Ngaleut Kampung Warna Cibunut

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Beberapa orang meyakini, pertemuan dan ide-ide cemerlang kerap hadir di cafe-cafe di tengah kota. Obrolan ngalor-ngidul untuk menghasilkan sesuatu yang berujung pada satu tujuan yang sama diharapkan akan membuat satu perubahan besar. Lalu, bisakah pertemuan dan ide-ide itu lahir dari obrolan di gang-gang kecil? Saya melihat sekumpulan orang di depan … Lanjutkan membaca Ngaleut Kampung Warna Cibunut

Minggu Berfaedah: Ngaleut KAA Bersama Komunitas Aleut (Part I)

Oleh: Qiny Shonia (@inshonia) Aleut aka. Ngaleut (Sunda) dalam Bahasa Indonesia berarti berjalan beriringan. Mungkin ini yang mendasari komunitas ini berdiri. Seperti Minggu ini, teman-teman dari Komunitas Aleut ini ngaleut dari pagi hingga sebelum dhuhur menyusuri jalanan di Kota Bandung. Karena tema Minggu ini KAA, maka kami ngaleut dari titik 0 Kota Bandung, melalui Jl. … Lanjutkan membaca Minggu Berfaedah: Ngaleut KAA Bersama Komunitas Aleut (Part I)

Memudarnya Kemewahan Mausoleum van Motman

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) Bogor sangat panas hari itu. Sebutan sebagai Kota Hujan agaknya tidak berlaku saat kami menyambangi kota tersebut. Seorang teman yang memakai jaket tebal dibuat tidak nyaman, sebab siang itu suhu udara di Bogor sekitar 340c . Rupa-rupanya teman saya itu mengira Bogor masih setia dengan udara dingin dan hujannya. Nyatanya sebaliknya. … Lanjutkan membaca Memudarnya Kemewahan Mausoleum van Motman

Kelas Literasi: Menggabungkan Semangat Berbagi, Berdiskusi dan Konsistensi

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) JIKA BOLEH BERASUMSI, bisa dikatakan Jogja adalah kota penerbit. Dari sekian banyak penerbit yang ada di Kota Gudeg ini, beberapa di antaranya sudah saya kenal karena memang buku-buku hasil terbitannya berjejer rapi di rak kecil yang sering saya kunjungi di Pustaka Preanger–perpustakaan milik Komunitas Aleut. Sedangkan Bandung, kota tempat saya … Lanjutkan membaca Kelas Literasi: Menggabungkan Semangat Berbagi, Berdiskusi dan Konsistensi

Cumbulah Kotamu Meski Hanya Sebentar!

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Apa asyiknya jalan-jalan di kota sendiri? Pertanyaan itu muncul dari mulut seorang teman lama saat kami bertemu beberapa hari lalu. Tentu, dia, teman saya itu, melontarkan pertanyaan tersebut bukan tanpa sebab. Jalan-jalan yang kerap kali saya lakukan akhir-akhir ini menjadi alasan timbulnya pertanyaan teman saya tadi. Jalan-jalan yang saya maksud … Lanjutkan membaca Cumbulah Kotamu Meski Hanya Sebentar!

John Berger atau Seni Momotoran ala Komunitas Aleut

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Riding has become a pas de deux.  Rider and road are partners dancing.  It can even happen that you fall in love. John Berger Kalau bulan bisa ngomong, dan motor bisa nulis. Sayangnya tidak. Kalau saja saya bisa merenungkan dan merumuskan pengalaman dan menuliskannya sebaik John Berger. Sayangnya belum. Tapi kalau … Lanjutkan membaca John Berger atau Seni Momotoran ala Komunitas Aleut

Bermacam Keseruan di Ngaleut Palintang

Oleh: Warna Sari (@rie1703) dan Mooi Bandoeng (@mooibandoeng) Nama Palintang seperti dalam judul kegiatan Komunitas Aleut pada hari Minggu, 2 April 2017 lalu, sudah tidak asing lagi buat saya, karena termasuk sudah cukup sering mengunjunginya. Saya tidak terlalu ingat kapan pertama kali ke Palintang, mungkin di awal tahun 2000-an. Ketika itu, jalanan dari arah mana … Lanjutkan membaca Bermacam Keseruan di Ngaleut Palintang

Pengalamanku Ikut Ngaleut Gunung Hejo

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Malam mulai larut, jalan pun sudah sepi. Dalam hati aku berteriak kegirangan “Yes, akhirnya bisa juga main jauh dan pulang malam.” Aku baru saja sampai di kosan setelah seharian ini ikut Ngaleut ke Gunung Hejo, Purwakarta, bersama Komunitas Aleut. Langsung saja aku menuju menuju kamar … Lanjutkan membaca Pengalamanku Ikut Ngaleut Gunung Hejo

Bayah dan Perjalanan Seru Lainnya

Oleh: Mey Saprida Yanti (@meysaprida) Aku ikut Susur Pantai Selatan Jilid II bersama Komunitas Aleut dan Tim Djeladjah Priangan. Susur pantai pertama sangat menyenangkan, total perjalanannya sekitar 400 km dengan rute Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Pameungpeuk - Karang Tawulan - Cikatomas - Singaparna - Garut - Bandung. Sementara kali ini kami … Lanjutkan membaca Bayah dan Perjalanan Seru Lainnya

Komunitas Aleut: Bandung Pernah Mendapat Julukan Kota Kuburan

Oleh: Delila Deagrathia BANDUNG, infobdg.com – Ngaleut punya arti jalan-jalan barengan. Tapi kalau komunitas Aleut bukan cuma jalan-jalan aja tapi juga mencari dan belajar mengenai sejarah Bandung. Jalan-jalannya juga beneran jalan kaki loh wargi Bandung. Setiap hari minggu dengan rutin komunitas ini mencari ilmu sejarah disudut-sudut kota Bandung. Selain jalan-jalan di Bandung, komunitas ini mendapatkan … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Bandung Pernah Mendapat Julukan Kota Kuburan

Melihat Masa Lalu Bersama Komunitas Aleut

Oleh: Adi Ginanjar Maulana BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Seorang penulis peraih Nobel Sastra Anatole France pernah mengatakan buku sejarah yang tidak mengandung kebohongan pasti sangat membosankan. Anatole tidak mencoba sinis dalam kata namun realita yang berkembang mengatakan jika Tuhan sekali pun tidak mampu mengubah sejarah karena hanya ahli sejarah yang dapat melakukannya. Anatole tidak salah pula tidak … Lanjutkan membaca Melihat Masa Lalu Bersama Komunitas Aleut

Cara Asik Mengenal Kota Bandung Bareng Komunitas Aleut

Oleh: Intan (Bukalapak) Naik vespa keliling kota.hatiku jadi gembira. Begitulah kata Naif dalam lagunya Piknik 72. Memang benar, terkadang untuk sekadar refreshing kamu nggak perlu pergi jauh-jauh ke luar kota atau luar negeri. Dengan pergi mengelilingi kota tempat juga bisa menyenangkan. Kamu jadi punya kesempatan pula mengenali lebih jauh kota yang selama ini kamu tinggali … Lanjutkan membaca Cara Asik Mengenal Kota Bandung Bareng Komunitas Aleut

Ngaleut Rasia Bandoeng, Tentang Skandal di Bandung Tahun 1914

Oleh: Nurul Ulu (@bandungdiary) Tahun 1917 bulan Desember di kota Bandung terbit sebuah novel berjudul Rasia Bandoeng. Novel ini berkisah tentang sepasang muda mudi Tionghoa yang jatuh hati dan kawin lari. Karena keduanya berasal dari marga yang sama, maka cinta mereka terhalang tradisi. FYI, kisah dalam novel ini merupakan kisah nyata. Menambah nilai bonus bagi … Lanjutkan membaca Ngaleut Rasia Bandoeng, Tentang Skandal di Bandung Tahun 1914

Rasia Bandoeng: Skandal Terlarang 100 Tahun Silam

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Liefde Is Bliend” artinya cinta itu buta, entah sudah berapa banyak film dan buku yang mengambil tema tersebut. Demi cinta, Romeo bahkan berani menenggak racun karena ingin menyusul Juliet yang berpura-pura mati demi dirinya. Tak perlu jauh-jauh datang ke Verona untuk menelusuri kisah cinta buta yang melegenda itu, karena Bandung pun … Lanjutkan membaca Rasia Bandoeng: Skandal Terlarang 100 Tahun Silam

Gunung Putri, Bertukar Ingat dengan Lupa

Oleh: Hevi Fauzan (@hevifauzan) “Berbagi waktu dengan alam, kau akan tau siapa dirimu sebenarnya” Hanya sepotong bait lagu OST-nya film Soe Hok Gie yang melintas saat saya menaiki Gunung Putri, sebuah bukit di sekitaran Lembang. Sabtu malam, 6 Agustus 2016, setelah kekalahan Persib dari Perseru 1-0. Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Keantariksaan. Kami, dari Komunitas … Lanjutkan membaca Gunung Putri, Bertukar Ingat dengan Lupa