Oleh : Ajeng Permata Putri “…dalam pembacaan puisi selalu ada jeda dari kalimat ke kalimatnya, tuk menghayati dan memahami arti tersirat didalamnya., Dan itu yang diperlukan dalam kehidupan. Jangan hanya terus menerus mencari tanpa berfikir apa makna sesungguhnya dari yang kita cari,, Cari jeda untuk merenungi apa saja yang terlihat olehmu dan yang terjadi … Lanjutkan membaca Selalu Ada “Jeda” Tuk Mengakumulasikan Semua Makna
Catatan Perjalanan
Ngaleut Dago-Gunung Batu (Lembang) : Ngaleut Yang Sama, Rutenya Jauh Berbeda
Oleh : Asep Nendi R. Perencanaan perjalanan, itu mungkin yang sering kita perbincangkan setiap waktu. Bagaimana merencanakan sebuah perjalanan yang tidak hanya menyenangkan, namun mampu memberikan sesuatu hal yang baru. Terutama pengetahuan. Beberapa perjalanan ngaleut terakhir dilakukan tanpa survei, mencoba mengulang jalur-jalur lama. Hal ini berkaitan dengan banyaknya pegiat baru di Aleut. Namun … Lanjutkan membaca Ngaleut Dago-Gunung Batu (Lembang) : Ngaleut Yang Sama, Rutenya Jauh Berbeda
Sekilas Tentang PLTA Bengkok
Oleh : Asep Nendi PLTA BENGKOK Begitulah nama PLTA yang terletak di selatan Taman Hutan Raya Ir. Djuanda (Tahura). PLTA ini menggunakan aliran air sub sungai Cikapundung, yang dialirkan melalui parit-parit seperti sungai buatan. Salah satu jalur melalui Goa Belanda, goa yang pada awalnya (1918) difungsikan sebagai terowongan air. Sejak pertama kali dibangun … Lanjutkan membaca Sekilas Tentang PLTA Bengkok
Treasure from the Past : Ngaleut Tahura – Bosscha
Oleh : Yanstri Meridianti Minggu, 31 Januari 2010 Klab Aleut kembali melakukan penjelajahan. Pukul 8:15 kami memulai perjalanan dari depan Terminal Dago. 19 Aleutian berjejalan di dalam angkot yang akan membawa kami ke titik awal perjalanan. Ya, perjalanan kali ini dimulai dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (THR Ir. H. Djuanda/Tahura) yang terletak … Lanjutkan membaca Treasure from the Past : Ngaleut Tahura – Bosscha
NGALEUT DEMI LINGKUNGAN KOTA YANG LEBIH BAIK
Oleh : Ridwan Hutagalung Semestinya pada hari Minggu, 16 Januari 2011 ini saya dan Komunitas Aleut! akan melakukan kegiatan rutin ngaleut (Sunda: berjalan beriringingan) dengan tema “Merawat Pohon”, namun beberapa hal teknis membuat kegiatan ini dibatalkan. Narasumber yang akan berbagi informasi dan pengetahuan seputar pepohonan dan lingkungan tak dapat hadir sementara kami, para peserta, adalah … Lanjutkan membaca NGALEUT DEMI LINGKUNGAN KOTA YANG LEBIH BAIK
Bagaimana Caranya Pohon-Pohon Tidak di Paku
Oleh : Fajar Asaduddin "Ajay Tea" “Mungkin hanya segelintir orang-orang yang peduli terhadap taman-taman khususnya di Bandung. Pohon-pohon yang ada di taman seharusnya memberikan oksigen yang dibutuhkan bukan hanya untuk manusia saja, tetapi dibutuhkan juga oleh hewan-hewan. Akan tetapi di Taman Ganesa kita lihat masih banyak pohon-pohon yang berdiri kokoh dan masih banyak pula … Lanjutkan membaca Bagaimana Caranya Pohon-Pohon Tidak di Paku
Jadi Nama Asteroid
Oleh : Asep Suryana Hari kemarin dapat berita dari Direktur Observatorium Bosscha, Dr. Hakim L. Malasan bahwa nama-nama mantan Direktur Observatorium Bosscha diabadikan menjadi nama Asteroid dan sudah disetujui IAU (International Astronomical Union). Masing-masing asteroid tersebut adalah: 12176 Hidayat (Prof. Dr. Bambang Hidayat, Dir. Observatorium 1968 - 1999) 12177 Raharto (Dr. Moedji Raharto, 1999 … Lanjutkan membaca Jadi Nama Asteroid
Nama Daerah = Nama Tanaman
Oleh : Unang Lukmanulhakim Mungkin kita sudah sangat sering mendengar daerah-daerah seperti kosambi, cihampelas, cilimus, dll. tapi mungkin juga sedikit yang menyadari bahwa nama-nama daerah tersebut berasal dari nama tanaman. kali ini saya akan sedikit sharing tentang pengetahuan mengenai beberapa tanaman yang namanya dijadikan nama daerah. Kosambi Kesambi atau kosambi (Schleichera oleosa) adalah nama sejenis … Lanjutkan membaca Nama Daerah = Nama Tanaman
Perjalanan Sang Walikota
Oleh : M.Ryzki Wiryawan Di Suatu sore yang cerah, sang Walikota Bandung tengah dihadapkan pada draft rancangan Perda kawasan Cagar. Sambil nyuruput kopi item manis, Pak Walikota lalu ngomen dalam hati,”Wah banyak banget ini daftar cagar budayanya, bener gak nih ?!” “Kalo gini keadaanya saya kudu terjun langsung ke lapangan nih, liat langsung kondisi Bandung … Lanjutkan membaca Perjalanan Sang Walikota
Komunitas Aleut : every little thing is precious
Oleh : Naluri Bella Wati Beberapa waktu lalu, saya mendaftar di sebuah konferensi lingkungan di Jakarta. Ketika mengisi formulir pendaftaran, saya kebingungan menuliskan komunitas lingkungan apa yang saya ikuti. Komunitas Aleut-komunitas yang selama ini saya ikuti- adalah komunitas berbasis sejarah. Tidak ada unsur lingkungannya sama sekali. Saya pun mencantumkan nama Aleut di dalam formulir tersebut. … Lanjutkan membaca Komunitas Aleut : every little thing is precious
Sekitar Taman Ganesa-Taman Flexi Bandung
Oleh: Mondriadi Berawal dari Taman Ganesa gerbang depan ITB saya dan beberapa teman berencana jalan-jalan menghabiskan hari. Dari cerita sana sini saya jadi tahu bahwa Taman Ganesa ini di bangun tahun 1917 oleh seseorang bernama Ijzermann (maap kalo penulisannya salah), seorang pegawai perkeretaapian, dan taman ini was named after him. Jadi, Taman Ganesa=Ijzermann Park. Kemudian … Lanjutkan membaca Sekitar Taman Ganesa-Taman Flexi Bandung
Video Ngaleut! Etnobiologi di Jatinangor dan Arboretum!
Oleh : Nanang Cahyana Al-Majalayi juga ada satu tambahan video dari Erik Pratama
Video Aleut! di Metro TV
Yang belum lihat Aleut! di metro TV kemarin, bisa dilihat videonya disini yaa
Catatan NgAleut! Arboretum ; tidak ada yang gratis di dunia ini.
Oleh : Unang Lukmanulhakim "Selalu ada yang baru setiap kali NgAleut!" Itulah yang saya alami setiap kali mengikuti kegiatan Komunitas Aleut!, begitu pula dengan ngaleut kedua Komunitas Aleut dan Ngaleut Pertama buat saya di tahun 2011 ini tepatnya pada hari minggu, 9 Januari 2011. Kali ini Komunitas Aleut! mendatangi kawasan Jatinangor untuk berkunjung ke Arboretum … Lanjutkan membaca Catatan NgAleut! Arboretum ; tidak ada yang gratis di dunia ini.
“Tak ada yang Gratis!” Kearifan Lokal di Arboretum UNPAD
Oleh : M.Ryzki Wiryawan “Semangat itu membimbing pena di tangan saya yang lemah untuk menggambar suatu pemandangan alam tropis , seperti yang ditunjukan di pulau Jawa, sejauh yang dapat diukur , sebagai suatu bagian dari suatu konsep utuh. Ini hanya sketsa , sebuah bukti awal yang lemah yang dapat saya berikan kepada para pembaca…” Junghuhn, … Lanjutkan membaca “Tak ada yang Gratis!” Kearifan Lokal di Arboretum UNPAD