Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Di tengah siang yang terik dan kuno, terlihat Socrates dengan pakaian gembelnya sedang keluyuran, gudag-gidig di seputaran pasar Athena. Edan, sang filsuf ini ujug-ujug berdiskusi soal Tuhan dengan seorang penjual ikan: menjelaskan kalau dewa-dewi nggak ada. Ini bukan satu dua kali, tapi gurunya Plato ini sudah kelewat sering. Karena dianggap subversif, … Lanjutkan membaca Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik
Komunitas Aleut
Tidak ada Tiang Listrik di Braga
Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) Apa yang membuat Braga begitu istimewa? Kalau kita perhatikan ternyata tidak ada tiang listrik dan kabel yang bersliweran di sana. Pejalan kaki bisa menikmati trotoar dengan nyaman sambil menikmati keindahan sisa-sisa pertokoan mewah jaman kolonial. Namun siapa sangka kalau dulu pernah dipasang tiang-tiang listrik di sana. Adalah GEBEO, perusahaan listrik … Lanjutkan membaca Tidak ada Tiang Listrik di Braga
Sapeuting di Hotěl Homann
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Mondok di hotěl geděnu munggaran těhbaheula basa diajakan ku jenatna lanceuk nu panggeděna, harita meuting těh di Hotěl Hyatt nu di Jl. Sumatěra. Ari kitu těa mah lanceuk geus apal, yěn kuring mah apan satadina gěurang lembur, jadi bororaah sok mondok di hotel gedě, dalah di hotěl leutik gě can … Lanjutkan membaca Sapeuting di Hotěl Homann
Membobol Perpustakaan Haryoto Kunto
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Siapa sih dia? Setahun lalu, saat masih awal-awal mengikuti Komunitas Aleut!, Minggu terakhir di September 2014 ketika ngaleut bertema “Basa Bandung Halimunan”, seekor koordinator yang bernama Vecco menunjukan sebuah rumah di bilangan Jalan Mesri. Katanya itu adalah rumah dari penulis kenamaan yang berjuluk Kuncen Bandung. Kemudian dia mencoba membujuk setengah merajuk … Lanjutkan membaca Membobol Perpustakaan Haryoto Kunto
Bu Etty, Haryoto Kunto, dan Buku
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Buku itu ibaratnya seperti candu. Saya kira buku adalah candu tersendiri untuk beberapa orang. Awalnya, hanya beli satu atau dua buku karena rasa penasaran. Setelah menamatkan buku tersebut, muncul keinginan untuk memiliki buku serupa atau sejenis. Rasa keinginan tersebut seperti rasa haus saat berpuasa. Mungkin itulah yang dirasakan Haryoto Kunto … Lanjutkan membaca Bu Etty, Haryoto Kunto, dan Buku
Terinspirasi Tulisan Pak Hari
Oleh: Hevi Abu Fauzan (@hevifauzan) Sabtu, 20 Juni 2015, siang tadi saya mengunjungi rumah almarhum Haryoto Kunto bersama Komunitas Aleut. Rumah beliau yang terletak di Jalan H. Mesri cukup dekat dengan halaman dan parkiran Stasiun Bandung sebelah utara. Sekitar jam 10, kami tiba di rumah beliau. Sebuah rumah jaman dahulu yang mengalami perbaikan sebagai bagian … Lanjutkan membaca Terinspirasi Tulisan Pak Hari
Kuli Gadungan
Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) Pak Ahmad adalah opas (office boy) Bung Karno ketika tahun 1927 mendirikan Biro Teknik Bangunan. Tetapi sebenarnya tugasnya bukan hanya sebagai opas saja, melainkan juga sebagai agen PNI. Dia bertugas menyebarkan pamflet ke ranting-ranting di seluruh Bandung. Dari Cimahi sampai Cililin dan Cicalengka, yang jauhnya 30 km lebih dari Kota … Lanjutkan membaca Kuli Gadungan
Bandung Tak Hanya Di Bagian Utara
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Bandung tentu saja menjadi kota yang paling penting bagi hidup saya. Dari lahir sampai sekarang sudah di pertengahan kepala dua, hampir 90% hidup saya dihabiskan di Kota Kembang. Semua jenjang studi juga saya jalani di kota ini, mulai dari TK hingga sekarang duduk di bangku strata dua. Pahit-manis dan berbagai … Lanjutkan membaca Bandung Tak Hanya Di Bagian Utara
Sudut Literasi di Kedai Preanger
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Sungguh kenikmatan surgawi di dunia. Tak seperti wanita, buku adalah teman duduk terbaik, mustahil mengkhianatimu. Dan makin sempurna ketika hadir secangkir kopi; Espresso, Cappuccino, Macchiato, Mochachino, Americano, Caffe Latte, atau apapun variannya silahkan pilih sesuai selera. Bacaan manis menarik hati dibalut kehangatan kopi, ah nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? Membaca … Lanjutkan membaca Sudut Literasi di Kedai Preanger
Komunitas Aleut: Diajar Sejarah Sabari Leuleumpangan
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Mun seug dibandingkeun jeung kota-kota nu aya di basisir kayaning Jakarta, Cirebon, Semarang jeung Surabaya, Bandung mah kaasup kota nu kaitung anyar kěněh. Tapi angger wě sok sanajan kitu, ari nu ngaranna kota mah pasti miboga sejarah. Kiwari di Bandung aya sababaraha komunitas nu sok nalumtik ajěn inajěn sejarah Bandung … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Diajar Sejarah Sabari Leuleumpangan
Gunung Cai Gg. Kina
Gunung Cai Gg. Kina Hari ini saya berkesempatan mengunjungi dan memeriksa suatu jaringan air peninggalan Hindia Belanda yang terletak di belakang Pabrik Kina. Informasi ini saya dapatkan dari rekan instagram, @dienzfight yang kebetulan berkantor di dekat lokasi jaringan. Ternyata @dienzfight berteman baik dengan Yanti @adetotat yang belakangan ini cukup aktif di Komunitas Aleut. Jadi tadi … Lanjutkan membaca Gunung Cai Gg. Kina
Komunitas Aleut: Mikawanoh Bandung, Mikawanoh Maneh
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Utamana jalma kudu réa batur, keur silih tulungan, silih nitipkeunna diri, budi akal lantaran tipada jalma. Kapan ogé lain ari nu ngarana silaturahmi téh bakal manjangkeun rezeki jeung manjangkeun umur. Aya deui hiji mangpaat ceuk sobat kuring mah, “loba ngilu komunitas, bakal ngabuka loba panto ogé pikeun beubeunangan”. Enya da gening karumasaan … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Mikawanoh Bandung, Mikawanoh Maneh
Kakarěn KAA 2015
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Tina runtuyan acara Konpěrěnsi Asia Afrika (satuluyna ditulis KAA), tanggal 24 April 2015 minangka puncakna acara. Dina prak-prakanna kaběh kepala nagara jeung para delegasina miěling KAA nu munggaran ku cara Historical Walk anu hartina leumpang bersejarah. Kajadian ěta nu kungsi dilakonan ku Prěsiden Soekarno jeung kepala nagara nu sějěnna, dimimitian ti … Lanjutkan membaca Kakarěn KAA 2015
Bandung as a Gimmick City
Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@SadnessSystem) Gimmick : A trick or device intended to attract attention, publicity, or trade (oxforddictionaries.com) Beberapa waktu yang lalu, Walikota Bandung sempat dikritik karena dianggap hanya menjalankan gimmick untuk menunjukan kesuksesannya. Gimmick yang dimaksud adalah kebijakan-kebijakan yang bersifat penampakan luar, bukan bersifat esensial. Hal ini menarik untuk dicermati, karena di era … Lanjutkan membaca Bandung as a Gimmick City
Gedung Merdeka
Pada penutupan Konferensi Asia Afrika tanggal 24 April 1955, Presiden Sukarno memberikan nama baru bagi gedung Societeit Concordia, yaitu Gedung Merdeka. Sudah satu minggu sejak tanggal 18 April, Societeit Concordia dijadikan tempat konferensi negara-negara Asia-Afrika. Semangat menuju kemerdekaan bangsa-bangsa adalah hasil utama konferensi ini yang dituangkan dalam The Final Communique of the Asian-African Conference, salah … Lanjutkan membaca Gedung Merdeka