Lacak Jejak Bandung Lautan Api, Minggu, 1 April 2013

Pada hari Minggu tanggal 1 April, Komunitas Aleut bekerjasama dengan mooibandoeng menyelenggarakan permainan sambil belajar sejarah Bandung. Berkaitan dengan peristiwan Bandung Lautan Api, 24 Maret 1946, maka kami rancangkan permainan ini dengan nama Lacak Jejak Bandung Lautan Api. Dalam permainan ini semua peserta dibagi ke dalam 10 kelompok dan masing-masing peserta mendapatkan sinopsis ringkas tapi … Lanjutkan membaca Lacak Jejak Bandung Lautan Api, Minggu, 1 April 2013

Inggit Garnasih – kekasih, kawan dan ibu yang hanya memberi tanpa menuntut balas

Oleh : Natasha Bellania Pertiwi (@achabp) Jika ditanya siapa perempuan indonesia inspiratif bagi saya, salah satunya adalah Ibu Inggit Garnasih. Ia sangat mengagumkan bagi saya, dalam banyak hal. Tak hanya inspiratif, sosoknya yang sederhana, penyayang, keibuan dan memiliki pendirian menjadikannya simbol wanita mandiri. Garnasih lahir di Desa Kamasan, Banjaran, Kab.Bandung, 17 Februari 1888,dari pasangan Ardjipan … Lanjutkan membaca Inggit Garnasih – kekasih, kawan dan ibu yang hanya memberi tanpa menuntut balas

Ca-Bau-Kan

Oleh : Reza Ramadhan Kurniawan (@kobopop) Sutradara: Nia Di Nata Pemain: Ferry Salim, Lola Amaria, Niniek L. Karim, Irgi A. Fahrenzi, Alex Komang, Robby Tumewu, Tutie Kirana, Henky Solaiman, Alvin Adam, Maria Oentoe. Tahun Rilis: 2002 Judul Internasional: “The Courtesan” Diadaptasi dari novel berjudul Ca-Bau-Kan (Hanya Sebuah Dosa) karya Remy Sylado, Ca-Bau-Kan menjadi film yang … Lanjutkan membaca Ca-Bau-Kan

“Senangnya” Menjadi Guru Di Zaman Belanda

Oleh : Putri Socko Kayden Bicara soal pendidikan, ternyata bukan hanya zaman sekarang saja SMP dan SMA dikenal dengan sekolah-sekolah yang bagus di Bandung. Ternyata sejak zaman dulu-pun, Bandung sudah terkenal dengan pendidikannya yang bagus. Namun yang membedakannya terletak pada ‘mau jadi apa lulusan dari sekolah-sekolah tersebutpada nantinya’. Semua ini akan diuraikan dalam catatan perjalanan di … Lanjutkan membaca “Senangnya” Menjadi Guru Di Zaman Belanda

Aleut Apresiasi Film – Kisah Romansa Tinung si Ca Bau Kan

Oleh : Natasha Bellania Pertiwi (@achabp) Hallo aleutian, ini merupakan kali pertama saya coba menulis artikel untuk komunitas aleut dan juga kali pertama #ngaleut apresiasi film . Kesannya, tentu saja saya sangat antusias karena film yang kami tonton bersama hari ini adalah sebuah film lokal yang mengusung tema budaya Tionghoa di Indonesia, yang berjudul CA … Lanjutkan membaca Aleut Apresiasi Film – Kisah Romansa Tinung si Ca Bau Kan

Ceritera Si Baduyut

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@poisonipin) Mau cari sepatu buatan anak bangsa yang kualitasnya tidak kalah bagus? Kunjungi saja Cibaduyut. Ya.. kawasan yang terletak di bagian Selatan Kota Bandung ini memang sudah tersohor sebagai sentra sepatu, sehingga wajar bila kita menjumpai patung berbentuk sepatu yang menjadi ciri dari jalan ini. Diibalik popularitas sepatu kulit, tahukah … Lanjutkan membaca Ceritera Si Baduyut

Catatan Ngaleut Imlek – Part 3 : Sejarah Singkat Orang Tionghoa di Bandung

Oleh: Muhammad Ryzki Wiryawan Entah kapan tepatnya orang-orang Tionghoa pertama kali membentuk komunitas di Bandung. Namun tampaknya baru terjadi di awal abad 19 karena sebelumnya VOC melalui keputusan tanggal 6 April 1764 menutup Priangan dari para pendatang, utamanya orang Tionghoa. Larangan tersebut dikeluarkan untuk melindungi usaha monopoli Kompeni dari gangguan saudagar-saudagar Tionghoa.  Dalam praktiknya, Peraturan … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Imlek – Part 3 : Sejarah Singkat Orang Tionghoa di Bandung

Catatan Ngaleut Imlek – Part 2 : Keunikan Cap Go Meh Tempo Doeloe

Oleh: Muhammad Ryzki Wiryawan Masih dalam rangka ngebahas Imlek, ada beberapa hal menarik yang khas terjadi seiring diadakannya perayaan tersebut di masa lalu. Salah satunya adalah tradisi memberi ikan Bandeng kepada pihak mertua. Semakin besar  ikan bandeng yang diberikan seorang calon menantu kepada mertuanya,maka semakin tinggi derajatnya di hadapan sang mertua.  Sebaliknya barang siapa yang … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Imlek – Part 2 : Keunikan Cap Go Meh Tempo Doeloe

Catatan Ngaleut-Part 1

Oleh : Muhammad Ryzki Wiryawan Malam itu adalah kedua kalinya Komunitas Aleut mengadakan “Ngaleut  Imlek di Bandung” yang khusus diadakan di malam perayaan Imlek. Seperti biasa, ngaleut kali ini berhasil menggaet antusiasme pegiat yang cukup besar. Hampir 90 orang pegiat mengikuti acara ngaleut Imlek kemarin. Rangkaian tulisan ini disusun untuk melengkapi materi yang telah disampaikan … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut-Part 1

Kue Keranjang

Oleh : Reza Ramadhan Kurniawan (@kobopop) Kue keranjang memiliki nama asli Nien Kau atau Nian Gao atau Ni kwee yang berarti kue tahunan karena sering dibuat hanya satahun sekali saat perayaan Imlek. Kata Nian sendiri berarti Tahun dan Gao berarti kue, juga terdengar seperti tinggi atau bertingkat. Semakin tinggi keatas makin kecil ukuranya yang bisa diartikan sebagai pengharapan akan peningkatan rezeki atau kemakuran. Bentuk kue … Lanjutkan membaca Kue Keranjang

Imlek

Oleh : Reza Ramadhan Kurniawan (@kobopop) Setiap tahun perayaan imlek berlangsung cukup semarak di Kota Bandung. Kue keranjang, barongsai, lampion yang serba merah dan pohon meihua menghiasi tradisi perayaan imlek. Imlek bermula dari perayaan petani di daratan Tionghoa yang menyambut kedatangan musim semi, perayaan ini menyebar keseluruh dunia seiring dengan migrasi warga Cina ke banyak … Lanjutkan membaca Imlek

Jugun Ianfu: Seandainya Saya Dulu Jelek

oleh: Lorraine Riva (@yoyen) Emah berkata “Seandainya saya dulu jelek. Gadis-gadis jelek dipulangkan kerumah setelah beberapa hari atau minggu. Orang Jepang tidak menginginkan mereka. Gadis-gadis cantik harus tinggal. Saya tetap tinggal disana. 3 tahun lamanya saya tinggal di bordil militer mulai dari 1945”. Emah (lahir tahun 1926 di Cimahi, Jawa – Barat) adalah seorang Jugun Ianfu … Lanjutkan membaca Jugun Ianfu: Seandainya Saya Dulu Jelek

AADC (Ada Apa Dengan Cibeunying?)

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@poisionipin) Siapa yang tidak tahu Kecamatan Cibeunying Kaler di Bandung, yang terkenal dengan sentra kaos Suci, PUSDAI, dan Museum Geologi?. Berdasarkan kajian toponimi, Cibeunying berasal dari kata Ci, dan Beunying. Ci sudah pasti berarti 'air', sedangkan beunying? Yuk... kita kenalan dengan beunying. Beunying (Ficus fistulosa Reinw. ex Blume) merupakan … Lanjutkan membaca AADC (Ada Apa Dengan Cibeunying?)

Totongan atau Debregeasia longifolia (Burm. f.) Wedd.

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@poisionipin) Sudah 2 kali saya dikejutkan oleh kehadiran Debregeasia longifolia (Burm.f.) Wedd. yang tumbuh dipinggir jalan besar di kota Bandung, jl. Setiabudhi dan jl. Dayang Sumbi. Keduanya masih kecil dan baru tumbuh. Mengapa saya terkejut? Yuk kita simak.. Debregeasia longifolia (Burm.f.) Wedd. atau dalam bahasa sunda disebut "totongan" merupakan … Lanjutkan membaca Totongan atau Debregeasia longifolia (Burm. f.) Wedd.

Hidden story? Ngaleut Kawasan Husein.

Oleh: Intan Zariska Daniyanti  (@daniyaintan) Awalnya masih mikir sejuta kali untuk share cerita sama catatan perjalanan ini. (Lebay dikit, emang.) Minggu, 30 Desember 2012 “Ngaleut kawasan Husein, meeting point di Stasion Bandung jam 07.30 okay!” yang terlintas dipikiran saya ketika saya bangun pagi. Saya berangkat sekitar pukul 07.00 dari rumah dengan diantar oleh ayah. Karena … Lanjutkan membaca Hidden story? Ngaleut Kawasan Husein.