Gunung Padang Runtuhkan Kegalauan

Oleh: Pinot Sity

Dari sekian banyak gunung yang ada di pelosok bumi ini, salah satu dari pada itu yang menjadi bahan perbincangan dan menjadi booming sekarang ini yaitu Gunung Padang. Kunjungan Aleut yang pertama kalinya ke Gunung Padang sangat mengundang ketertarikan para Aleutian untuk ikut serta mendaki dan menggalli apa asal-usulnya Gunung Padang itu. Lebih dari 50 para pegiat Aleut mengikuti kunjungan yang diadakan tiap minggu (ngaleut). Jackal Holliday adalah bus yang kita tumpangi ,walaupun yang ber-AC hanya ada satu tapi tidak menjadikan Aleutian tidak menaiki bus ekonomi. Sebagai konsistensi-nya ada pergantian tempat pada saat pulang. Di pagi hari sekitar pukul 8.00 WIB dari depan Kartika Sari Buah batu,mulailah keberangkatan para Aleutian menuju Gunung Padang , Cianjur.

Pada awalnya saya menaikii bus AC, ternyata banyak kegiatan-kegiatan asyik oleh para Aleutian di dalam pada saat perjalanan. Terutama berbincang-bincang ,saling gombal-gembel atau lebih disebut ‘nyekiel’. Sungguh mengasyikan .. diskusi yang konyol membuat penumpang lebih berstamina dan tidak menjenuhkan suasana. Saya gak bisa berhenti ketawa-ketiwi bersama rekan lainnya. Apalagi disuguhi dengan video dangdut tentu menghidupkan suasana lebih energik lagi.

Dalam hening pun,di sepanjang perjalanan, lirik kanan lirik kiri mataku menembus kaca ,terlihat pohon-pohon besar, diantaranya berjejeran pohon aren, pohon kelapa dsb. Terhanyut dalam lamunan ku sawah yang hijau terlihat cantik dan sepoi-sepoi angin membuat daun-daun bergerai ke atas bawah. Menumbuhkan rasa imajinasi ku, saat terdengar musik dangdut daun-daun itu sedang bergoyang asyik. Dari jarak jauh gunung-gunung terlihat elok parasnya. Walau jalannya terjal dan berbelok-belok masih ku nikmati asri-nya alam itu.

Entah sampai seberapa lama lagi harus ku tunggu perjalanan ini dan tak sabar ingin berjumpa dengan sang ‘Gunung Padang’. Setelah berjalannya waktu , tak terasa sampailah pada tujuan , namun bukan Gunung Padang. Tetapi memasuki terowongan Kereta Api Lampegan. Lampegan adalah terowongan pertama yang di bangun di pulau jawa. Lampegan menurut Bang Ridwan yaitu sejenis tumbuhan. Pada saat memasuki terowongan di dalamnya terdapat pancuran air kecil. Sepertinya mangalir dari bukit.

Selanjutnya, melanjutkan perjalanan lagi menuju Gunung Padang. Sesampainya di tempat tujuan timbul perasaan gembira. Namun ,tampaknya ku rasakan lelah sepanjang pagi hingga siangnya perjalanan kita perlu spirit lagi dengan membeli semangkok baso. Ahaha.. walaupun pedas ,tapi mampu sembuhkan rasa lelah ini. Dengan berjalan lagi, kedua kaki ku hampir tidak kuat untuk mendaki keatas. Namun telah dikalahkan oleh rasa semangat ku yang menggebu-gebu. Keringat yeng terus berkucuran mendaki dan mendaki mengikuti arah. Menapaki tangga yang panjang ini.

Perjalannya lebih gila dari pada lari maraton, tapi semangat itu tetap ku simpan di benak hingga akhirnnya sampai pada puncaknya. Yeahh.. ‘Gunung Padang’ kau unik.. seunik peduliku terhadap semua rahasia di balik sosok mu. Saat ku injakan kaki ku dan memasuki stonehouse rasanya ku seperti mengalami kehidupan baru di jaman purbakala. Batu-batu itu terlihat langka dan tertata rapi namun memang kau unik . kau memang megalitikum… semua ke-elokan dan parasmu luluhkan hatiku, runtuhkan ke-galauan ku,kalahkan rasa letih ku.

Batu-batu mu ku sentuh, ku elus-elus. Sungguh benar kau runtuhkan ke-galauanku mengobatiku dengan parasmu. Rasa penasaran membuat ku masih terus ingin jejaki bebatuan ini, untungnya sepatu ku masih tahan melawan terjalnya bebatuan ini hingga singgah dari teras 1 sampai teras 5. Setelah berhenti ,dan saatnya untuk diskusi tentang asal-usul mualnya ‘Gunung Padang’. Dengan pemanduan sejarah Gunung Padang oleh Pak Nanang (petugas yang berada disana ). Menurutnya situs adalah lokasi yang mengandung cagar budaya dan situs ini berumur 4500 SM yang dibangun oleh nenek moyang kita.
Bebatun tertata rapi yaitu hasil alamiah juga campur tangan manusia. Gunung padang dengan artian sebenarnya yaitu padang yang artinya ‘caang’.

Berikut cerita lainnya masih begitu panjang, karena saya juga kurang terlalu menyimak saat pemanduan. Dan banyak kontroversi para ahli arkeologi dan geologi yang selama ini meneliti situs-situs geologi dan peninggalan arkeologi. Namun kita sama-sama tahu, ‘Gunung Padang’ adalah titipan dari nenek moyang kita. Walaupun pada jaman itu kondisinya jauh berbeda dengan kehidupan yang sekarang kita jalani ‘kosmopolitan’. Tentunya kita layak untuk singgah di Gunung Padang dan yang lebih penting dari pada itu adalah sejarah yang mampu menjadikan motivasi semangat dari mereka. Harapan saya , semoga Gunung Padang tetap menjadi salah satu tempat pilihan untuk tujuan menghirup ke-asrian dengan pengertian. Bagaimana dengan anda?

Iklan

2 pemikiran pada “Gunung Padang Runtuhkan Kegalauan

  1. ass.wr.wb.
    sangat bagus artikelnya namun sayang gambarnya tidak ada jadi saya tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh penulis….hehehe lain kali tambahkan foto2nya biar sama2 merasakan keAgungan sang Kholiq dan peninggalan sejarah Pasundan tatar Sunda lembur urang sarerea.HIDUP ALEUT.wasalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s