Bagaimana Caranya Pohon-Pohon Tidak di Paku

Oleh : Fajar Asaduddin “Ajay Tea”

 

“Mungkin hanya segelintir orang-orang yang peduli terhadap taman-taman khususnya di Bandung. Pohon-pohon yang ada di taman seharusnya memberikan  oksigen yang dibutuhkan bukan hanya untuk manusia saja, tetapi dibutuhkan juga oleh hewan-hewan. Akan tetapi di Taman Ganesa kita lihat masih banyak pohon-pohon yang berdiri kokoh dan masih banyak pula di kunjungi oleh orang-orang untuk piknik, bermain dengan keluarganya, berolahraga, bersantai-santai menghirup udara segar”.

 

Itulah sedikit pertanyaan dari seorang teman yang disela-sela istirahat sembari sharing – mengobrol di tempatnya bekas rumah Wolff Schoemaker yang sekarang jadi tempat makan dan taman bacaan. Ngaleut yang ke 3 di tahun 2011, yaitu pada tanggal 16-1-2011 ini tadinya Komunitas Aleut mengajak belajar tentang pohon-pohon yang ada di Bandung sambil merawat, membersihkan, dan mencabut paku-paku ambil sampah-sampah dengan tema “Save The Trees”.

 

Walaupun ternyata harus sedikit berbelok haluan yang dikarenakan narasumbernya yang diharapkan berhalangan, ternyata masih ada narasumber lainnya yaitu Nara Wisesa. Nara menjelaskan sedikit tentang pohon-pohon di Taman Ganesha, Pohon Kersen atau Talok yang buahnya kecil dan manis. Dan munculnya trend musik pada tahun 1970-an kata bang Ridwan yaitu Aktuil. Setelah dari Taman Ganesa yang kalau di lihat dari atas berbentuk huruf “Y”, melewati Jalan cikapayang dan berhenti di dekat Taman Badaksinga atau jalan Gelap Nyawang yaitu tempat tongkrongan anak-anak muda dekat PDAM ternyata dulunya Lapangan Gasibu di Jalan Badaksinga. Dikarenakan adanya Projek air bersih dengan nama HBM yang sekarang menjadi PDAM lapangan Gasibu di pindahkan ke depan Gedung Sate yang dulunya hanya lapangan kosong yang penuh dengan semak berlukar. Gasibu itu adalah singkatan yang namanya “Gabungan Sepak Bola Indonesia Bandung Utara” dan Gasibu bukan Gazeboo, Gasibu buka Gazibu, Gasibu tetaplah Gasibu.

 

Setelah berjalan-jalan terus sehingga sampailah di depan rumah milik Wolff Schoemaker yang dulu saya ingat waktu ngaleut Taman juga entah ngaleut taman yang ke berapa saya lihat masih dalam perbaikan dan sekarang sudah menjadi tempat makan atau tempat taman bacaan. Di karenakan hujan turun maka untuk ngaleut tgl 16-1-2011 terpaksa di hentikan di tempat Wolff Schoemaker dan semua memesan minuman. Sebari memesan bang Ridwan bercerita tentang Wolff Schoemaker yang ternyata Wolff Schoemaker membuat bangunan – bangunan yang di antaranya yang saya ingat : Rumah milik Wolff Schoemaker, Bosscha yang ada di lembang, Hotel Savoy Homman, Bioskop Majestic, Dll.

 

NB : Maap di rahasiakan namanya.

 

“Semoga banyak yang Peduli terhadap Lingkungan sekitar kita termasuk taman-taman di Kota Bandung”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s