Stasiun (Barat) Bandung

Oleh: Frans Ari Prasetyo Stasiun Bandung memiliki cerita panjang terkait sejarah transportasi, heritage, hingga mobilitas dan kehidupan warga di sekitarnya sejak era kolonial hingga sekarang ini. Stasiun Bandung sejak awal diresmikan 17 Mei 1884 lalu mengalami perluasan pada tahun 1909 melalui kerja arsitek  bernama FJA Cousin. Pada awalnya, Stasiun Bandung ini hanya memiliki satu pintu … Lanjutkan membaca Stasiun (Barat) Bandung

Dilema Si Pemain Rana

Oleh: Nurul Fatimah (@fatnurulll) Baterai sudah full charged. Memori card sudah diformat. Setengah tujuh masih dua menit lagi. Tapi di luar, motor sudah menderu. Siap dikebut sepagi itu. Kami bertemu di Solontongan. Di sebuah kedai di ujung pertigaan. Sudah sekian orang duduk berbincang sambil menunggu yang lain datang. Pagi itu, setelah sehari sebelumnya Bandung diguyur hujan, … Lanjutkan membaca Dilema Si Pemain Rana

Mendaki Dengan Flat Shoes dan Jaket Tipis: (Gagal) Hunting Milky Way di Gunung Putri, Lembang

Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) Sampai sekarang masih terbayang di dalam benak, betapa menyenangkannya tidur di atas rerumputan sambil memandang langit bertaburan bintang. Untuk orang sepertiku yang notabene orang kota asli, hal tersebut merupakan sesuatu yang langka. Sampai umur segini pun, kegiatan tersebut masih menjadi impian kecilku. Terlihat sederhana, namun sulit sekali dilakukan. Setelah gagal menikmati … Lanjutkan membaca Mendaki Dengan Flat Shoes dan Jaket Tipis: (Gagal) Hunting Milky Way di Gunung Putri, Lembang

Kicauan Burung di Kampung Blekok

Oleh: Hendi Abdurahman Burung-burung di Kampung Blekok yang hendak bersiap mencari makan Kampung Ranca Bayawak atau yang sekarang saya kenal dengan nama Kampung Blekok adalah nama daerah yang berada di Bandung Timur, tepatnya di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage. Saya harus sedikit berhati-hati melafalkan nama kampung ini. Jauhi ngomong Kampung Blekok ketika kamu sedang mengunyah … Lanjutkan membaca Kicauan Burung di Kampung Blekok

Kampung Rancabayawak, Penjaga Terakhir Blekok di Bandung

Oleh: Anggi Aldila Besta Kawanan burung Kuntul di Kampung Ranca Bayawak, Kampung ini juga terkenal dengan sebutan Kampung Blekok . foto doc Komunitas Aleut Mendengar kata "blekok", pasti ingatan kita sebagai urang Sunda tertuju pada sebuah umpatan kekesalan terhadap seseorang. Padahal, belum tentu mereka yang mengumpat itu tahu apa itu blekok. Jenis burung yang lebih tenar dengan nama Belibis ini … Lanjutkan membaca Kampung Rancabayawak, Penjaga Terakhir Blekok di Bandung

Ratapan Burung Blekok

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Katanya cinta..Nyatanya cuma kata..Katanya iya..Besoknya lupa..Bilangnya sih indah..Tapi malah bikin resah..Kalau memang mau berdampingan..Seharusnya jangan menghancurkan..” Mungkin begitu yang diratapi oleh burung blekok yang tinggal di Kampung Blekok, Rancabayawak, Kota Bandung, bila mereka punya akal dan perasaan di saat pohon-pohon bambu tempat mereka tinggal saat ini ditebang satu per satu untuk dijadikan pohon … Lanjutkan membaca Ratapan Burung Blekok

Hal-hal yang Saya Lakukan Saat Naik DAMRI Leuwipanjang-Ledeng

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Ayoo, ayooo cepetan naik bu, jalanan lagi macet nih”, sebuah seruan dengan logat khas Batak terdengar dari balik kemudi lebar transportasi besar. Dengan seragam dinas berwarna biru telur asin, wajah di balik kacamata ovalnya sedikit merengut kepada ibu-ibu yang membawa barang bawaan cukup banyak ke dalam kendaraannya. Cahaya matahari siang itu … Lanjutkan membaca Hal-hal yang Saya Lakukan Saat Naik DAMRI Leuwipanjang-Ledeng

Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Jika bukan kemeja, biasanya motif batik, maka pria tambun itu akan tampil di muka umum dengan atasan kaus Pure Saturday. Jika beruntung–sialnya akan selalu beruntung, saya, juga kamu, saat hari kerja bisa mendapatinya siang hari datang ke Kedai Preanger untuk mengasoh, memesan es teh manis, lalu memutar lagu-lagu dari band bergenre alternative … Lanjutkan membaca Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?

Persib dan Literasi Bal-balan

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Saat rehat babak pertama laga tandang Persib yang melawat Persiba, saya menulisi akun @simamaungdengan pertanyaan retoris sok puitis: Kenapa sepi dan rindu diciptakan? Hanya tinggal mengklik tombol tweet, beruntungnya saya bukan makhluk yang kelewat iseng. Sebenarnya, enggak masalah sih sedikit jahil dengan salah satu media daring paling akrab di telinga bobotoh … Lanjutkan membaca Persib dan Literasi Bal-balan

Rumah itu bernama Komunitas Aleut

Oleh: Anggi Aldila Besta (@anggicau) Rumah bagi setiap orang adalah salah satu hal yang sangat dirindukan, tempat kita bisa berkumpul, bercanda, bercerita bahkan bertengkar, hanya karena berbeda pendapat kecil atau salah paham. Di rumah tersebut kita senantiasa bisa menemukan seseorang yang enak untuk diajak bercerita dan bertanya. Pembentukan karakter seseorang pun kadang tidak terjadi di … Lanjutkan membaca Rumah itu bernama Komunitas Aleut

Dari Stalking, Ikut Nangkring, dan Akhirnya Turut Ngabring

Oleh: Hendi Abdurahman (@akayberkoar) Stalking Medio tahun 2013 - 2014 twitter menjadi media sosial yang sangat saya gandrungi. Hampir setiap ada waktu senggang saya selalu membuka media sosial berlogo burung berwarna biru itu. Banyak sekali informasi yang saya dapatkan secara cepat dengan aplikasi ini. Kalaupun saya terlambat mendapatkan informasi terkini, saya tinggal scroll atau melihat … Lanjutkan membaca Dari Stalking, Ikut Nangkring, dan Akhirnya Turut Ngabring

Nyaah Kepada Gadis Cantik yang Lewat

Oleh: Moro Sudjatmiko Tidak terasa sudah sepuluh tahun Aleut! berkarya. Entah kapan saya pertama kali ikut ngaleut. Lupa... Yang saya ingat hanya tidak lebih dari jumlah jari saya mengikutinya. Walaupun begitu dengan GR saya merasa sudah menjadi keluarganya. Seperti otomatis, sebagaimana kebiasaan saya yang suka tiba-tiba "nyaah" kepada gadis cantik yang lewat. Saya yang merasa … Lanjutkan membaca Nyaah Kepada Gadis Cantik yang Lewat

10 Hal yang Diingat dari Aleut

Oleh: Candra Asmara (@candrasmarafaka) Ada beberapa hal yang saya ingat tentang Aleut. Saya batasi sampai 10 saja, biar sama dengan angka ulang tahun Aleut. Berikut 10 hal yang diingat dari Aleut versi on the brot: 1. Aceng Bukan nama pegiat ataupun nama pemain Persib. Aceng adalah nama asbak berbentuk kura-kura milik mantan kordinator Aleut, M. … Lanjutkan membaca 10 Hal yang Diingat dari Aleut

Komunitas Aleut yang Biasa Saja

Oleh: Indra Pratama (@omindrapratama) Connecting people. Banyak orang mengenal dua kata ini sebagai tagline komersial Nokia, produsen alat komunikasi terbesar dunia di dekade pertama abad XXI. Tapi terlihat bahwa connecting people juga sangat bisa dipakai untuk menjadi judul semangat jaman dunia pasca Perang Dunia II. Para akademisi, teknisi, dan tidak ketinggalan para industrialis dan pemasar, … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut yang Biasa Saja

Apa yang Dapat Saya Bicarakan Soal Saya dan Ngaleut

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Hal terpenting yang kita pelajari di sekolah ialah fakta bahwa hal paling penting enggak dapat dipelajari di sekolah, tulis Haruki Murakami. Dalam What I Talk About When I Talk About Running-nya, ada beragam kalimat aduhai yang bisa dipinjam kalau-kalau ingin ditulis di caption Instagram, dan yang tadi adalah kalimat favorit saya. … Lanjutkan membaca Apa yang Dapat Saya Bicarakan Soal Saya dan Ngaleut