Wisata Pangalengan: Satu Hari Menyusuri Jejak Bosscha di Perkebunan Teh Malabar Bandung

 

Oleh : Irfan Noormansyah (@fan_fin)

Nama Bosscha sangat lekat dengan sebuah tempat peneropongan bintang di kawasan Lembang. Nama tersebut diambil dari nama sang inisiator yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha. Selain membangun observatorium, Bosscha juga mengelola Perkebunan Teh Malabar di daerah Pangalengan, Bandung. Di Perkebunan Teh Malabar inilah Bosscha banyak menghabiskan masa hidupnya. Saat pendidikan belum menyentuh masyarakat, ia bangun sebuah sekolah. Saat Perkampungan masih gelap gulita, ia buat listrik menerangi setiap rumah. Saat penduduk sekitar tak memiliki penghasilan, ia kembangkan perkebunan teh yang dikelolanya hingga produk tehnya kini menjadi salah satu komoditas ekspor di Jawa Barat. Beberapa waktu lalu, team dari YourBandung mencoba menyusuri jejak yang ditinggalkan oleh Bosscha di Perkebunan Teh Malabar Bandung melalui sebuah tour wisata “one day trip to heart of the tea Pangalengan” yang diselenggarakan oleh Mooi Bandoeng.

Mengunjungi Makam Bosscha

Agenda “one day trip to heart of the tea Pangalengan” diawali dengan mengunjungi makam dari Karel Albert Rudolf Bosscha. Acara yang berlangsung Sabtu (25/11) ini memang sekaligus menjadi momen peringatan meninggalnya Bosscha pada 26 November 1928 silam. Bentuk pusaranya sendiri memiliki rancangan yang sangat unik. Bagian atapnya menyerupai bentuk topi bundar yang sering dikenakan oleh Bosscha. Atap tersebut kemudian ditopang oleh beberapa pilar-pilar besar layaknya sebuah bangunan bergaya Eropa.

Sekolah Bosscha Di Tengah Alam Pangalengan

Dari Makam Bosscha, kami beranjak menuju bangunan sekolah yang dibangun Bosscha untuk memberikan pendidikan pada karyawannya serta masyarakat sekitar. Seperti sekolah Laskar Pelangi di Belitung, bangunan sekolah ini tak terlalu besar dan berdiri tegak sendiri di tengah alam Pangalengan.

Tak jauh dari sekolah yang didirikan Bosscha terdapat sebuah rumah besar yang menjadi tempat kediamannya selama menjadi administratur Perkebunan Teh Malabar. Rumah yang kini dikelola oleh Agrowisata Unit Malabar PTPN VIII ini telah disulap area sekitarnya menjadi wisma yang dapat disewa oleh wisatawan. Sedangkan bagian rumahnya sendiri masih terlihat sangat terawat dan ramai dijadikan tempat berfoto. Dua ruangan kamar di dalam rumah tersebut pun disewakan untuk pengunjung yang berminat merasakan sensasi menginap langsung di rumah bersejarah ini. Dua kamar tersebut memiliki interior dan kenyamanan hampir setara dengan president suite di hotel-hotel berbintang. Selain kamar tidur, ruang makannya dapat juga digunakan oleh para tamu yang menginap.

Ruangan Kamar Yang Disewakan Di Rumah Bosscha

Titik selanjutnya yang dikunjungi dalam tour ini adalah Pabrik Teh Malabar yang dikelola oleh Bosscha selama 32 tahun. Produk unggulan yang diproduksinya adalah jenis teh hitam yang melalui proses oksidasi sempurna sehingga menghasilkan rasa dan warna yang khas. Teh yang dihasilkan oleh Pabrik Teh Malabar ini nantinya akan dikemas menjadi berbagai merek dengan spesifikasi berbeda-beda. Beberapa diantara produk teh tersebut kini dapat dijumpai di berbagai negara di Eropa. Di sini kami pun dapat langsung membeli teh hitam yang sudah dikemas dengan merek Goalpara dan Gunung Mas.

Gazebo Di Puncak Gunung Nini

Tour “one day trip to heart of the tea Pangalengan” kemudian berakhir di Gunung Nini. Walaupun disebut “gunung”, sebenarnya tempat ini hanya sebuah bukit dengan gazebo di bagian puncaknya. Dari puncak Gunung Nini yang memiliki ketinggian 1.616 mdpl, dapat terlihat jelas pemandangan dari lekuk alam Pangalengan yang indah. Motif perkebunan teh dengan motif garis-garis rapi yang sesekali diselimuti kabut sangat memanjakan mata. Dari kejauhan pun dapat nampak Situ Cileunca memancarkan pesonanya. Nah bagi Anda yang mencari alternatif baru saat berwisata ke Bandung, tour ini dapat memberikan pengalaman menarik yang berbeda.

Selamat mencoba!

Pertama kali dimuat di Yourbandung.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s