Oleh : Indra Pratama Metode termudah untuk mengidentifikasi adalah dengan membuat suatu penanda. Dalam musik industri dan industri musik kita mengenal istilah genre, yang dibuat untuk memudahkan media dan kita mengenal, menganalisis, dan berkegiatan sok-tahu lainnya tentang musik populer berdasarkan bunyi instrumen,tekstur, tangga nada, pola lagu dan waktu tertentu. Dalam sejarah populer dan sosiologi (konsep … Lanjutkan membaca Not Great Men
Dari Radio sampai Marhaenisme (Part 2)
Oleh : Rini Anggraini Lestari Saya: “Marhaen tu siapa sih?” Temen: (dengan gaya meyakinkan) “Gurunya Soekarno. Pernah denger partai PNI Marhaenis kan?” Saya: “Ohh I see..” Setelah selesai melihat2 stasiun radio, kami pun melanjutkan perjalanan menuju tempat selanjutnya. Katanya kami akan diajak melihat makam Pak Marhaen. Dengan modal pernah denger nama PNI Marhaenis ditambah pengetahuan … Lanjutkan membaca Dari Radio sampai Marhaenisme (Part 2)
Dari Radio Sampai Marhaenisme (Part 1)
Oleh : Rini Anggraini Lestari Sejak obrolan random setaun lalu dengan dua teman saya yang menyentil kesadaran tentang banyaknya perubahan wajah kota Bandung (read my post Bandoengkoe), saya jadi punya hobi baru luntang-lantung jalan kaki sendirian, bagaikan syahrini tanpa mas anang, menyusuri sudut2 kota Bandung. Berjalan kaki untuk sekedar meresapi dan menikmati suasana (semerawut) … Lanjutkan membaca Dari Radio Sampai Marhaenisme (Part 1)
Sejarah Stasiun Kereta Api Bandung
. Oleh : Nia Janiar Foto : Yandi "Dephol" . Coba kalau kamu pergi ke stasiun kereta lalu menemukan angka di bawah ini, kira-kira itu menandakan apa ya? Itu tandanya stasiun ini berada 709 meter di atas permukaan laut. Saya baru tahu dan baru memperhatikan. Untung ikut Aleut!. Minggu (25/08) rute Aleut adalah menyusuri sejarah … Lanjutkan membaca Sejarah Stasiun Kereta Api Bandung
Stasiun Bandung Selayang Pandang
Ketika perusahaan StaatSpoorwegen dipimpin oleh H.G. Derx , didirikanlah stasiun kereta api di Bandung tepatnya pd tanggal 16 Juni 1884. Mengingat akan dilakukannya serah terima pengelolaan lajur kereta api kepada Dinas Eksploitasi dari Dinas Bangunan yang sebelumnya bertanggung jawab dalam pembangunan jalan kereta api, maka pembangunan stasiun Bandung ikut mengalami percepatan. Pembangunan stasiun dilaksanakan siang … Lanjutkan membaca Stasiun Bandung Selayang Pandang
Pemancar Radio Tua
. Oleh : Nia Janiar . Sekitar seminggu yang lalu (18/09), saya ke kawasan Buah Batu bersama Aleutians untuk melihat menara pemancar radio yang letaknya di belakang kampus IT Telkom. Mengenai sejarah tentang menara ini, sudah diarsipkan dalam blog Aleut yang ditulis oleh M. Ryzki W. dengan judul Ngaleut! Puntang-Malabar with GEOTREK II. Jadi, jurnal … Lanjutkan membaca Pemancar Radio Tua
Gereja Blenduk, Semarang
Oleh : Achmad Rizal Gereja Blenduk atau GPIB Immanuel adalah gereja tertua di Jawa Tengah dan salah satu yang tertua di Indonesia. Gereje Blenduk didirikan tahun 1753 ini merupakan salah satu icon dari Kawasan Kota Lama, Semarang yang secara fisik masih sangat utuh dan bahkan masih digunakan untuk kebaktian oleh Penganut Protestan di Semarang. Dahulu … Lanjutkan membaca Gereja Blenduk, Semarang
Drie Locomotief Jalan Dago
Drie Locomotieven. Foto: Het Nieuw Instituut. Pada tahun 1936 W.H. Hoogland, Direktur Denis Bank yang juga seorang seorang promotor dalam pembangunan Bandung mendirikan tiga buah Villa di Dagoweg no.111, 113 dan 115. Dalam proyek itu ia mempercayakan arsitek A.F. Aalbers sebagai perancang desain ketiga villa tersebut. Ketiga vila anggun yang dikenal sebagai “Drie Locomotief” itu … Lanjutkan membaca Drie Locomotief Jalan Dago
Palasari, Kepala – Pundak – Lutut – Kaki
Oleh : Jana Silniodi Sabtu 3 September, jadi awal pembuka petulangan saya setelah sebulan kemarin bermeditasi ibadah puasa. Dan sungguh hal tak biasa bagi aleut! mengadakan kegiatannya di hari Sabtu akhirnya terjawab sudah kebingungan itu karena peserta ngaleut kali ini pun cukup tujuh orang saja, Bang Ridwan a.k.a BR, Asep Nendi, Hanifa, Pia Zakiah, Nia … Lanjutkan membaca Palasari, Kepala – Pundak – Lutut – Kaki
Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat
Ada yang tahu kapan tanggal lahir Provinsi Jawa Barat ?.. Betul, berdasarkan seminar baru2 ini ditentukan bahwa Jawa barat lahir tanggal 19 Agustus 1945, dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan.. Pertanyaanya sekarang , adakah yang tahu kapan Provinsi Pasundan Lahir ? Jawabannya adalah tanggal 14 Agustus 1925 berdasarkan Staatsblad (Lembaran Nagara) tahun 1925 nomer 378. Dalam … Lanjutkan membaca Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat
Puisi Tidak Seharusnya Bisu : Selamat Ulang Tahun Wiji Thukul
apa yang berharga dari puisiku kalau adikku tak berangkat sekolah karena belum membayar SPP kalau becak bapakku tiba-tiba rusak jika nasi harus dibeli dengan uang jika kami harus makan dan jika yang dimakan tidak ada? (Wiji Thukul - Apa yang Berharga dari Puisiku) Mereka bilang kata-katanya seperti pedang. Sehingga ia termasuk orang … Lanjutkan membaca Puisi Tidak Seharusnya Bisu : Selamat Ulang Tahun Wiji Thukul
Sejarah Singkat Organisasi Kasundaan (Part 1)
Oleh : M.Ryzki Wiryawan SUNDA NGAHIJI Muga sing mulus muga sing banglus nembongkeun daya nembongkeun jaya anaking sing panjang-punjung aranjeun sing nanjeur nanjung makayakeun urang sunda nyabak hanca nu katunda Kolot mihape rame ing gawe ka hareup djeujeuh ka tukang mejeuh jadi hulu mangka nyanggut mangka ngepot lamun buntut ciriwanci ati hurip … Lanjutkan membaca Sejarah Singkat Organisasi Kasundaan (Part 1)
Di Balik “Kamisan”
Oleh : Candra Asmara Safaka yang hilang, menjadi katalis, di setiap kamis...(Hilang by Efek Rumah Kaca) Bagi orang-orang yang berkeyakinan tertentu, hari Kamis merupakan hari saat Tuhan menghujani berkah bagi umatnya. Hari Kamis menjadi hari pilihan umat Islam, biasa bersanding dengan hari Senin. Penganut Islam mengenal puasa "Senin-Kamis", sedangkan untuk penganut Nasrani mengenal Holy Thursday … Lanjutkan membaca Di Balik “Kamisan”
Upacara dan Nasionalisme
Oleh : Indra Pratama Kenapa kita upacara?. Apakah upacara itu adalah kewajiban seorang nasionalis?. Bagaimana perjuangan kita untuk berupacara dapat disamakan dengan perjuangan para pahlawan?. Terimakasih banyak untuk pertanyaan Lika yang di forward oleh Bang Ridwan ke saya yang masih lelap di pukul 10.30. Membuat saya berpikir keras tentang apa sih upacara itu, dan bagaimana … Lanjutkan membaca Upacara dan Nasionalisme
Yang Muda Yang Memaksa : Golongan Muda dalam 17 Agustus 1945
Oleh : Indra Pratama Orang tua dan anak muda itu seringkali seperti dua sisi rel kereta, selalu berdampingan berjalan, tujuannya sama, jalannya tidak pernah bertemu satu sama lain. Pendudukan Jepang semenjak tahun 1942 adalah sebuah revolusi yang kasar. Sistem penghisapan darah yang berkedok kehalusan dan keteraturan selama kurang lebih 140 tahun yang dijalankan kolonial Hindia-Belanda … Lanjutkan membaca Yang Muda Yang Memaksa : Golongan Muda dalam 17 Agustus 1945