Ratapan Burung Blekok

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Katanya cinta..Nyatanya cuma kata..Katanya iya..Besoknya lupa..Bilangnya sih indah..Tapi malah bikin resah..Kalau memang mau berdampingan..Seharusnya jangan menghancurkan..” Mungkin begitu yang diratapi oleh burung blekok yang tinggal di Kampung Blekok, Rancabayawak, Kota Bandung, bila mereka punya akal dan perasaan di saat pohon-pohon bambu tempat mereka tinggal saat ini ditebang satu per satu untuk dijadikan pohon … Lanjutkan membaca Ratapan Burung Blekok

Hal-hal yang Saya Lakukan Saat Naik DAMRI Leuwipanjang-Ledeng

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Ayoo, ayooo cepetan naik bu, jalanan lagi macet nih”, sebuah seruan dengan logat khas Batak terdengar dari balik kemudi lebar transportasi besar. Dengan seragam dinas berwarna biru telur asin, wajah di balik kacamata ovalnya sedikit merengut kepada ibu-ibu yang membawa barang bawaan cukup banyak ke dalam kendaraannya. Cahaya matahari siang itu … Lanjutkan membaca Hal-hal yang Saya Lakukan Saat Naik DAMRI Leuwipanjang-Ledeng

Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Jika bukan kemeja, biasanya motif batik, maka pria tambun itu akan tampil di muka umum dengan atasan kaus Pure Saturday. Jika beruntung–sialnya akan selalu beruntung, saya, juga kamu, saat hari kerja bisa mendapatinya siang hari datang ke Kedai Preanger untuk mengasoh, memesan es teh manis, lalu memutar lagu-lagu dari band bergenre alternative … Lanjutkan membaca Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?

Persib dan Literasi Bal-balan

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Saat rehat babak pertama laga tandang Persib yang melawat Persiba, saya menulisi akun @simamaungdengan pertanyaan retoris sok puitis: Kenapa sepi dan rindu diciptakan? Hanya tinggal mengklik tombol tweet, beruntungnya saya bukan makhluk yang kelewat iseng. Sebenarnya, enggak masalah sih sedikit jahil dengan salah satu media daring paling akrab di telinga bobotoh … Lanjutkan membaca Persib dan Literasi Bal-balan

Rumah itu bernama Komunitas Aleut

Oleh: Anggi Aldila Besta (@anggicau) Rumah bagi setiap orang adalah salah satu hal yang sangat dirindukan, tempat kita bisa berkumpul, bercanda, bercerita bahkan bertengkar, hanya karena berbeda pendapat kecil atau salah paham. Di rumah tersebut kita senantiasa bisa menemukan seseorang yang enak untuk diajak bercerita dan bertanya. Pembentukan karakter seseorang pun kadang tidak terjadi di … Lanjutkan membaca Rumah itu bernama Komunitas Aleut

Dari Stalking, Ikut Nangkring, dan Akhirnya Turut Ngabring

Oleh: Hendi Abdurahman (@akayberkoar) Stalking Medio tahun 2013 - 2014 twitter menjadi media sosial yang sangat saya gandrungi. Hampir setiap ada waktu senggang saya selalu membuka media sosial berlogo burung berwarna biru itu. Banyak sekali informasi yang saya dapatkan secara cepat dengan aplikasi ini. Kalaupun saya terlambat mendapatkan informasi terkini, saya tinggal scroll atau melihat … Lanjutkan membaca Dari Stalking, Ikut Nangkring, dan Akhirnya Turut Ngabring

Nyaah Kepada Gadis Cantik yang Lewat

Oleh: Moro Sudjatmiko Tidak terasa sudah sepuluh tahun Aleut! berkarya. Entah kapan saya pertama kali ikut ngaleut. Lupa... Yang saya ingat hanya tidak lebih dari jumlah jari saya mengikutinya. Walaupun begitu dengan GR saya merasa sudah menjadi keluarganya. Seperti otomatis, sebagaimana kebiasaan saya yang suka tiba-tiba "nyaah" kepada gadis cantik yang lewat. Saya yang merasa … Lanjutkan membaca Nyaah Kepada Gadis Cantik yang Lewat

10 Hal yang Diingat dari Aleut

Oleh: Candra Asmara (@candrasmarafaka) Ada beberapa hal yang saya ingat tentang Aleut. Saya batasi sampai 10 saja, biar sama dengan angka ulang tahun Aleut. Berikut 10 hal yang diingat dari Aleut versi on the brot: 1. Aceng Bukan nama pegiat ataupun nama pemain Persib. Aceng adalah nama asbak berbentuk kura-kura milik mantan kordinator Aleut, M. … Lanjutkan membaca 10 Hal yang Diingat dari Aleut

Komunitas Aleut yang Biasa Saja

Oleh: Indra Pratama (@omindrapratama) Connecting people. Banyak orang mengenal dua kata ini sebagai tagline komersial Nokia, produsen alat komunikasi terbesar dunia di dekade pertama abad XXI. Tapi terlihat bahwa connecting people juga sangat bisa dipakai untuk menjadi judul semangat jaman dunia pasca Perang Dunia II. Para akademisi, teknisi, dan tidak ketinggalan para industrialis dan pemasar, … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut yang Biasa Saja

Apa yang Dapat Saya Bicarakan Soal Saya dan Ngaleut

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Hal terpenting yang kita pelajari di sekolah ialah fakta bahwa hal paling penting enggak dapat dipelajari di sekolah, tulis Haruki Murakami. Dalam What I Talk About When I Talk About Running-nya, ada beragam kalimat aduhai yang bisa dipinjam kalau-kalau ingin ditulis di caption Instagram, dan yang tadi adalah kalimat favorit saya. … Lanjutkan membaca Apa yang Dapat Saya Bicarakan Soal Saya dan Ngaleut

Kebon Binatang Bandung Tahun 1950

Oleh: M. Ryzki Wiryawan (@sadnessystem) Kebon Binatang (Bonbin) Kota Bandung didirikan pada tahun 1933 oleh tuan W.H. Hoogland, seorang tokoh pecinta Bandung sekaligus pimpinan organisasi Bandoeng Vooruit. Beliau adalah seorang kaya raya, direktur Bank D.E.N.I.S. yang berkantor di jalan Naripan (sekarang Bank BJB). Setelah mengalami masa kemunduran pada zaman Jepang, Kebun Binatang Bandung kembali direvitalisasi … Lanjutkan membaca Kebon Binatang Bandung Tahun 1950

Cara Komunitas Aleut Merespon Kegiatan Kota dan Membibit Gerakan Literasi

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh)   Sesekali atau bahkan berkali-kali, di smartphone muncul broadcast yang isinya informasi dan himbauan untuk menghindari beberapa ruas jalan. Hal itu disebar katanya demi menghindarkan warga kota dari macet jahanam yang menjengkelkan. Selintas hal tersebut—karena kerap muncul, seperti sebuah kebenaran yang tak terbantah. Warga kota yang tergesa dengan agendanya masing-masing … Lanjutkan membaca Cara Komunitas Aleut Merespon Kegiatan Kota dan Membibit Gerakan Literasi

Stadion Persib

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) Stadion Persib, lebih populer dengan nama Stadion Sidolig, merupakan cikal bakal lahirnya SSB Sidolig. Sidolig sendiri merupakan sebuah singkatan dari "Sport in de Openlucht is Gezond" yang artinya "berolahraga di tempat terbuka itu sehat". Saat ini Stadion Persib dikenal juga sebagai lokasi mess para pemain serta salah satu stadion yang sering … Lanjutkan membaca Stadion Persib

Gereja Katholik Bebas Santo Albanus

Bangunan ini merupakan karya Ghijsels yang desainnya rampung tahun 1918, dan dibangun tahun 1919-1920. Walau mengambil nama Katholik, gereja ini tidak memiliki afiliasi dengan Roma. Setidaknya sejak tahun 2000-an, gereja ini dikenal warga Bandung sebagai tempat kursus Bahasa Belanda. Cerita lebih lengkap mengenai gereja ini bisa dibaca di https://komunitasaleut.com/2010/02/05/bandungs-lost-symbol/.

Catatan Perjalanan: Basa Bandung Halimunan

Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) Mengenang masa lalu, terutama masa kecil, memang selalu menyenangkan. Banyak hal-hal yang dapat kita tertawakan di saat kita beranjak dewasa; kebanyakan mempertanyakan kebodohan-kebodohan yang telah diperbuat saat kita kecil dahulu. Membandingkan keadaan dahulu dan sekarang, dari mulai sifat perilaku sampai dengan lingkungan tempat tinggal. Pahit manisnya kenangan itu tentunya menjadi satu … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Basa Bandung Halimunan