Oleh: Fikri M Pamungkas Jika akhir pekan tanpa pergi kemana-mana sepertinya terasa hampa. Minggu lalu saya berkesempatan mengikuti kegiatan ngaleut ke sekitar Jalan Siti Munigar. Pagi itu begitu cerah seakan-akan merestui perjalanan ini, dengan rasa penasaran dan ingin tahu saya pun berangkat bersama rekan komunitas aleut. Kami berangkat melewati Jalan Pasir Koja, lalu berbelok kanan, … Lanjutkan membaca Ngaleut Jalan Siti Munigar
Ngaleut
Pajagalan; Rumah Potong Hewan Lama di Bandung
Oleh: Muhammad Naufal Fadilah Perjalanan ngaleut di kawasan Pajagalan menyisakan sebuah cerita yang berkesan. Sudah sejak kecil saya diperkenalkan dengan jalan Pajagalan, namun tidak pernah terbersit sama sekali mengapa jalan ini diberi nama tersebut. Berdasarkan hasil diskusi bersama rekan-rekan Aleut, nama pajagalan besar kemungkinan diambil dari keberadaan rumah potong hewan di salah satu sudut jalan … Lanjutkan membaca Pajagalan; Rumah Potong Hewan Lama di Bandung
Ngaleut Momotoran ke Sumedang
Oleh Asep Ardian Dari Cadas Pangeran, ke Cut Nyak Dhien, sampai ke tempat peristirahatan terakhir raja-raja Sumedang. Sebelum melakukan perjalanan ini, saya mengenal Sumedang hanya dari kesenian Kuda Renggongnya, yang ketika saya kecil sesekali mengikuti iring-iringan Kuda Renggong jika di daerah saya ada orang kaya yang disunat. Setelah beranjak dewasa, pandangan tentang Sumedang sedikit bertambah … Lanjutkan membaca Ngaleut Momotoran ke Sumedang
Catatan Momotoran Tendjonagara
Ditulis oleh: Inas Qori Aina Momotoran Tendjonagara ini menjadi perjalanan kami berikutnya setelah beberapa minggu lalu perjalanan kami terhenti sampai di Pabuntelan. Berbekal informasi dari buku Pak E. Suhardi Ekadjati yang berjudul “Ceritera Dipati Ukur; Karya Sastra Sejarah Sunda” dan informasi tambahan dari sebuah channel Youtube yang membahas sejarah Cirebon Girang dan Pabuntelan, maka kami … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran Tendjonagara
Catatan Perjalanan Ngaleut Bojongsoang (2)
Ditulis oleh: Inas Qori Aina Lokasi Ngaleut kami berikutnya adalah Makam Luluhur Bupati Bandung yang ada di Dayeuhkolot. Sebelum lanjut, MagLex mengusulkan supaya kami mampir dulu ke rumah salah satu keturunan H. Rahmat Adam yang terletak tidak jauh dari komplek pemakaman. Kawan-kawan Aleut angkatan lama memang sebelumnya sudah pernah mampir untuk bersilaturahmi ke rumah ini … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan Ngaleut Bojongsoang (2)
Catatan Perjalanan Ngaleut Bojongsoang (1)
Ditulis oleh: Inas Qori Aina Sabtu pagi yang cukup cerah untuk mengawali Ngaleut kali ini. Tidak seperti Ngaleut biasanya yang dimulai dari mulai pukul tujuh, pada Ngaleut Bojongsoang, saya dan beberapa kawan Aleut berangkat dari sekretariat Komunitas Aleut pukul sepuluh kurang sebelas menit. Kami berangkat agak siang karena rute serta tempat yang akan kami singgahi … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan Ngaleut Bojongsoang (1)
Mausoleum Keluarga Ursone: Orate Pro Nobis – Doakanlah Kami
Ditulis oleh: Deuis Raniarti Rumah Keluarga Ursone di Lembang. Foto: Reza Khoerul Iman Minggu lalu saya dan teman-teman mengunjungi bekas rumah tinggal keluarga Ursone di Jalan Baruajak, Lembang. Sedikit flashback ke tulisan saya sebelumnya yang berjudul Momotoran Lembang, kami mengunjungi rumah ini setelah Ngaleut ke beberapa tempat di kawasan Lembang. Rumah ini tampak bagus dan … Lanjutkan membaca Mausoleum Keluarga Ursone: Orate Pro Nobis – Doakanlah Kami
Ngaleut 90 Tahun Makam Pandu: 1932-2022
Ditulis oleh: Aditya Wijaya (@adityanism) Para peserta Ngaleut di depan gerbang Ereveld Pandu. Foto: Deuis Raniarti Hari Kamis 13 Januari 2022, Komunitas Aleut mengadakan kegiatan Ngaleut Makam Pandu. Ngaleut ini dihadiri oleh sepuluh peserta dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Ngaleut dimulai pukul 09.30 pagi dengan Mang Alex menjelaskan latar belakang berdirinya Makam Pandu, dilanjut … Lanjutkan membaca Ngaleut 90 Tahun Makam Pandu: 1932-2022
Ngaleut Cidadap: Mata Air di Kota Bandung Kini (2)
Ditulis oleh: Aditya Wijaya Penampungan air di Setiabudhi tahun 1920. Foto: Leiden University Tulisan ini adalah lanjutan dari bagian pertama Ngaleut Cidadap: Mata Air di Kota Bandung Kini (1). Bagian pertama adalah rangkaian perjalanan dan cerita saat mengunjungi Gedong Cai Cidadap dan Gedong Cai Tjibadak, sedangkan pada bagian ini saya ingin bercerita ketika kami mengunjungi … Lanjutkan membaca Ngaleut Cidadap: Mata Air di Kota Bandung Kini (2)
Ngaleut Cidadap: Mata Air di Kota Bandung Kini (1)
Ditulis oleh: Reza Khoerul Iman Relief nama Tjibadak - 1921 yang sudah dirapikan. Foto: Deuis Raniarti “Tepat pada 29 Desember 2021 lalu, Gedong Cai Tjibadak diramaikan oleh banyak orang. Wartawan berdatangan, berbagai komunitas menghadiri tempat tersebut, MCK dan lingkungan sekitar direvitalisasi, bahkan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Bandung, Yana Mulyana, pun turut turun ke hadapan Gedong … Lanjutkan membaca Ngaleut Cidadap: Mata Air di Kota Bandung Kini (1)
Catatan Ngaleut Kompleks Militer Cimahi
Oleh: Aquinaldo Sistanto (@edosistanto) Jam menunjukkan pukul 07.00. Setelah memarkir motor, saya bergegas menuju Stasiun Selatan Bandung. Tak perlu waktu lama untuk mencapai gedung bergaya Art Deco rancangan arsitek de Roo itu. Saya pun berjalan menuju ruang tunggu, mencari Lina, sesama pegiat Aleut yang sudah lebih dulu tiba di sana. Di ruang tunggu, saya menemui … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Kompleks Militer Cimahi
Bandung Lautan Api (Ketika Mundur Menjadi Langkah Sebuah Perlawanan)
Oleh: Puspita Putri (@Puspitampuss) Minggu, 24 Maret 2019, satu hari setelah peringatan peristiwa Bandung Lautan Api ke-73. Aku bangun sejak dini hari lalu bergegas menuju kamar adikku untuk membangunkannya. Seperti biasa, Minggu pagi adalah saat untuk aku berkegiatan rutin sejak pertengahan Februari lalu, ngaleut. Kali ini aku mengajak adikku yang padahal sedang ujian sekolah. Tapi, biarlah, … Lanjutkan membaca Bandung Lautan Api (Ketika Mundur Menjadi Langkah Sebuah Perlawanan)
Catatan Perjalanan Ngaleut Bagendit
Oleh: Mey Saprida (@meysaprida) Memilukan, seseorang harus menjatuhkan hukuman mati kepada temannya sendiri, lantaran temannya itu melakukan pemberontakan. Berawal dari sana, saya penasaran bagaimana pemberontakan itu berakhir? Akhirnya dia yang memboncengku bercerita. Dulu Sukarno berteman dengan Kartosoewirjo di Surabaya, mereka ngekos di tempat yang sama yaitu di rumah Tjokroaminoto. Tjokroaminoto tidak lain merupakan guru mereka. … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan Ngaleut Bagendit
Blekok, Dulu dan Kini
Suasana senja di Kampung Blekok mengingatkan saya pada suatu adegan di Jurrasic World, ketika gerombolan Pteranodon berterbangan memenuhi langit setelah kandang yang menjadi tempat tinggal mereka hancur diterjang Indominus rex
17:30 WIB: Waktu Indonesia bagian Blekok
Oleh: Audya Amalia “....the glory of the past, had gone to underground and people just forgot some people try hard, to wake up in this age to take back their life....” Hari Minggu tanggal 24 Juni 2018, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Bandung menuju tujuan, earphones di telinga saya terus mengulang-ngulang lagu Unperfect Sky-nya Elemental Gaze. Sambil … Lanjutkan membaca 17:30 WIB: Waktu Indonesia bagian Blekok