Bukan Hanya Hitam dan Putih di Kampung Warna Cibunut

Oleh : Rulfhi Pratama (@rulfhi_rama) Kampung Warna Cibunut mungkin bukan yang pertama kalinya menjadi kampung warna di Indonesia. Sebelumnya sudah ada Jodipan di Malang dan Kampung Pelangi di Semarang. Tapi di Kota Bandung rasanya menjadi kampung warna pertama. Kampung Warna Cibunut berada di Jalan Sunda yang terhimpit oleh tembok-tembok bangunan niaga. Mungkin kawan-kawan sudah sering … Lanjutkan membaca Bukan Hanya Hitam dan Putih di Kampung Warna Cibunut

#Info Aleut: Kelas Literasi “Museum Gedung Sate” dan Ngaleut bersama TuneMap “Map My Day”

Sore ini Museum Gedung Sate akan diresmikan. Mumpung masih hangat, Kelas Literasi Pekan ke-120 kita adakan di sana aja. Kita ngobrol-ngobrol santai, diskusi ringan seputar Museum Gedung Sate. Yuk, Aleutians, jangan ketinggalan lagi. Segera daftrakna kehadiran kalian melalui CP yang tertera di poster atau add line official kami di @komunitasaleut *** Hari minggu paginya kita … Lanjutkan membaca #Info Aleut: Kelas Literasi “Museum Gedung Sate” dan Ngaleut bersama TuneMap “Map My Day”

Ngaleut Kampung Warna Cibunut

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Beberapa orang meyakini, pertemuan dan ide-ide cemerlang kerap hadir di cafe-cafe di tengah kota. Obrolan ngalor-ngidul untuk menghasilkan sesuatu yang berujung pada satu tujuan yang sama diharapkan akan membuat satu perubahan besar. Lalu, bisakah pertemuan dan ide-ide itu lahir dari obrolan di gang-gang kecil? Saya melihat sekumpulan orang di depan … Lanjutkan membaca Ngaleut Kampung Warna Cibunut

Perjalanan Mengenal Sosok Bosscha dan Jejaknya di Pangalengan

Oleh : Irfan Noormansyah (@fan_fin) Sebuah plang bertuliskan “selamat datang di kawasan Pabrik Teh Orthodoks PTPN VIII” berhasil melempar ingatan saya ke masa empat tahun yang lalu. Saat itu saya sedang berjuang melalui satu per satu tes dari perusahaan berlabel BUMN tersebut. Siapa sih fresh graduate yang nggak kesengsem menjadi karyawan BUMN? Setidaknya itu pikiran … Lanjutkan membaca Perjalanan Mengenal Sosok Bosscha dan Jejaknya di Pangalengan

#InfoAleut: Kelas Literasi “Konsumerisme Visual” dan Ngaleut “Kampung Warna”

Halo, Aleutian. Kelas Literasi sudah memasuki pekan ke- 119 kali ini Kelas Literasi akan mengambil tema Konsumerisme Visual. Sabtu, tanggal 2 December 2017 di @kedaipreanger mulai jam 13.45 wib Mangga hadir dan kita diskusi mengenai tema yang kini sudah erat melekat dengan keseharian kita. . . Untuk info lebih lanjut, narahubung berikut siap menjawab berbagai … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Kelas Literasi “Konsumerisme Visual” dan Ngaleut “Kampung Warna”

Minggu Berfaedah: Ngaleut KAA Bersama Komunitas Aleut (Part I)

Oleh: Qiny Shonia (@inshonia) Aleut aka. Ngaleut (Sunda) dalam Bahasa Indonesia berarti berjalan beriringan. Mungkin ini yang mendasari komunitas ini berdiri. Seperti Minggu ini, teman-teman dari Komunitas Aleut ini ngaleut dari pagi hingga sebelum dhuhur menyusuri jalanan di Kota Bandung. Karena tema Minggu ini KAA, maka kami ngaleut dari titik 0 Kota Bandung, melalui Jl. … Lanjutkan membaca Minggu Berfaedah: Ngaleut KAA Bersama Komunitas Aleut (Part I)

Berkunjung ke Rumah Bosscha!

Oleh: Erna Sunariyah (@ernasunariyah) Saya termasuk orang yang suka dengan bangunan heritage. Apapun jenis maupun nilai yang dimiliki oleh bangunan tersebut. Saat tour mengenang K.A.R Bosccha tanggal 25 November 2017 lalu bersama mooi Bandung, saya berkesempatan untuk mengunjungi rumah Bosscha, salah seorang preanger planters yang paling berpengaruh di tanah priangan. Rumah bergaya arsitektur eropaRumah ini … Lanjutkan membaca Berkunjung ke Rumah Bosscha!

Wisata Pangalengan: Satu Hari Menyusuri Jejak Bosscha di Perkebunan Teh Malabar Bandung

  Oleh : Irfan Noormansyah (@fan_fin) Nama Bosscha sangat lekat dengan sebuah tempat peneropongan bintang di kawasan Lembang. Nama tersebut diambil dari nama sang inisiator yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha. Selain membangun observatorium, Bosscha juga mengelola Perkebunan Teh Malabar di daerah Pangalengan, Bandung. Di Perkebunan Teh Malabar inilah Bosscha banyak menghabiskan masa hidupnya. Saat pendidikan … Lanjutkan membaca Wisata Pangalengan: Satu Hari Menyusuri Jejak Bosscha di Perkebunan Teh Malabar Bandung

#InfoAleut: Kelas Literasi “Bosscha” dan Ngaleut “Konfrensi Asia Afrika (KAA)”

Nama Bosscha indentik dengan Sebuah observatorium berdiri yang megah di sebidang tanah seluas 6 hektar di Lembang pada ketinggian 1300 mdpl. Sejak didirikan pada tahun 1923, observatorium sudah memberikan banyak manfaat bagi ilmu pengetahuan, khususnya di bidang astronomi. . . Aleutian pasti sudah tahu bahwa nama Bosccha itu diambil dari seorang Belanda pemilik perkebunan teh … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Kelas Literasi “Bosscha” dan Ngaleut “Konfrensi Asia Afrika (KAA)”

Sejarah Terbaginya Bandung dan Wacana Kab. Bandung Timur

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Wilayah Kabupaten Bandung akan semakin mengecil. Dimulai dengan kelahiran Kotamadya Bandung, lalu Kota Cimahi dan terakhir Kabubaten Bandung Barat, dalam waktu dekat akan segera berdiri Kabupaten Bandung Timur. Pada 1 April 1906, pemerintah Hindia Belanda menetapkan kelahiran Kota Bandung yang diberi status sebagai gemeente atau kotapraja. Hampir seratus tahun kemudian, tepatnya pada … Lanjutkan membaca Sejarah Terbaginya Bandung dan Wacana Kab. Bandung Timur

#InfoAleut: Kelas Literasi “Leuweung Sancang” dan Ngaleut “Susur Pantai Jilid 4: Leuweung Sancang”

Kegiatan komunitas Aleut yang rutin dilaksanakan hari Sabtu-Minggu ini sedikit berbeda. Kelas Literasi dan Ngaleut akan dilebur menjadi kegiatan Susur Pantai jilid 4. Kali ini perjalanan masih tetap akan ditemani oleh Djeladjah Priangan. Bersama, kami akan menyusuri Pantai Selatan di wilayah Garut kemudian terus ke wilayah Tasikmalaya. Salah satu kawasan utama yang akan dikunjungi adalah … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Kelas Literasi “Leuweung Sancang” dan Ngaleut “Susur Pantai Jilid 4: Leuweung Sancang”

Jangan Bawa Saya Pergi dari Andir

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Langitnya yang biru dengan cahaya matahari yang terang benderang, hijaunya taman membikin kupu-kupu bisa terbang dengan bebas tanpa merasa pengap, belum lagi gedung-gedung tinggi serta kemodernan yang diciptakan. Sungguh, inilah hunian yang menawarkan keoptimisan: Meikarta. Arghh... Aku ingin pindah ke Meikarta! Akhir-akhir ini saya sering kali mendengar kata Meikarta. Katanya, … Lanjutkan membaca Jangan Bawa Saya Pergi dari Andir

Perkebunan Kertamanah yang Kembali Hidup

Oleh: Vecco Suryahadi (@veccosuryahadi) Pada tahun 1949, pabrik dan perkebunan di Kertamanah terlihat sibuk dan ramai. Lebih dari 400 orang berkumpul di halaman pabrik. Banyak mobil dan kereta kuda terlihat nangkring di halaman Pabrik Teh Kertamanah. Perkebunan Kertamanah terlihat hidup kembali. Kenapa disebut hidup kembali? Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita mundur mulai dari era pendudukan … Lanjutkan membaca Perkebunan Kertamanah yang Kembali Hidup

#InfoAleut: Kelas Literasi “Memento” dan Ngaleut “Jatayu”

Kelas Literasi sabtu ini kita akan membahas isi buku yang baru saja diterbitkan oleh Ultimus, yakni Memento. Sekumpulan cerita masa kecil dari para pegiat Aleut. Dalam acara ini akan ada beberapa penulis di buku tersebut ikut menceritakan pengalaman menulisnya. Aleutians pun bisa ikut aktif berdiskusi soal penulisan buku tersebut ataupun bercerita pengalaman masa kecilnya. Bertempat … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Kelas Literasi “Memento” dan Ngaleut “Jatayu”

Memudarnya Kemewahan Mausoleum van Motman

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) Bogor sangat panas hari itu. Sebutan sebagai Kota Hujan agaknya tidak berlaku saat kami menyambangi kota tersebut. Seorang teman yang memakai jaket tebal dibuat tidak nyaman, sebab siang itu suhu udara di Bogor sekitar 340c . Rupa-rupanya teman saya itu mengira Bogor masih setia dengan udara dingin dan hujannya. Nyatanya sebaliknya. … Lanjutkan membaca Memudarnya Kemewahan Mausoleum van Motman