Gedung Merdeka

Pada penutupan Konferensi Asia Afrika tanggal 24 April 1955, Presiden Sukarno memberikan nama baru bagi gedung Societeit Concordia, yaitu Gedung Merdeka. Sudah satu minggu sejak tanggal 18 April, Societeit Concordia dijadikan tempat konferensi negara-negara Asia-Afrika. Semangat menuju kemerdekaan bangsa-bangsa adalah hasil utama konferensi ini yang dituangkan dalam The Final Communique of the Asian-African Conference, salah … Lanjutkan membaca Gedung Merdeka

#PojokKAA2015: Nisan dan Pohon KAA 2005 di Tegallega

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Setelah dari Jalan Dalem Kaum, dia mengambil angkot ke Tegallega. "Spanduk apa itu? Besar sekali," tanya dia ke penumpang sebelah. "Itu spanduk Konferensi Asia-Afrika, pak," jawab penumpang sebelah ke dia. Karena penasaran, dia berhenti di depan Museum Sri Baduga dan berjalan ke dalam Tegallega. Nisan dan pohon Konferensi Asia Afrika 2005 Saat di Taman Tegallega, dia kaget … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Nisan dan Pohon KAA 2005 di Tegallega

#PojokKAA2015: Perpustakaan Baru di Alun-alun

Oleh: Gita Diani Astari (@gitadine) Ada pemandangan baru di area Alun-alun Bandung: sebuah rangka bangunan di samping hamparan rumput sintetis peningkat indeks kebahagiaan. Saya agak kaget, karena waktu ke Alun-alun Sabtu malam lalu lebih terdistraksi oleh kelap-kelip lampu mainan sehingga tidak menyadari adanya 'calon' bangunan itu. Kira-kira apa fungsinya? Apakah target penyelesaian bangunan ini harus … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Perpustakaan Baru di Alun-alun

#PojokKAA2015: Mereka yang Bekerja Keras di Balik Layar

Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) "Sebuah bangunan megah bisa saja roboh akibat tak terpasangnya satu baut kecil". Anggap saja perhelatan Perayaan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika yang akan berlangsung di Bandung tanggal 24 April 2015 mendatang adalah sebuah rumah super megah. Jika kontraktor lupa memasang satu baut kecil saat membangun rumah, perhelatan akbar ini bisa hancur berantakan. … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Mereka yang Bekerja Keras di Balik Layar

#PojokKAA2015: Derap Pramuka di Jalan Cikapundung Timur

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Suara derap kaki terdengar dari Jalan Cikapundung Timur. Suara derap kaki tersebut berasal dari kumpulan orang yang memakai baju dan celana coklat dan sekelompok drum band dengan pakaian biru tua. Mereka baru saja tampil dan selesai menaikkan 109 bendera negara Asia-Afrika di sekeliling Museum Konferensi Asia-Afrika dan Gedung Merdeka. Penaikan bendera dan rangkaian acara … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Derap Pramuka di Jalan Cikapundung Timur

Tan Sim Tjong (3)

Bagian ketiga: Pencarian Makam Tan Sim Tjong SEMASA hidupnya, Tan Sim Tjong dikenal sebagai saudagar kaya yang memiliki tanah luas yang tersebar di antara Cibadak, Jalan Raya Barat (Jenderal Sudirman sekarang, RED), dan sekitar Kali Citepus. Selain sebuah rumah gedong besar, keluarga Tan Sim Tjong juga memiliki kebun yang ditanami pohon bambu Cina dan pohon … Lanjutkan membaca Tan Sim Tjong (3)

Tan Sim Tjong (1)

Berikut ini serial penelusuran tokoh Tan Sim Tjong yang ditulis oleh rekan saya dan sudah dimuat bersambung di HU Pikiran Rakyat Bagian Pertama: Telusur Silsilah Melalui Roman MENJELANG Imlek lalu, Pikiran Rakyat mengulas sebuah roman Tionghoa yang menceritakan perkawinan satu marga (she) di Bandung pada tahun 1917. Roman berjudul Rasia Bandoeng yang ditulis oleh Chabbaneau … Lanjutkan membaca Tan Sim Tjong (1)

#PojokKAA2015: Gedung Swarha

Oleh: Mooibandoeng (@mooibandoeng) Foto ini menggambarkan suasana keramaian di Bandung saat merayakan Jubileum Ratu Wilhelmina pada tahun 1923. Foto diambil di sudut barat daya Alun-alun, di depan sebuah toko pakaian dan kelontong, Toko Tokyo. Pada gambar dapat dilihat plang nama Toko Tokyo di atas pintu gedung di sebelah kanan. Toko Tokyo dibangun tahun 1914 dan … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Gedung Swarha

#PojokKAA2015: Pesona Chou En Lai di Bandung

Oleh: Hani Septia Rahmi (@tiarahmi) Entah kenapa malam ini saya teringat perkataan Lee We Chuin, salah seorang staf Galeri Sejarah Tionghoa Yayasan Dana Sosial Priangan Bandung sekaligus guru Bahasa Mandarin bagi staf Museum Konperensi Asia-Afrika. Lee We Chuin pernah berujar kepada saya kalau bagi para turis asal Republik Rakyat Tiongkok, belum sempurna rasanya berkunjung ke … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Pesona Chou En Lai di Bandung

Monteiro

Oleh: Mooibandoeng (@mooibandoeng) Kalau melintas di jalan raya Bandung-Tangkubanparahu, mata ini sering melirik ke sebuah bangunan unik bertembok hitam dengan arsitektur yang tampak kuno. Di dinding bagian depan terdapat tulisan yang cukup jelas untuk dibaca dari jauh, “ Dolce Far Niente”, lalu di bawahnya, “Monteiro”. Sebenarnya saya cukup sering berada di dekat bangunan ini, terutama … Lanjutkan membaca Monteiro

#PojokKAA2015: Menanti Kembali Papan Baca PR

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Surat kabar atau yang lebih dikenal dengan koran, merupakan salah satu media informasi yang ada di masyarakat. Bukan hanya kalangan pejabat atau pengusaha saja yang membaca surat kabar, tetapi ada tukang becak, para pedagang, supir angkot, tukang parkir, dan lain sebagainya. Dengan membaca surat kabar, kita bisa terus mengikuti perkembangan-perkembangan aktual, baik dari … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Menanti Kembali Papan Baca PR

#PojokKAA2015: Hilangnya Ketan Bakar Setelah Munculnya Jiwa Nasionalis

Oleh: Deris Reinaldi Ketan bakar adalah makanan khas Bandung dengan bentuk segi panjang yang dibakar, tengahnya diiris lalu dimasukkan sambel oncom. Ketan bakar menjadi makanan favorit warga Bandung. Selain harganya murah yaitu Rp 3000,00 ketan bakar juga mengenyangkan perut. Tetapi keseringan makan ketan bakar juga bisa menimbulkan panas perut. Ketan bakar dijajakkan oleh para pedagang … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Hilangnya Ketan Bakar Setelah Munculnya Jiwa Nasionalis

#PojokKAA2015: Riasan khas KAA di Jalan Dalem Kaum

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Dia belok kanan dari Jalan Otto Iskandar dinata. "Ada yang aneh dengan jalan ini," dalam benaknya. Tidak ada tukang sate dan soto langganan dia. Ada lampu berwarna hitam yang tidak ia kenal. Dia tidak mengenal kembali jalan yang sering ia lewati 60 tahun lalu. Jalan yang ia tidak kenal adalah Jalan Dalem … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Riasan khas KAA di Jalan Dalem Kaum

#PojokKAA2015: Masih “Permak Wajah” Asia Afrika

Oleh: Yudha Bani Alam (@yudhaskariot) Jumat pagi kawasan Jalan asia afrika terlihat lengang namun menjelang jam 10.00 WIB, kepadatan kendaraan mulai terlihat bahkan cenderung macet apalagi di Jalan Cikapundung Barat yang sekarang menjadi ramai karena menjadi perputaran jalur untuk menuju ke Jalan Naripan yang awal nya berada di jalan cikapundung timur. Pembangunan memang memliki dua sisi, … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Masih “Permak Wajah” Asia Afrika