Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Katanya cinta..Nyatanya cuma kata..Katanya iya..Besoknya lupa..Bilangnya sih indah..Tapi malah bikin resah..Kalau memang mau berdampingan..Seharusnya jangan menghancurkan..” Mungkin begitu yang diratapi oleh burung blekok yang tinggal di Kampung Blekok, Rancabayawak, Kota Bandung, bila mereka punya akal dan perasaan di saat pohon-pohon bambu tempat mereka tinggal saat ini ditebang satu per satu untuk dijadikan pohon … Lanjutkan membaca Ratapan Burung Blekok
Komunitas Aleut
Catatan Perjalanan: Ngaleut Kampung Blekok
Oleh: M. Firza Richsan (@Firzarichsan) Lahir dan tumbuh dari keluarga yang sangat menyayangi dan menggemari hewan – terutama unggas dan burung—membuat saya, mau tidak mau untuk mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh bapak dan paman-paman saya. Sedari kecil, saya sudah banyak diperkenalkan oleh mereka dengan ratusan jenis burung, entah itu burung-burung yang berada di rumah, yang … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Ngaleut Kampung Blekok
Hal-hal yang Saya Lakukan Saat Naik DAMRI Leuwipanjang-Ledeng
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Ayoo, ayooo cepetan naik bu, jalanan lagi macet nih”, sebuah seruan dengan logat khas Batak terdengar dari balik kemudi lebar transportasi besar. Dengan seragam dinas berwarna biru telur asin, wajah di balik kacamata ovalnya sedikit merengut kepada ibu-ibu yang membawa barang bawaan cukup banyak ke dalam kendaraannya. Cahaya matahari siang itu … Lanjutkan membaca Hal-hal yang Saya Lakukan Saat Naik DAMRI Leuwipanjang-Ledeng
Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Jika bukan kemeja, biasanya motif batik, maka pria tambun itu akan tampil di muka umum dengan atasan kaus Pure Saturday. Jika beruntung–sialnya akan selalu beruntung, saya, juga kamu, saat hari kerja bisa mendapatinya siang hari datang ke Kedai Preanger untuk mengasoh, memesan es teh manis, lalu memutar lagu-lagu dari band bergenre alternative … Lanjutkan membaca Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?
Membedah “Based on a True Story” di #KelasLiterasi Edisi Ke-48
Oleh: Ramadita Alya Azizah (ROI-Radio) Ada pengalaman seru pas kemarin menghabiskan waktu menunggu adzan maghrib. Ngabuburit hari Sabtu (18/6) kemarin lebih bermanfaat ketimbang momotoran di flyover Pasupati, soalnya Komunitas Aleut Bandung bikin acara #KelasLiterasi ke-48. Kali ini Komunitas Aleut mengadakan bedah buku Based on a True Story, sebuah biografi Pure Saturday, dengan pembicaranya yaitu penulis … Lanjutkan membaca Membedah “Based on a True Story” di #KelasLiterasi Edisi Ke-48
Persib dan Literasi Bal-balan
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Saat rehat babak pertama laga tandang Persib yang melawat Persiba, saya menulisi akun @simamaungdengan pertanyaan retoris sok puitis: Kenapa sepi dan rindu diciptakan? Hanya tinggal mengklik tombol tweet, beruntungnya saya bukan makhluk yang kelewat iseng. Sebenarnya, enggak masalah sih sedikit jahil dengan salah satu media daring paling akrab di telinga bobotoh … Lanjutkan membaca Persib dan Literasi Bal-balan
Purwakarta Menyapa Dengan Senyum yang Menggoda
Oleh: Hendi Abdurahman (@akayberkoar) Saya sempat melihat perempuan itu di tempat yang tidak begitu ramai, orang mengenalnya dengan nama Citra. Beberapa kali kami berpapasan di tengah jalan ketika saya hendak pergi ke arah timur. Saat itu, tidak pernah terlintas dipikiran saya untuk sekedar say hi dengannya, paling hanya senyum-senyum kecil. Di mata saya, Citra adalah seorang … Lanjutkan membaca Purwakarta Menyapa Dengan Senyum yang Menggoda
Rias Muka Ala Purwakarta
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) Otot kawat tulang baja julukannya, bertengger Sabtu pagi di Stasiun Purwakarta. Tak lain dan tak bukan adalah Gatot Kaca, putra dari Bima. Tokoh yang terkenal bisa melayang di angkasa ini menyambut gagah kedatangan para tamu yang singgah di Purwakarta lewat kereta. Seringai wajahnya menunjukkan wibawa, seolah menjadi penjaga kota. Stasiun Purwakarta … Lanjutkan membaca Rias Muka Ala Purwakarta
Rumah itu bernama Komunitas Aleut
Oleh: Anggi Aldila Besta (@anggicau) Rumah bagi setiap orang adalah salah satu hal yang sangat dirindukan, tempat kita bisa berkumpul, bercanda, bercerita bahkan bertengkar, hanya karena berbeda pendapat kecil atau salah paham. Di rumah tersebut kita senantiasa bisa menemukan seseorang yang enak untuk diajak bercerita dan bertanya. Pembentukan karakter seseorang pun kadang tidak terjadi di … Lanjutkan membaca Rumah itu bernama Komunitas Aleut
Dari Stalking, Ikut Nangkring, dan Akhirnya Turut Ngabring
Oleh: Hendi Abdurahman (@akayberkoar) Stalking Medio tahun 2013 - 2014 twitter menjadi media sosial yang sangat saya gandrungi. Hampir setiap ada waktu senggang saya selalu membuka media sosial berlogo burung berwarna biru itu. Banyak sekali informasi yang saya dapatkan secara cepat dengan aplikasi ini. Kalaupun saya terlambat mendapatkan informasi terkini, saya tinggal scroll atau melihat … Lanjutkan membaca Dari Stalking, Ikut Nangkring, dan Akhirnya Turut Ngabring
Kapel RS Borromeus
Kapel ini didirikan bersamaan dengan pembangunan RS Borromeus pada pertengahan tahun 1920-an. Jika bangunan utama rumah sakit menghadap ke Jl. Dago, kapel ini menghadap ke sisi lainnya yaitu ke Jl. Suryakencana. Selama hampir 100 tahun berdiri, bangunan ini belum pernah diubah bentuknya alias masih asli!
Nyaah Kepada Gadis Cantik yang Lewat
Oleh: Moro Sudjatmiko Tidak terasa sudah sepuluh tahun Aleut! berkarya. Entah kapan saya pertama kali ikut ngaleut. Lupa... Yang saya ingat hanya tidak lebih dari jumlah jari saya mengikutinya. Walaupun begitu dengan GR saya merasa sudah menjadi keluarganya. Seperti otomatis, sebagaimana kebiasaan saya yang suka tiba-tiba "nyaah" kepada gadis cantik yang lewat. Saya yang merasa … Lanjutkan membaca Nyaah Kepada Gadis Cantik yang Lewat
10 Hal yang Diingat dari Aleut
Oleh: Candra Asmara (@candrasmarafaka) Ada beberapa hal yang saya ingat tentang Aleut. Saya batasi sampai 10 saja, biar sama dengan angka ulang tahun Aleut. Berikut 10 hal yang diingat dari Aleut versi on the brot: 1. Aceng Bukan nama pegiat ataupun nama pemain Persib. Aceng adalah nama asbak berbentuk kura-kura milik mantan kordinator Aleut, M. … Lanjutkan membaca 10 Hal yang Diingat dari Aleut
Komunitas Aleut yang Biasa Saja
Oleh: Indra Pratama (@omindrapratama) Connecting people. Banyak orang mengenal dua kata ini sebagai tagline komersial Nokia, produsen alat komunikasi terbesar dunia di dekade pertama abad XXI. Tapi terlihat bahwa connecting people juga sangat bisa dipakai untuk menjadi judul semangat jaman dunia pasca Perang Dunia II. Para akademisi, teknisi, dan tidak ketinggalan para industrialis dan pemasar, … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut yang Biasa Saja
Apa yang Dapat Saya Bicarakan Soal Saya dan Ngaleut
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Hal terpenting yang kita pelajari di sekolah ialah fakta bahwa hal paling penting enggak dapat dipelajari di sekolah, tulis Haruki Murakami. Dalam What I Talk About When I Talk About Running-nya, ada beragam kalimat aduhai yang bisa dipinjam kalau-kalau ingin ditulis di caption Instagram, dan yang tadi adalah kalimat favorit saya. … Lanjutkan membaca Apa yang Dapat Saya Bicarakan Soal Saya dan Ngaleut