada masa sekarang adalah surga bagi para peminatnya: berbagai makanan yang khas, buku-buku antik, kaset-kaset nuansa lalu, vinyl dan hal-hal … Lanjutkan membaca Cihapit, “Surga dan Masa Yang Kelam” Bandung
Dalam Memorabilia Masa Anak-anak bersama Aleut
Oleh: Dyah Setyowati Anggrahita Cihapit sudah familiar bagi saya. Di sini ada SDN Sabang, yang masuk dalam rute sopir jemputan saya waktu SD, sedang saya sendiri sekolah di SD Istiqamah yang lokasinya tak jauh dari situ. Seingat saya di dekat SDN Sabang ada Toko MM, yang mana berkali-kali saya pernah dibawa ibu saya belanja di … Lanjutkan membaca Dalam Memorabilia Masa Anak-anak bersama Aleut
Kaulinan Tradisional
Oleh: Risman Budiman Kami anak-anak pencinta pelangi "Pak ketipak ketipung mejikuhibiniu" Kami kesekolah di antar pelangi " Pak ketipak ketipung mejikuhibiniu" Tema Aleut kali ini seperti “Mesin waktu” yang membawa kita kembali ke masa kecil, menjadi manusia tanpa obsesi dan permasalahan seperti sekarang yang sebenarnya sifat dan pembawaan semasa kecil tidak hilang sepenuhnya, karena kita … Lanjutkan membaca Kaulinan Tradisional