carpe diem Jika mencari Mesjid di kawasan Cipaganti, tujuan kita pasti Mesjid Cipaganti. Mesjid yang tergolong besar ini ternyata memiliki cerita masa lalu yang menarik untuk dipelajari. Kenapa tidak. Jika kita membaca peta Bandung era kolonial, kita akan menemukan lokasi Mesjid Cipaganti berada di kawasan perumahan orang Eropa. Pada awalnya, telah ada kampung di kawasan Cipaganti. Kampung tersebut adalah Kampung … Lanjutkan membaca Mesjid Cipaganti: Sebuah Cerita Dari Masa Lalu
Ngabuburit: Tempo Dulu
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) ngabuburit : ngadagoan burit dina bulan puasa bari jalan – jalan Terjemahan dari ngabuburit akan membuka tulisan saya kali ini. Ngabuburit berasal dari kata burit yang berarti waktu sebelum bedug magrib. ngabuburit itu sendiri berarti menunggu burit saat bulan puasa dengan jalan – jalan. Jika bertanya pada pelaku sejarah Bandung mengenai ngabuburit di Bandung tempo dulu, ingatan mereka akan melayang menuju beberapa … Lanjutkan membaca Ngabuburit: Tempo Dulu
Asal Usul “Bancakan” Dan “Botram”
Oleh: Hani Septia Rahmi (@tiarahmi) Tidak seperti biasanya, Hari Minggu ini penggiat Komunitas Aleut tidak mengelilingi kota Bandung, belajar mengenal, mencintai, dan mengapresiasi kota tempat tinggal mereka. Pada kesempatan ini, penggiat Komunitas Aleut mengadakan kegiatan apresiasi film dokumenter konser Loreena McKennitt yang berjudul “Night at Alhambra” serta mengadakan salah satu tradisi Sunda untuk makan … Lanjutkan membaca Asal Usul “Bancakan” Dan “Botram”
Info Aleut 6 Juli 2014
#infoaleut Sampurasun, Aleutian! Minggu (6 Juli 2014), tema kali ini adalah Ramadhan di Priangan. Penasaran ngabuburit ala Komunitas Aleut? Atau penasaran ngabuburit tempo dulu di Bandung seperti apa? Ayo, kita ngaleut di Komunitas Aleut! Kumpul di Mesjid Cipaganti pukul 14:00. Konfirmasi ke 082-315-010-836. Ayo kita ngaleut Ramadhan di Priangan.
Catatan Perjalanan: Seluk Beluk Sepakbola di Bandung
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Waktu menunjukkan pukul 18.04 di jam tangan saat saya selesai memakirkan mobil di depan rumah. Rasa lelah yang menghinggapi tubuh setelah menyupir sejauh ±370 km dari Bandung-Ciamis-Bandung rasanya sudah tak tertahankan lagi, apalagi ini pengalaman pertama saya menyupir luar kota sejauh ratusan kilometer tanpa melalui jalan tol. Bahkan isi … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Seluk Beluk Sepakbola di Bandung
Komunitas Aleut Temukan Batu Nisan Oeij Bouw Huen
Ria Indhryani - 26 Maret 2014, 21:03 WIB Bisnis.com, BANDUNG--Komunitas Aleut menemukan sebuah batu nisan yang merupakan kuburan seorang Letnan dari Negara China yang bernama Oeij Bouw Huen pada salah satu daerah pemukiman Kelurahan Babakan Ciamis, Bandung.Ridwan Hutagalung, Pembina Komunitas Aleut, mengungkapkan pihaknya menemukan makam Oeij Bouw Huen ini pada Sabtu lalu ketika menyusuri Cikapundung untuk … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut Temukan Batu Nisan Oeij Bouw Huen
Jalan-jalan Aleut: 124 tahun Biofarma
Oleh: Nurul Wachdiyyah Jumat 7 Maret saya bergabung dengan komunitas Aleut. Ini komunitas sejarah, kerjaannya jalan-jalan mendatangi tempat bersejarah. Kadang-kadang gak jalan-jalan melulu, tapi juga berkumpul di satu tempat dan bedah buku juga atau bedah musik. Nah jumat lalu, jam 2 siang, kami diijinkan masuk ke gedung Biofarma. Buat yang bingung ngapain ke gedung Biofarma, kami … Lanjutkan membaca Jalan-jalan Aleut: 124 tahun Biofarma
Komunitas Aleut, mengenalkan Bandung lewat jelajah jalan kaki
Merdeka.com | Reporter : Andrian Salam Wiyono | Sabtu, 11 Januari 2014 16:01 Merdeka.com - Bandung dari masa ke masa bergerak begitu dinamis. Kota yang disebut nyaman, aman dan harmonis bisa menjadi bom waktu jika pertumbuhan penduduk tak mampu dibendung. Sebagai ibu kota Jawa Barat, secara ideal kota ini harusnya hanya ditinggali 500 … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut, mengenalkan Bandung lewat jelajah jalan kaki
Jejak yang Memudar: Sukarno di Bandung, Bagian 3
Dari sedikit buku yang membahas sisi Sukarno sebagai arsitek itu pun tidak ada yang memiliki daftar lengkap karya-karya arsitektur Sukarno di Bandung.
Jejak yang Memudar: Sukarno di Bandung, Bagian 2
TAPAK TILAS SUKARNO DI BANDUNG Sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Kota Bandung pada tahun 1921 hingga pembuangannya ke Ende, Flores, pada tahun 1934, maka paling sedikit Sukarno melewatkan waktu sekitar 14 tahun di Bandung. Nah, bila sekarang ada yang bertanya di mana saja Sukarno pernah tinggal, atau ke mana saja beliau suka pergi selama … Lanjutkan membaca Jejak yang Memudar: Sukarno di Bandung, Bagian 2
Jejak yang Memudar: Sukarno di Bandung, Bagian 1
Untuk sementara pasangan Sukarno-Inggit tinggal di rumah orang tua Inggit di Javaveemweg. Setelah itu mereka berpindah-pindah tempat tinggal ke beberapa lokasi di dalam kota Bandung. Awalnya ke Gg. Djaksa di sebelah selatan Regentsweg (sekarang Jl. Dewi Sartika), lalu ke Gedong Dalapan di Poengkoerweg (Jl. Pungkur), kemudian ke Regentsweg 22, sebelum akhirnya menetap di sebuah rumah panggung di Astanaanjarweg.
Nisan-Nisan yang Tercecer
Beberapa kompleks makam sudah disebutkan dalam artikel sebelumnya, tetapi sebetulnya di Bandung juga masih terdapat kompleks-kompleks makam lainnya seperti makam-makam keluarga yang terletak di tengah kota. Saat ini situasi makam-makam itu semakin terhimpit oleh permukiman sehingga sering luput dari perhatian. Umumnya makam-makam ini milik keluarga-keluarga yang sudah punya sejarah panjang juga di Kota Bandung. Sebagian … Lanjutkan membaca Nisan-Nisan yang Tercecer
Wisata Permakaman di Bandung
Bila sampai tahun 1970-an warga Bandung bisa berrekreasi ke lokasi makam warga Eropa di Kerkhof Kebon Jahe, lalu bagaimana dengan sekarang setelah Kerkhof Kebon Jahe tidak ada lagi? Di Jakarta, nisan dari makam-makam tua dikumpulkan di satu tempat yang dinamai Taman Prasasti dan dapat berkembang menjadi satu tujuan wisata yang cukup populer. Selain menikmati berbagai … Lanjutkan membaca Wisata Permakaman di Bandung
Permakaman Bandung Tempo Dulu
Makam Pandu tempo dulu. Sumber foto: Inan Sitorus. Sampai awal tahun 1970-an, Kota Bandung punya objek wisata yang mungkin terdengar ganjil, yaitu permakaman. Tentu bukan permakaman umum biasa, melainkan permakaman orang Eropa yang dulu biasa disebut Kerkhof Kebon Jahe. Kenapa tidak biasa? Ya seperti yang kita tahu, makam-makam orang Eropa biasa diberi hiasan-hiasan secantik … Lanjutkan membaca Permakaman Bandung Tempo Dulu
Hjalmar Bodom, Kunst Atelier di Naripanweg 3
Foto sebuah keluarga Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National Gallery of Australia. Foto dua orang anak Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National Gallery of Australia. Foto seorang perempuan Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National … Lanjutkan membaca Hjalmar Bodom, Kunst Atelier di Naripanweg 3