#PojokKAA2015: Menanti Kembali Papan Baca PR

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Surat kabar atau yang lebih dikenal dengan koran, merupakan salah satu media informasi yang ada di masyarakat. Bukan hanya kalangan pejabat atau pengusaha saja yang membaca surat kabar, tetapi ada tukang becak, para pedagang, supir angkot, tukang parkir, dan lain sebagainya. Dengan membaca surat kabar, kita bisa terus mengikuti perkembangan-perkembangan aktual, baik dari … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Menanti Kembali Papan Baca PR

#PojokKAA2015: Riasan khas KAA di Jalan Dalem Kaum

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Dia belok kanan dari Jalan Otto Iskandar dinata. "Ada yang aneh dengan jalan ini," dalam benaknya. Tidak ada tukang sate dan soto langganan dia. Ada lampu berwarna hitam yang tidak ia kenal. Dia tidak mengenal kembali jalan yang sering ia lewati 60 tahun lalu. Jalan yang ia tidak kenal adalah Jalan Dalem … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Riasan khas KAA di Jalan Dalem Kaum

#PojokKAA2015: Masih “Permak Wajah” Asia Afrika

Oleh: Yudha Bani Alam (@yudhaskariot) Jumat pagi kawasan Jalan asia afrika terlihat lengang namun menjelang jam 10.00 WIB, kepadatan kendaraan mulai terlihat bahkan cenderung macet apalagi di Jalan Cikapundung Barat yang sekarang menjadi ramai karena menjadi perputaran jalur untuk menuju ke Jalan Naripan yang awal nya berada di jalan cikapundung timur. Pembangunan memang memliki dua sisi, … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Masih “Permak Wajah” Asia Afrika

#InfoAleut: Ngaleut Sister Cities of Bandung

#InfoAleut Hari Minggu (12/04/2015) kita akan... "Ngaleut Sister Cities of Bandung". Mari bersama-sama mencari tahu tentang para mitra kota Kota Bandung. Siapa sajakah mitra kota Kota Bandung? Kota apa yang pertama kali menjadi mitra kota? Kota apa saja yang memiliki monumen mitra kota di Kota Bandung? Mari kita cari tahu bersama! 🙂 Tertarik untuk bergabung? … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Ngaleut Sister Cities of Bandung

#PojokKAA2015: Penasaran Sepanjang KAA 1955

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Kebiasaan warga Bandung adalah mengikuti apa yang sedang terkini di Bandung. Mulai dari Tebing Keraton hingga sinetron Preman Pensiun diikuti oleh orang Bandung. Akhir - akhir ini, hal yang terkini di Bandung adalah semarak Konferensi Asia Afrika. Semarak Konferensi Asia Afrika menyedot banyak warga Bandung untuk ikut serta atau hanya memantau. Tapi, seperti kita … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Penasaran Sepanjang KAA 1955

#PojokKAA2015: Memotret KAA 1955 Lewat Bidikan Kamera Rangefinder

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Senin, 18 April 1955. Bandung hari ini terasa begitu meriah bergairah. Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia mengirimkan wakilnya ke kota ini. Berkumpul ngariung di Gedung Merdeka merundingkan perlawanan terhadap neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya. Tentunya momen prestisius dan bersejarah ini wajib untuk … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Memotret KAA 1955 Lewat Bidikan Kamera Rangefinder

#PojokKAA2015: Perbaikan Infrastruktur Menjelang KAA

Oleh: Deris Reinaldi Banyak persiapan yang sedang dikerjakan untuk menunjang peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika, seperti pengerjaan infrastrukur terus dikejar mengingat waktu tinggal kurang dari tiga minggu. Di Jl. Dalem Kaum sedang dilakukan perbaikan jalan. Jalanan yang biasanya menggunakan aspal kini dibeton, tetapi pengerjaan baru pada satu lajur untuk mengantisipasi kemacetan. Perbaikan jalan juga … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Perbaikan Infrastruktur Menjelang KAA

#PojokKAA2015: Konferensi Asia-Afrika Rasa Amerika

Oleh: Ariono Wahyu (@A13xtriple) Jarak Jl. Pangarang dari Gedung  Merdeka bisa dikatakan hanya sepelemparan batu. Jaraknya tidak lebih dari seratus meter dari sisi timur Gedung Merdeka di Jl. Braga, hanya tinggal menyeberangi Jl. Asia Afrika ke Jl. Homann, kemudian menyeberangi Jl. Dalem Kaum dan kita sudah mendapati ujung Jl. Pangarang sebelah utara. Daerah di sekitar … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Konferensi Asia-Afrika Rasa Amerika

#PojokKAA2015: Kim Jong-Un Nungguan di Babakan Ciamis

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Kurang leuwih geus dua minggu kuring cicing di dieu, teu jauh ti walungan Ci Kapundung nu kiruh jeung bala ku runtah. Urang deui nyebutna Babakan Ciamis. Mun rěk ka jalan gedě kuring kudu leumpang heula sababaraha meter, mangkě brasna ka Jl. Perintis Kemerděkaan, gigireun pisan gedung Indonesia Menggugat. Cenah ěta … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Kim Jong-Un Nungguan di Babakan Ciamis

#InfoAleut: Ngaleut Perbankan

#InfoAleut Hari Minggu (05/04/2015) kita akan... "Ngaleut Perbankan". Mari bersama-sama mencari tahu tentang perbankan Indonesia di pusat Kota Bandung. Bank apa sajakah yang ada di kawasan ini? Seperti apa kondis bangunan bank tersebut? Apakah fungsi bangunan sudah berubah dari fungsi awalnya? Mari kita cari tahu bersama! 🙂 Tertarik untuk bergabung? Langsung saja kumpul di depan … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Ngaleut Perbankan

Kiaracondong, Kiaracondong

Oleh: Mohamad Salman (@vonkrueger) Kalau kita naik kereta api jarak menengah/jauh dari atau menuju Bandung, ada beberapa alternatif untuk naik-turun selain Stasiun Hall Bandung. Yaitu Stasiun Padalarang, Cimahi dan Kiaracondong. Cimahi dan Padalarang terletak di sebelah barat Stasiun Hall Bandung, sementara Kiaracondong ada di timur. Secara kelas dan luas stasiun, ketiga stasiun ini tidak banyak … Lanjutkan membaca Kiaracondong, Kiaracondong

Leuleumpangan di Wewengkon Kiaracondong

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) “Dulur maněh těh di Bandungna di mana?” “Di Kiaracondong, di Jl. Lebak” Jaman SD, ngan samet ěta kanyaho kuring ngeunaan Bandung. Ĕta gě pědah babaturan bogaeun dulur nu cenah nganjrekna di wewengkon Kiaracondong (Kircon). Jadi Kircon těh ěstuning kecap mimiti nu napel dina ingetan kuring, mun seug kabeneran aya nu … Lanjutkan membaca Leuleumpangan di Wewengkon Kiaracondong

Memotret Braga: Era Kolonial vs Kekinian

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Pedati dan otomobil hilir mudik di Jalan Braga, tepat di seberang gedung Societeit Concordia, saya berdiri mematung bersama tustel format besar Graflex 4×5. Membidik cantiknya arsitektur dengan sisipan seorang juffrouw yang anggun melintas. Sungguh mereka tak berdusta, kota ini memang pantas dilabeli Parijs van Java. Dan mungkin terlalu indah untuk dilukiskan … Lanjutkan membaca Memotret Braga: Era Kolonial vs Kekinian

Wong Jawa di Bandung Tempo Dulu

datang poek teu diaku (Datang kemalaman tak dibukakan pintu) Lagi – lagi bau kopi membangunkan saya dari lamunan siang hari. Saya baru ingat bahwa ada cerita yang harus ditulis. Cerita yang berasal dari satu pertanyaan kawan saya di Komunitas Aleut. Pertanyaan tentang orang Jawa di Bandung. Babakan Surabaya, kampung wong Jawa Saya akan mulai bercerita … Lanjutkan membaca Wong Jawa di Bandung Tempo Dulu

Pak Dayat dan Pasar Buku Suci

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Tadi pagi seorang kawan mengabarkan bahwa Toko Buku Djawa yang berada di Jl. Braga tutup! Ya, bukan tutup sementara, tapi permanen. Dia melihat buku-buku diangkut ke dalam mobil, entah mau pindah ke mana. Toko buku yang dijaga si mbak yang kurang ramah ini akhirnya menyerah. Ada sekira tiga kali saya … Lanjutkan membaca Pak Dayat dan Pasar Buku Suci