Kelas Literasi: Mengintip Proses Pembuatan “Pernik KAA 2015″

Kelas Literasi pekan ke-168 yang diadakan pada hari Minggu, 19 April 2020, bertepatan dengan bulan perayaan Konferensi Asia-Afrika ke-65. Sebagai bagian mandiri untuk peringatannya, Komunitas Aleut mengadakan Kelas Literasi mengenai proses penulisan buku peringatan “Pernik KAA 2015; Serba Serbi Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika” yang ditulis secara kolektif oleh Komunitas Aleut dan diterbitkan oleh penerbit … Lanjutkan membaca Kelas Literasi: Mengintip Proses Pembuatan “Pernik KAA 2015″

Gra Rueb, Perempuan Pematung Verbraak

Apa yang biasanya dikisahkan setiap kita membahas tentang patung pastor di sudut Taman Maluku Bandung? Cerita yang selama ini berkembang di masyarakat selalu saja berhubungan dengan urban legend yang mengisahkan bahwa patung tersebut dapat bergerak dan berubah posisi. Setiap mendengar kisah semacam itu, saya selalu ingin menyaksikannya langsung dan membayangkan hal tersebut dapat menjadi sebuah pengalaman estetik … Lanjutkan membaca Gra Rueb, Perempuan Pematung Verbraak

Menapaki Kenangan Bersama Aleut dan Pidi Baiq

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) “Kok nyeri ya bacanya” Seorang kawan meninggalkan sebuah komentar di unggahan di Instagram saya. Sebuah penggalan tulisan dari novel karya Pidi Baiq. “Dia yang ada di dalam hatiku maka itu adalah keabdian. Meskipun dia pergi, kenangan tidak akan pernah benar-benar meninggalkan”. Itu kalimat yang saya unggah pada Instagram saya beberapa hari … Lanjutkan membaca Menapaki Kenangan Bersama Aleut dan Pidi Baiq

Takdir Tujuh Sumur

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple) Salah satu pertimbangan bagi orang tua dahulu dalam menentukan pilihan tempat bermukim adalah ketersediaan sumber daya alam  berupa air. Dikisahkan penentuan lokasi ibu kota beberapa kabupaten di Tatar Priangan sangat mempertimbangkan keberadaan mata air yang dikiaskan sebagai tempat berkumbangnya badak putih (paguyangan badak putih). Sumber Air dan Pusat Pemerintahan Sebagai … Lanjutkan membaca Takdir Tujuh Sumur

Wyata Guna dalam Tanya

Denyut di jantungmu kotaPusat gelisah dan tawaDalam selimut debu dan kabutYang hitam kelam warnanyaSejuta janjimu kotaMenggoda wajah-wajah resahAda di sini dan ada di sanaMenunggu di dalam tanya (Balada Sejuta Wajah-God Bless) Saya masih mengingat dengan jelas, saat duduk di kelas dua SMP, pernah meminta kepada seorang kawan untuk dibuatkan gambar logo band God Bless. Kawan … Lanjutkan membaca Wyata Guna dalam Tanya

Candu Tarawangsa

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) Pukul 4 sore aku baru pulang ke kosan setelah mengurus ini itu. Segera saja kusimpan tas di tempat penyimpanan dan langsung menuju kamar mandi. Aku harus mandi biar badan lebih segar setelah banyak kegiatan di akhir pekan ini. Aku lepas bajuku satu persatu. Aroma kemenyan serta wewangian lain masih menempel di … Lanjutkan membaca Candu Tarawangsa

Tarawangsa: Pengalaman Ekspresi Diri yang Magis dan Mistis

Oleh: Puspita Putri (@Puspitampuss) Penghujung Agustus 2019 merupakan hari yang cukup sibuk untuk aku dan teman-teman Komunitas Aleut. Setelah malam sebelumnya kami pulang larut selepas menunggu dekorasi untuk Bandung Historace 2019, esok paginya kami sudah stand by kembali di halaman Museum Kota Bandung untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Acara cukup sukses dan menyenangkan, setelah evaluasi akhirnya kami memutuskan … Lanjutkan membaca Tarawangsa: Pengalaman Ekspresi Diri yang Magis dan Mistis

Soronger dan Peringatan 130 Tahun Jalur Cicalengka-Garut

“For the fifth time I would go from Tjitjalengka to Garoet, along the old postal road, witnessing so much horse suffering and traveler anxiety and sorrow;” (Bataviaasch Nieuwsblad, 1889) Satu dari sekian banyak jalur kereta api mati yang akan dihidupkan kembali oleh pemerintah di sekitar tahun 2019 ini adalah jalur antara Cibatu dan Garut. Dahulu, … Lanjutkan membaca Soronger dan Peringatan 130 Tahun Jalur Cicalengka-Garut

Satu Klan Ambon di Perkebunan Priangan

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple) "Beta PattirajawaneYang dijaga Datu-datuCuma SatuBeta PattirajawaneKikisan lautBerdarah lautBeta PattirajawaneKetika lahir dibawakanDatu dayung sampan" Cerita Buat Dien Tamaela- Chairil Anwar Entah pada saat Ngaleut yang mana saya pernah membacakan puisi tadi. Namun saya ingat membacakan puisi itu ketika singgah di GOR Saparua, sebuah tempat yang cukup akrab bagi saya. Saat ngaleut itu, … Lanjutkan membaca Satu Klan Ambon di Perkebunan Priangan

Ngaleut Pacet, Sekali Peristiwa di Bandung Selatan

Oleh : Ervan Masoem (@Ervan) Jika Pram menulis sebuah Novel yang berjudul Sekali Peristiwa di Banten Selatan, saya di sini akan menulis sebuah catatan perjalanan yang berjudul Ngaleut Pacet, Sekali Peristiwa di Bandung Selatan. Mengubah Banten menjadi Bandung dan ceritanya yang jelas berbeda. Perjalanan diawali dari Sekretariat Komunitas Aleut di Jalan Pasir Jaya XIII No … Lanjutkan membaca Ngaleut Pacet, Sekali Peristiwa di Bandung Selatan

Inggit Garnasih

Mengenal peran wanita di ruang privat dalam pendampingan perjuangan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia Oleh: Puspita Putri (@Puspitampuss) Minggu, 17 Februari 2019, pagi-pagi sekali aku bangun lalu mandi, sarapan dan melakukan kegiatan persiapan lainnya. Aku bersiap untuk pergi ke pelataran Gedung Merdeka, memenuhi janji kepada salah satu temanku dari Jakarta untuk menemaninya mem-Bandung hari itu. Satu … Lanjutkan membaca Inggit Garnasih

Menengok Bekas Kamp Internir di Pasar Andir

Oleh : Fauzan (@BandungTraveler) Salah satu tempat di kota Bandung dengan banyak bangunan tuanya adalah Pasar Andir. Walaupun bangunan utama sudah dirombak dengan sentuhan modern yang kaku, kita masih bisa menyaksikan bangunan-bangunan sekitar yang masih tua nan dinamis. Bahkan beberapa di antara bangunan di sana, masih ada bangunan yang mempertahankan kaca patri dan juga desain … Lanjutkan membaca Menengok Bekas Kamp Internir di Pasar Andir

Yang Belum Kering di Kampung Dobi

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Hampir tiap subuh, selama bertahun-tahun, ibu saya mencuci pakaian kami sekeluarga dengan tangannya, dengan berjongkok. Air cucian bikin kakinya pecah-pecah. Ibu saya mulai tak kuat berlama-lama jongkok. Mesin cuci merk Korea bekas kemudian hadir di rumah kami. Meski enggak sampai meruntuhkan budaya patriarkis, setidaknya ia meringankan beban kerja domestik ibu saya. … Lanjutkan membaca Yang Belum Kering di Kampung Dobi

Akhir Tragis Mentor Putera Sang Fajar

Oleh: Vecco Suryahadi (@Veccosuryahadi) Pada tanggal 22 Mei 1949, setidaknya ada enam koran yang memuat berita mengenai kematian C.P. Wolff Schoemaker, profesor Technische Hoogeschool (THS) dan arsitek bangunan-bangunan terkenal di Hindia Belanda, terutama Bandung. Koran Het Dagblad, Het Nieuwsblad voor Sumatra, dan De Locomotief Semarang menuliskan berita meninggalnya Wolff Schoemaker dalam satu-dua paragraf ringkas yang isinya … Lanjutkan membaca Akhir Tragis Mentor Putera Sang Fajar

Blekok, Dulu dan Kini

Suasana senja di Kampung Blekok mengingatkan saya pada suatu adegan di Jurrasic World, ketika gerombolan Pteranodon berterbangan memenuhi langit setelah kandang yang menjadi tempat tinggal mereka hancur diterjang Indominus rex