Bagian ketiga: Pencarian Makam Tan Sim Tjong SEMASA hidupnya, Tan Sim Tjong dikenal sebagai saudagar kaya yang memiliki tanah luas yang tersebar di antara Cibadak, Jalan Raya Barat (Jenderal Sudirman sekarang, RED), dan sekitar Kali Citepus. Selain sebuah rumah gedong besar, keluarga Tan Sim Tjong juga memiliki kebun yang ditanami pohon bambu Cina dan pohon … Lanjutkan membaca Tan Sim Tjong (3)
Komunitas Aleut
Tan Sim Tjong (2)
Bagian kedua: Gang Simcong dan SD Simcong DI dalam roman Rasia Bandoeng, Tan Shio Tjhie digambarkan sebagai sosok yang progresif karena tidak menentang kehendak anaknya, Tan Tjin Hiauw, untuk menjalin hubungan asmara dengan Tan Gong Nio. Padahal, dalam adat budaya Tionghoa saat itu, perkawinan satu marga (she) adalah hal tabu dan terlarang. Tan Shio Tjhie … Lanjutkan membaca Tan Sim Tjong (2)
Tan Sim Tjong (1)
Berikut ini serial penelusuran tokoh Tan Sim Tjong yang ditulis oleh rekan saya dan sudah dimuat bersambung di HU Pikiran Rakyat Bagian Pertama: Telusur Silsilah Melalui Roman MENJELANG Imlek lalu, Pikiran Rakyat mengulas sebuah roman Tionghoa yang menceritakan perkawinan satu marga (she) di Bandung pada tahun 1917. Roman berjudul Rasia Bandoeng yang ditulis oleh Chabbaneau … Lanjutkan membaca Tan Sim Tjong (1)
Gedung Swarha
Foto ini menggambarkan suasana keramaian di Bandung saat merayakan Jubileum Ratu Wilhelmina pada tahun 1923. Foto diambil di sudut barat daya Alun-alun, di depan sebuah toko pakaian dan kelontong, Toko Tokyo. Pada gambar dapat dilihat plang nama Toko Tokyo di atas pintu gedung di sebelah kanan. Toko Tokyo dibangun tahun 1914 dan hancur pada tahun … Lanjutkan membaca Gedung Swarha
Dua Dunia Trans7: Tebing Keraton
Setelah kunjungan terakhir pada bulan November 2014, hari Rabu, 5 Maret 2015, saya kembali ke Cadas Gedogan atau yang sekarang menjadi terkenal dengan nama Tebing Keraton. Kunjungan kali ini untuk keperluan sebuah program televisi, Dua Dunia dari Trans7. Belakangan ini saya beberapa kali diminta tim program ini menjadi narasumber untuk liputan beberapa lokasi di sekitar … Lanjutkan membaca Dua Dunia Trans7: Tebing Keraton
Siapakah Chabanneau? – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3)
Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3) Siapakah Chabanneau? Ada informasi yang cukup mengejutkan ketika menelusuri jejak literatur yang menyinggung nama Chabanneau ini. Seorang antropolog, James T Siegel, menguak kabar bahwa ternyata sang penulis roman sesungguhnya adalah seorang pemeras. Cuplikan pemuatan artikel ini (bagian 3) di HU Pikiran Rakyat, Selasa, 17 Februari 2015. Dalam buku Siegel … Lanjutkan membaca Siapakah Chabanneau? – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3)
Merekam Denyut Nadi Pusat Kota – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2)
Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2) Merekam Denyut Nadi Pusat Kota Membaca roman Rasia Bandoeng karya Chabanneau dapat membawa kita melancong ke pusat Kota Bandung pada periode awal 1916 dengan deskripsi yang cukup detail. Tampak kuat sekali kesan bahwa mobilitas orang-orang Tionghoa saat itu berada di pusat-pusat kota. Misalnya kediaman tokoh utama roman, yaitu Tan … Lanjutkan membaca Merekam Denyut Nadi Pusat Kota – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2)
Cadas Gedogan atau Tebing Keraton
Ada juga yang menyebutkan keberadaan petilasan seorang Prabu di bawah tebing, dekat lokasi Gadogan (Gedogan) Kuda dan Curug Ci Kiih Kuda. Gadogan Kuda adalah tempat menambatkan kuda-kuda kerajaan halus itu.
Prasasti Raja Thailand di Curug Dago, Bandung
Pada tahun 2001 terbitlah sebuah buku dengan judul "Journeys to Java by a Siamese King" yang ditulis oleh Imtip Pattajoti Suharto. Isi buku ini sesuai judulnya, mengisahkan perjalanan Raja Siam ke Pulau Jawa.
Dua Dunia Trans7: Gua Belanda dan Gua Jepang di Tahura Ir. Djuanda
Hari ini berkunjung ke Gua Jepang yang terletak di dalam kompleks Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, di sebelah utara Kota Bandung. Sebagai taman hutan, inilah yang pertama kali didirikan di Hindia Belanda, peresmiannya dilakukan pada tahun 1922. Sebelum keberadaan taman hutan, di kawasan ini sebelumnya sudah pernah dibuat suatu jalur pemanfaatan air sungai Ci … Lanjutkan membaca Dua Dunia Trans7: Gua Belanda dan Gua Jepang di Tahura Ir. Djuanda
Kabar Dari Menara Kembar
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Menara Kembar Masjid Agung Eta jalan Dalem Kaum Tah ieu alun-alun Palih ditu Cikapundung Mana ari Masjid Agung? ---Deni A. Fajar Adalah hari Ahad bertarikh 25 Januari 2015 yang sedang dirahmati sinar matahari, yang menandai bahwa Ngaleut tidak lagi berjalan dari rute ke rute, melainkan fokus di satu objek … Lanjutkan membaca Kabar Dari Menara Kembar
Melihat Wajah Baru Alun-alun Bandung
Setelah selesai direnovasi dan diresmikan pada 31 Desember 2014, Alun-alun Bandung kini menjadi primadona wisata warga Kota Bandung. Hamparan rumput sintetis di tengah kawasan kini dipenuhi pengunjung untuk sekedar duduk-duduk atau untuk bermain bersama buah hati. Renovasi yang memakan waktu 7 bulan dan menghabiskan biaya 10 miliar Rupiah berhasil menghilangkan kesan kumuh yang melekat pada … Lanjutkan membaca Melihat Wajah Baru Alun-alun Bandung
Workshop Mengintegrasikan Elemen Sejarah dan Perencanaan Kota/Kabupaten: Sebuah Laporan Singkat
Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnesssystem) In het heden ligt het verleden. In het nu wat komen zal (Di masa kini terkandung masa lalu, di masa sekarang termuat masa depan) Tahukah kamu di mana tempat yang paling banyak menyimpan barang berharga di Jakarta ? Beberapa orang mungkin menyebut Bank Indonesia atau tempat penyimpanan emas lainnya. Namun … Lanjutkan membaca Workshop Mengintegrasikan Elemen Sejarah dan Perencanaan Kota/Kabupaten: Sebuah Laporan Singkat
Jejak yang Memudar: Sukarno di Bandung, Bagian 3
Dari sedikit buku yang membahas sisi Sukarno sebagai arsitek itu pun tidak ada yang memiliki daftar lengkap karya-karya arsitektur Sukarno di Bandung.
Jejak yang Memudar: Sukarno di Bandung, Bagian 2
TAPAK TILAS SUKARNO DI BANDUNG Sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Kota Bandung pada tahun 1921 hingga pembuangannya ke Ende, Flores, pada tahun 1934, maka paling sedikit Sukarno melewatkan waktu sekitar 14 tahun di Bandung. Nah, bila sekarang ada yang bertanya di mana saja Sukarno pernah tinggal, atau ke mana saja beliau suka pergi selama … Lanjutkan membaca Jejak yang Memudar: Sukarno di Bandung, Bagian 2