Menelusuri Jejak KAR Bosscha (Edisi momotoran)

Oleh: Nurul Menelusuri berbagai tempat sejarah selalu menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan. Kita seperti bisa menyaksikan bagaimana suatu tempat berproses menjadi tempat yang bisa kita lihat sekarang. Cerita, perjuangan, pengorbanan, hingga akhir hayat tokoh tersebut seolah-olah seperti sebuah film yang diputar kembali. Hari itu, tanggal 15 April 2022, saya memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan di … Lanjutkan membaca Menelusuri Jejak KAR Bosscha (Edisi momotoran)

Catatan Momotoran Tendjonagara

Ditulis oleh: Inas Qori Aina Momotoran Tendjonagara ini menjadi perjalanan kami berikutnya setelah beberapa minggu lalu perjalanan kami terhenti sampai di Pabuntelan. Berbekal informasi dari buku Pak E. Suhardi Ekadjati yang berjudul “Ceritera Dipati Ukur; Karya Sastra Sejarah Sunda” dan informasi tambahan dari sebuah channel Youtube yang membahas sejarah Cirebon Girang dan Pabuntelan, maka kami … Lanjutkan membaca Catatan Momotoran Tendjonagara

Kepingan Perjalanan Susur Pantai Geopark Ciletuh

Oleh : Ervan Masoem (@Ervan) Stop crying your heart out stop crying your heart out stop crying your heart out Begitulah akhir lagu dari band Oasis yang berjudul “Stop Crying Your Heart Out.” Bukan saya sedang patah hati, kebetulan saja lagu tersebut berada pada playlist saya ketika itu. Saya mendengarkan lagu ini sembari menunggu hujan … Lanjutkan membaca Kepingan Perjalanan Susur Pantai Geopark Ciletuh

Menantang Maut: Maribaya-Subang di Bulan Juli

Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) Kalau dilihat-lihat lagi, judulnya cukup menyeramkan: Menantang Maut. Sebenarnya, perjalanan kali ini tidak semenyeramkan itu, tapi cukup masuk akal kalau beberapa orang, terutama orang tua saya, menyebut perjalanan tersebut sebagai kegiatan menantang maut. Kami tidak meloncat dari tebing, tidak mendaki gunung tinggi, tidak memasuki hutan lebat penuh dengan binatang buas, tidak. … Lanjutkan membaca Menantang Maut: Maribaya-Subang di Bulan Juli

Catatan NgAleut Rasia Bandoeng

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Malam ini malam Imlek. Barudak Aleut sudah terlihat berkumpul di halaman BRI Tower. Banyak di antara mereka - sebagian belum saya kenal - yang mengenakan kaos berwarna coklat dengan tulisan "Komunitas Aleut." Kaos baru. Kawan-kawan ini sedang pada bersiap untuk Ngaleut Rasia Bandoeng. Gerimis mulai turun saat kami berkumpul dalam … Lanjutkan membaca Catatan NgAleut Rasia Bandoeng

Catatan Ngaleut Museum Biofarma

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Berikan satu kata yang tepat dan jujur tentang museum? Tentu saja, kata tersebut adalah membosankan. Kata membosankan menjadi pas saat kita memasuki ruangan museum dengan penerangan yang kurang. Lalu, kita sebagai pengunjung hanya bisa melihat barang – barang jadul dan foto-foto hitam putih saja, tanpa papan informasi. Sungguh membosankan bukan? Tapi … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Museum Biofarma

Naik Sepur Sepanjang Bandung – Cicalengka

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) All aboard! The Night Train! (James Brown – Night Train) Ibu saya pernah menceritakan pengalamannya saat naik kereta api ekonomi ke Kebumen. Dalam ceritanya, gerbong kereta yang dinaiki ibu dipenuhi oleh penumpang dan barang bawaannya. Saking penuhnya, ibu saya yang masih berumur 10 tahun kerap tersenggol hingga jatuh. Selain oleh penumpang, … Lanjutkan membaca Naik Sepur Sepanjang Bandung – Cicalengka

Komunitas Aleut: Diajar Sejarah Sabari Leuleumpangan

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Mun seug dibandingkeun jeung kota-kota nu aya di basisir kayaning Jakarta, Cirebon, Semarang jeung Surabaya, Bandung mah kaasup kota nu kaitung anyar kěněh. Tapi angger wě sok sanajan kitu, ari nu ngaranna kota mah pasti miboga sejarah. Kiwari di Bandung aya sababaraha komunitas nu sok nalumtik ajěn inajěn sejarah Bandung … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut: Diajar Sejarah Sabari Leuleumpangan

#PojokKAA2015: Asia-Afrika Rasa Gasibu

Oleh: Yudha Bani Alam (@yudhaskariot) Beraktifitas di minggu pagi memang cukup berat tapi tidak untuk yang berjiwa hidup sehat dan semangat berbelanja di pasar tumpah berkedok olahraga. Namun bagi saya daripada berdiam diri di rumah lebih baik Ngaleut dengan Komunitas Aleut. Ngaleut Minggu pagi ini (19 April 2015) bertema Ngaleut KAA. Saya berangkat dari rumah … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Asia-Afrika Rasa Gasibu

#PojokKAA2015: Madrawi – Kisah Keluarga dan Tanah Harapan

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Fadly Badjuri, kakek berusia 108 tahun itu tengah membakar rokok kreteknya yang pertama. Sementara Abdul Fatah, anaknya yang bungsu sedang sibuk melayani pembeli. Tak lama kemudian Abdul Fatah masuk ke dalam rumah dan menyuguhkan minuman mineral dalam gelas, “sama bapak mah ngobrol aja ya.” Kemudian dia keluar lagi sebab ada … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Madrawi – Kisah Keluarga dan Tanah Harapan

Situ Cisanti; Mastaka Citarum

  Catatan Singkat Perjalanan Bersama @Komunitasaleut Oleh :  Indra Rha   Hari itu tanggal 26/10/2013 Aleut! berangkat menuju kawasan Baleendah, Ciparay, lalu menuju Pacet. Menyusuri jalanan Pacet menuju Cibeureum ini kami disuguhi pemandangan indah yang memanjakan mata. Di jalanan yang merupakan lembah pegunungan ini terhampar indah sawah-sawah dengan pola berundak-undak di bawah kaki Gunung Rakutak … Lanjutkan membaca Situ Cisanti; Mastaka Citarum

Mencatat Sudut Kota: Belajar Pelayanan Publik dari Perumahan Tua

Bandung, 3 November 2013 Oleh: Atria Dewi Sartika (@atriasartika) Setelah beberapa kali gagal ikut serta, kali ini saya kembali mengikuti kegiatan ngaleut bersama Komunitas Aleut. Kembali berjalan-jalan dan mengenal (lebih banyak lagi!) sudut kota Bandung. Benar adanya filosofi Komunitas Aleut yang kegiatannya adalah ngaleut yang berarti berjalan bersama-sama. Dengan berjalan kaki, kita akan menemukan apa … Lanjutkan membaca Mencatat Sudut Kota: Belajar Pelayanan Publik dari Perumahan Tua

Catatan Perjalanan : Kampung Mahmud

Oleh: Adira Oktaroza (@AdiraOktaroza) Muncul rasa yang berbeda di tiap langkahku ketika masuk ke kawasan perkampungan ini. Laki-laki berpakaian serba putih dan wanita bercadar memenuhi jalanan yang berdebu berbondong-bondong menuju ke suatu tempat. Suasananya mengingatkanku pada tempat ziarah para wali. Terletak di selatan Kota Bandung tepatnya di pinggir aliran Sungai Citarum, Kampung Mahmud adalah salah … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan : Kampung Mahmud

Catatan Perjalanan : Curug Jompong

Oleh: Adira Oktaroza (@AdiraOktaroza) Curug Jompong… Deras airnya seharusnya melantunkan keindahan Tetapi  yang kudapat hanyalah pesan tentang kehancuran Derunya penuh dengan kebencian dan dendam Manusia bermain-main pada alam alam tak pernah main-main. Panorama Curug Jompong Di aliran Sungai Citarum di selatan Kota Bandung terdapat satu curug yang dinamakan Curug Jompong.  Curug ini sempat dijadikan sebagai … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan : Curug Jompong