Jejak Masa Lalu “Yang Terlupakan”

Oleh: Wisnu Setialengkana (@naminawisnu) Ironis. Satu kata yang terucap bila melihat tempat ini. Tempat yang merupakan situs sejarah. Salah satu jejak masa lalu 'yang terlupakan" Mungkin masih banyak yang tidak tahu mengenai bangunan di foto yang ada diatas itu. Yakin tidak mengetahuinya ? Ironis. Kembali harus saya ucapkan bila tidak mengetahuinya. Terlebih bila orang Bandung. … Lanjutkan membaca Jejak Masa Lalu “Yang Terlupakan”

Annaa Maria de Groote (1755-1756)

Ini soal nisan lagi. Sejak disinggung oleh Kuncen Bandung, Haryoto Kunto, dalam bukunya Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (Granesia, 1984), nisan yang satu ini hanya beredar sebagai kabar burung saja tanpa pernah ada catatan dari seseorang yang benar-benar melihatnya. Haryoto Kunto menyampaikan cerita nisan ini dengan mengutip buku karya Reitsma & Goodland tahun 1921, disebutkannya bahwa … Lanjutkan membaca Annaa Maria de Groote (1755-1756)

Papan Cuci Elisabeth Adriana Hinse-Rieman

Hari ini saya mengantarkan beberapa orang yang ingin menengok nisan Letnan Tionghoa pertama di Bandung yang beberapa hari lalu saya unggah di sini. Tidak banyak informasi baru yang saya dapatkan. Di jalan pulang, saya mampir ke mata air Ci Guriang di sebelah utara Jl. Kebon Kawung. Bila nisan Letnan Tionghoa sudah menjadi bagian sebuah tembok … Lanjutkan membaca Papan Cuci Elisabeth Adriana Hinse-Rieman

Dari Lasmanah di Taman Cibeunying, ke Banjarnegara, sampai Parta Kutang.

Ini adalah cerita ngalor-ngidul. Cerita yang muncul dan berkembang begitu saja dari sebuah foto. Seorang teman menunjukkan sebuah foto di grup whatsapp kawan-kawan Komunitas Aleut! Foto itu bergambar sebuah potret berukuran besar yang diambilnya di ruang dalam sebuah restoran di Jl. Taman Cibeunying Selatan. Potret tua berwarna sepia itu terbingkai dan terpajang anggun di dinding … Lanjutkan membaca Dari Lasmanah di Taman Cibeunying, ke Banjarnegara, sampai Parta Kutang.

Nisan Luitenant Oeij Bouw Hoen, 1882

Sabtu lalu saya jalan-jalan menyusuri perkampungan padat di daerah Babakan Ciamis. Dari beberapa bacaan, saya tahu dulu di kawasan itu ada permakaman Cina pindahan dari Oude Kerkhoff (Sentiong) di Banceuy. Ternyata saat ini kawasan itu sudah sangat padat oleh permukiman, lorong-lorong jalan yang sangat sempit, untuk dilewati satu motor pun susah, dan karena tanahnya berundak-undak, … Lanjutkan membaca Nisan Luitenant Oeij Bouw Hoen, 1882

Menggali Sejarah Perkembangan Kota dari Permakaman di Kota Bandung

Oleh: Ariyono Wahyu Permakaman merupakan salah satu fasilitas/perlengkapan sebuah kota yang penting. Bila mereka yang hidup membutuhkan kompleks permukiman sebagai tempat tinggal untuk bernaung, maka mereka yang telah “berpulang ke keabadian” juga membutuhkan tempat untuk move on menuju kehidupan selanjutnya. Ternyata, melalui permakaman, kita juga dapat menggali sejarah perkembangan sebuah kota. Berikut ini adalah cerita … Lanjutkan membaca Menggali Sejarah Perkembangan Kota dari Permakaman di Kota Bandung

Bandungers in Yogya : Bagian 2

Oleh : R.Indra Pratama (@omindrapratama) Dari Pakualaman, saya lanjut jalan untuk mengeksplorasi daerah Bintaran. Daerah ini terkenal dengan arsitektur indis-Jawa yang khas. Kawasan Bintaran merupakan kawasan hunian alternatif bagi orang Belanda yang menetap di Yogyakarta. Merupakan perluasan dari kawasan hunian di Malioboro. Nama Bintaran dikenal karena kawasan ini adalah tempat berdirinya Ndalem Mandara Giri, kediaman … Lanjutkan membaca Bandungers in Yogya : Bagian 2

Bandungers in Yogya : bagian 1

Oleh : R.Indra Pratama (@omindrapratama) Sebagai mantan social scientist, saya benar-benar benci dengan sistem feodal yang sedikit banyak masih berlaku di Yogyakarta. Tapi di cabang lain lidah saya, sedikit keterjebakan Yogyakarta di masa lalu ini menjadikan kondisi yang lebih kondusif bagi banyak artefak masa lalu di daerah ini (Yogyakarta kota maupun DIY). 2009 merupakan perjalanan … Lanjutkan membaca Bandungers in Yogya : bagian 1

Catatan Ci Kapayang 10.11.13

RAA Martanagara (1845-1926) adalah Bupati Bandung periode 1893-1918. Karena bukan berasal dari trah Bandung, maka ia mendapat julukan Dalem Panyelang. 27 Juni 1893, seorang Patih yang bertugas di Afdeling Sukapura Kolot diangkat menjadi Bupati Bandung yang kesepuluh, Raden Adipati Aria Martanagara. Ia menggantikan Bupati Bandung kesembilan, Raden Adipati Kusumadilaga, yang wafat dua bulan sebelumnya. Pengangkatan … Lanjutkan membaca Catatan Ci Kapayang 10.11.13

Ngaleut Inhofftank, 01.12.13

Oleh: Ridwan Hutagalung Minggu, 1 Desember 2013, adalah hari yang cukup istimewa. Hari ini kami akan berkenalan dengan satu kawasan di bagian selatan Bandung, yaitu Inhoftank. Walaupun cukup sering melewati kawasan ini dalam berbagai kesempatan, tetapi mengunjunginya secara khusus belum pernah dilakukan. Lagipula sering terpikir, apa perlunya berkunjung ke tempat ini selain karena namanya yang … Lanjutkan membaca Ngaleut Inhofftank, 01.12.13

Ngaleut Ci Kapayang 10.11.13

Oleh: Ridwan Hutagalung RAA Martanagara (1845-1926) adalah Bupati Bandung periode 1893-1918. Karena bukan berasal dari trah Bandung, maka ia mendapat julukan Dalem Panyelang. 27 Juni 1893, seorang Patih yang bertugas di Afdeling Sukapura Kolot diangkat menjadi Bupati Bandung yang kesepuluh, Raden Adipati Aria Martanagara. Ia menggantikan Bupati Bandung kesembilan, Raden Adipati Kusumadilaga, yang wafat dua … Lanjutkan membaca Ngaleut Ci Kapayang 10.11.13

Menyusuri Houtmanstraat

Oleh : Indra Rha “Houtmanstraat ?” Mendengar kata tersebut saya diliputi rasa penasaran. Di mana kawasan itu? Pengumuman @KomunitasAleut menyebutkan akan menjelajah sudut kota dengan nama Houtmanstraat pada hari Minggu, 24 November 2013. Pagi-pagi saat udara terasa segar dan cerah, saya sudah siap di lokasi berkumpul yang ditentukan, yaitu di halaman PUSDAI. Seperti pada kegiatan-kegiatan … Lanjutkan membaca Menyusuri Houtmanstraat

Catatan Ngaleut Inhofftank, 1 Desember 2013

Oleh: Vecco Suryahadi Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke. Pepatah Sunda di atas tetap terpatri dalam pikiran setiap kali mengikuti kegiatan @KomunitasAleut: “Ada masa lalu, ada masa kini, tidak ada masa lalu maka tidak ada pula masa kini.” Pukul 07:30, kami sudah berkumpul di depan Museum Sribaduga untuk melaksanakan kegiatan ngaleut … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Inhofftank, 1 Desember 2013

Jalan Inhofftank dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Satu Abad yang Lalu

Oleh : Indra Rha Berikut ini catatan dari kunjungan saya bersama @KomunitasAleut ke kawasan Inhofftank pada hari Minggu, 1 Desember 2013. Menurut catatan kami tidak ada nama Jalan Inhofftank  di kota lain selain Bandung, tentu saja hal ini ada riwayatnya, nah kegiatan Aleut! hari ini mencoba mencari riwayat penamaan jalan Inhofftank. Jalan Inhofftank terletak tak … Lanjutkan membaca Jalan Inhofftank dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Satu Abad yang Lalu

Ngaleut Inhoftank, 01.12.13

Minggu, 1 Desember 2013, adalah hari yang cukup istimewa. Hari ini kami bersama @KomunitasAleut akan berkenalan dengan satu kawasan di bagian selatan Bandung, yaitu Inhoftank. Walaupun cukup sering melewati kawasan ini dalam berbagai kesempatan, tetapi mengunjunginya secara khusus belum pernah dilakukan. Lagipula sering terpikir, apa perlunya berkunjung ke tempat ini selain karena namanya yang unik … Lanjutkan membaca Ngaleut Inhoftank, 01.12.13