Cikadut – Panyandaan; Terasing dalam Hidup dan Mati

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Waktu Mang Asep (pegiat Aleut) menjelaskan sejarah pemakaman seorang Letnan Cina dengan menggunakan gambar lawas, saya tiba-tiba membayangkan betapa jauh dan lelahnya mengantarkan seseorang yang telah meninggal menuju tempat istirahatnya yang terakhir. Bagaimana tidak, gambar tersebut adalah iring-iringan pengantar jenazah yang sedang berada di depan gedung de Vries (totogan Jalan … Lanjutkan membaca Cikadut – Panyandaan; Terasing dalam Hidup dan Mati

Catatan Perjalanan: Pemakaman Cikadut

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Kadut artina beuteung kuat saparti munding (terjemahan kadut di Kamus Basa Sunda R. A. Danadibrata) Pagi itu, Komunitas Aleut melakukan tema ngaleut yang jarang dijelajahi. Tema ngaleut tersebut adalah ngaleut pemakaman Cikadut. Jadi, rute dan kawasan yang dijelajahi berada di Pemakaman Cikadut. Cikadut, pemakaman tua di Bandung Sebelum ada peraturan yang … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Pemakaman Cikadut

Mewahnya “Tempat Ngaso” Terakhir Etnis Tionghoa

Oleh: M. Taufik Nugraha (@abuacho) Memasuki Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, kita akan disuguhi berupa pemandangan kuburan-kuburan yang mewah. Bangunan dengan desain yang menarik dan mewah dibangun di atas lahan kuburan yang boleh dibilang cukup luas, seperti salah satunya foto kuburan yang ada di bawah ini: TPU Cikadut sendiri sejatinya merupakan tempat pemakaman bagi orang-orang … Lanjutkan membaca Mewahnya “Tempat Ngaso” Terakhir Etnis Tionghoa

Haji Anda di Lengkong Besar

Oleh: Ariono Wahyu (@A13Xtriple) "Ke rumah Haji Anda, di Lengkong Besar," ke sanalah Inggit Garnasih ingin dipulangkan oleh Sukarno. Garnasih teguh memegang prinsipnya "Oh..., dicandung? Ari kudu dicandung mah, cadu!" ("Oh..., dimadu? Jika harus dimadu, tak sudi!"). Setelah mendampingi Sukarno selama kurang lebih dua puluh tahun, Inggit memutuskan untuk berpisah dengan pria kecintaannya itu. Saat … Lanjutkan membaca Haji Anda di Lengkong Besar

Hal yang Tersembunyi Menjadi Tampak

Oleh: Deris Reinaldi Ngaleut kali ini bertema “Mapay Jalan Satapak” yang berarti menyusuri jalan setapak. Menurut kabar akan menyusuri sungai Ci Kapundung ke arah selatan dari Jl. Asia Afrika, melihat perumahan di sekitar serta mengunjungi pengrajin tradisional. Terbayang dalam benak saya sih ya menyusuri pinggiran sungai dengan memasuki gang-gang seperti yang dulu pernah dilakukan ketika … Lanjutkan membaca Hal yang Tersembunyi Menjadi Tampak

#InfoAleut: Ngaleut Cikadut

#‎InfoAleut‬ Hari Minggu (15/03/2015) kita akan... "Ngaleut Cikadut". Mari bersama-sama mencari tahu tentang pemakaman Tionghoa di daerah timur Bandung ini. Seperti apa pemakaman Tionghoa? Bagaimana keadaan pemakaman di Cikadut? Siapa saja yang dimakamkan di sini? Mari cari tahu bersama! 😀 Tertarik untuk bergabung? Langsung saja kumpul di Indomaret Cikadut (Dekat Polsek Antapani, Jl. A.H.Nasution) pukul … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Ngaleut Cikadut

Ada “Sesuatu” di Jalan Kecil Itu

Oleh: M. Taufik Nugraha (@abuacho) Saya tidak menyangka dan baru mengetahui juga (dan juga kemungkinan kebanyakan orang Bandung juga begitu), bahwa terdapat tempat pembuatan wayang golek yang sudah dikenal sampai mancanegara, yang lokasinya terletak di jalan kecil pada sebuah jalan kecil (bingung kan, hehehe :)). Ya, tempat pembuatan wayang golek yang bernama Ruhiyat Wooden Puppet … Lanjutkan membaca Ada “Sesuatu” di Jalan Kecil Itu

Sedikit Cerita dari Ngaleut Mapay Jalan Satapak

Oleh: Hani Septia Rahmi (@tiarahmi) Biasanya jalan setapak digunakan sebagai jalan potong atau lebih populer dikenal sebagai jalan tikus jika menuju suatu tempat. Tapi dari ngaleut kemaren saya mendapat perspektif baru. Ternyata, jalan setapak ataupun gang itu memilki cerita lain. Saat ngaleut hari Minggu kemarin, saya & Komunitas Aleut menyusuri Jalan Pangarang dan Jalan Rana. Perjalanan dimulai  dari mulut … Lanjutkan membaca Sedikit Cerita dari Ngaleut Mapay Jalan Satapak

Catatan Ngaleut: Wayang Golek Pitaloka

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Sepintas wajah penghuni kota. Tak kenal wajah sendiri. (Juniarso Ridwan – Ahoaho Bandung) Jika jalan kaki ke belakang Hotel Savoy Homann, kita akan menemukan satu ruas jalan yang tertulis Jalan Pangarang. Ruas jalan tersebut terkenal dengan hotel dan penginapan yang murah. Tapi, jika kita masuk dan keliling sekitar jalan tersebut, … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut: Wayang Golek Pitaloka

Pileuleuyan Toko Buku Djawa

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Di Jalan Braga, měh pahareup-hareup pisan jeung rěstoran Braga Permai, aya toko buku nu ngaranna Toko Buku Djawa. Kira dua minggu katukang, basa babaturan kuring—wanci haneut moyan,  ngaliwat ka hareupeun ěta toko, cenah katingali aya sababaraha jalma nu keur ngangkutan buku jeung majalah. Sabab teu pati yakin, nya isukna kuring … Lanjutkan membaca Pileuleuyan Toko Buku Djawa

Aleut, Beriringan Memaknai Sejarah

  Minggu, 8 Maret 2015 | 12:47 WIB BERANGKAT dari kegelisahan terhadap kondisi kota, Komunitas Aleut di Bandung belajar bersama-sama mengenali sejarah. ”Ngaleut” artinya berjalan beriringan. Maka, komunitas tersebut kerap ”ngaleut” menyusuri situs penting. Mereka membuat jargon ”Ngaleut: tjara asjik mengenal Bandoeng”. Aleut dalam bahasa Sunda berarti sekelompok orang yang berjalan berbanjar atau beriringan sebagaimana … Lanjutkan membaca Aleut, Beriringan Memaknai Sejarah

#InfoAleut: Mapay Jalan Satapak

‪Hari Minggu (08/03/2015) kita akan... "Mapay Jalan Satapak". Mari bersama-sama mencari tahu tentang kawasan perumahan di dekat Sungai Ci Kapundung.Seperti apa kondisi perumahan di daerah ini? Apa kerajinan khas di sini? Seperti apa arsitektur kolonial di daerah ini? Mari kita cari tahu bersama! Tertarik untuk bergabung? Langsung saja kumpul dekat Titik Nol Kilometer Bandung (Jl. Asia-Afrika) … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Mapay Jalan Satapak

Dua Dunia Trans7: Tebing Keraton

Setelah kunjungan terakhir pada bulan November 2014, hari Rabu, 5 Maret 2015, saya kembali ke Cadas Gedogan atau yang sekarang menjadi terkenal dengan nama Tebing Keraton. Kunjungan kali ini untuk keperluan sebuah program televisi, Dua Dunia dari Trans7. Belakangan ini saya beberapa kali diminta tim program ini menjadi narasumber untuk liputan beberapa lokasi di sekitar … Lanjutkan membaca Dua Dunia Trans7: Tebing Keraton

Kolot Jagjag, Tumpak Kuda, jeung Sababaraha Hal nu Can Běrěs

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh)   Poe Ahad kamari (1 Maret 2015), basa ulin ka sababaraha taman nu aya di Kota Bandung, kuring jeung Akang Něběngers (maksudna budak anggota Něběngers, hampura poho deui ngaranna), manggihan hiji nini-nini nu yuswana geus 81 taun. Si Emak (nini-nini ěta) keur ngaběrěsan runtah botol jeung gelas palastik urut inuman di Taman … Lanjutkan membaca Kolot Jagjag, Tumpak Kuda, jeung Sababaraha Hal nu Can Běrěs

Tjilakiplein, Kini Telah Berubah

Saat mendengar nama “Cilaki”, sekarang ini mungkin warga Bandung lebih mengenalnya sebagai nama jalan yang membentang di sisi timur Komplek Gedung Sate hingga ke sekitar Taman Persib. Jalan ini berparalel dengan Jl. Cisangkuy, yang saat ini lebih dikenal dengan kekiniannya karena menjadi sentra kue cubit green tea. Padahal sampai awal tahun 2000-an, selain nama jalan … Lanjutkan membaca Tjilakiplein, Kini Telah Berubah