Susur Pantai Jilid 5: Ciletuh-Ujunggenteng

Oleh: Mariana Putri (@marianaaputri)

Ini kali kedua saya ikut susur pantai bersama @komunitasaleut. Setelah Susur Pantai Jilid 4 terlewat begitu saja tanpa ada catatan perjalanan dan sekarang mulai lupa-lupa, kali ini saya bertekad untuk menulis catatan perjalanan. Minimal biar ingat terus sama kamu.

26 Januari

Izin untuk Susur Pantai sebenarnya sudah turun dari berminggu-minggu lalu, dan nggak ada halangan. Sialnya, pagi itu saya terbangun dengan keringat di punggung dan kening. Asma saya kambuh, dan ini nggak luput dilihat Mamake. Sebenarnya saya nggak terlalu khawatir, karena biasanya menuju siang bakal sembuh sendiri. Apalagi kalau dibawa jalan-jalan, malah makin sehat. Memang aneh. Baca lebih lanjut

Dari Ciletuh ke Ujunggenteng ke Jalan Lain ke Citambur

Dari Ciletuh ke Ujunggenteng ke Jalan Lain ke Citambur

Swafoto Sebelum Melanjutkan Perjalanan | Foto Irfan Teguh

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh)

“Gobl** anji**!”

Kalau ada yang berminat mengumpulkan dan menghitungnya, saya kira dua kata di atas akan keluar sebagai modus atau frekuensi terbanyak dalam kumpulan data makian, malam itu, di Solontongan yang penuh dengan serapah saat Persib bertanding melawan PSM dalam lanjutan Piala Presiden 2018. Perlengkapan sudah oke. Sambil menunggu kawan yang motornya dihunjam entah di daerah Cicaheum, kami menyaksikan permainan Persib yang semenjana, seperti biasa.

Malam bergerak menuju dingin. Kira-kira pukul sembilan, rombongan mulai berjalan menuju Jalan Cijagra, seorang kawan tak punya bensin. Beberapa motor punya beberapa kemungkinan: tak hafal jalan, melamun, atau remnya kurang baik, sehingga mereka terus melaju Baca lebih lanjut

Mendekap Cianjur Selatan lewat Ngaleut Citambur

Oleh: Hendi “Akay” Abdurahman (@akayberkoar)

Malam kian larut saat Agus, Tegar, Windy dan Upi memberikan senyumnya ketika melihat saya memarkirkan motor dan hendak menghampiri mereka. Sedangkan saya, dan juga beberapa kawan lainnya yang mulai berdatangan satu per satu, memasang raut wajah lelah. Namun, tetap dengan senyum manis yang tak mau kalah.

“Wih… anu nggeus ti Citambur,” sapa Agus.

“Laleuleus, euy,” saya menimpali.

Tanpa permisi saya menerobos masuk ke sudut ruangan kedai kopi yang sekaligus menjadi base camp Komunitas Aleut itu untuk menyimpan barang-barang bawaan. Setelah barang bawaan tersimpan, saya bergabung bersama mereka untuk ngobrol sambil menahan rasa lelah.

Saya mesti bersyukur tiba di Jalan Solontongan 20-D, Buah Batu, dengan sambutan senyum mereka. Setengah jam kemudian, saya gandakan rasa syukur itu setelah melihat postingan instagram Dudi Sugandi. Tidak seperti biasanya, kali ini postingan terakhir yang saya dapati darinya bukan tentang panorama keindahan alam atau lanskap perkotaan, melainkan tentang sebuah kecelakaan bus pariwisata di daerah yang sebelumnya saya lewati; Ciwidey. Beruntung di waktu kejadian saya sudah sampai sini, saya berkata dalam hati. Baca lebih lanjut

Ngaleut Citambur: Ketika Semuanya Terasa Pas

Oleh: Angie Rengganis (@angiesputed)

“Lihat banyak banget air terjunnya,” sahut Farhan menunjuk kearah pegunungan. Ada sekitar tiga air terjun ditemui di kawasan Desa Cipelah. “Tau gak film Point Break, itu loh yang tentang extreme sports, pas si Bodhi nya lompat jatuh dari air terjun Angel Falls di Venezuela,” tambah saya mengingat-ingat film yang pernah saya tonton. Ternyata Cianjur juga punya banyak air terjun yang gak kalah menarik untuk dijelajahi. Memasuki salah satu jalan di daerah Rawaeceng, kami harus dihadapkan dengan jembatan darurat yang dibuat dari kayu karena jalan tersebut sedang dalam perbaikan.

Beberapa motor sukses melewati jembatan. Sialnya saya dan Farhan terjatuh dari motor karena permukaan jembatan yang tidak rata dan licin. Motor TRX yang kami naiki jatuh menimpa salah satu kaki saya dan otomatis badan saya juga menimpa Farhan yang posisi jatuhnya diujung bibir jembatan. Dengan responsif, Farhan langsung berpegangan ke gagang jembatan dan segera menetralkan motor. Saya sedikit-sedikit berusaha mengeluarkan kaki yang tertimpa motor. Sebelum saya mengeluarkan kaki, beberapa teman dan warga setempat bergegas membantu kami berdiri. Bobot motor TRX terbilang ringan dan fleksibel digunakan di medan ekstrim, jadi kondisi jatuh tidak terlalu jadi masalah untuk motor tersebut. Tapi untuk kami, kecelakaan kecil tadi cukup mengagetkan. Baca lebih lanjut