Aleut Apresiasi Film – Kisah Romansa Tinung si Ca Bau Kan

Oleh : Natasha Bellania Pertiwi (@achabp)

Hallo aleutian, ini merupakan kali pertama saya coba menulis artikel untuk komunitas aleut dan juga kali pertama #ngaleut apresiasi film .

Kesannya, tentu saja saya sangat antusias karena film yang kami tonton bersama hari ini adalah sebuah film lokal yang mengusung tema budaya Tionghoa di Indonesia, yang berjudul CA BAU KAN ( Hanya Sebuah Dosa ) .

Image

Film Ca Bau Kan karya Nia Dinata

Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama (re: Ca Bau Kan) karangan Remy Sylado. Jujur saya pribadi kebetulan belum pernah membaca novelnya langsung, namun melalui tontonan visual hari ini, lebih kurang saya merasa dapat terjun langsung memahami cerita romansa yang kental akan budaya yang coba disampaikan oleh si penulis.

Yang membuat film ini unik adalah sang sutradara Nia Dinata, yang patut diacungi jempol atas keberaniannya di zaman modern ini menyuguhkan film yang sarat dengan tema budaya Tionghoa Indonesia yang kental pada Zaman kolonial Belanda.

Plot atau alur yang digunakan oleh penulis adalah alur mundur, dimana kita seakan Flashback ke masa pra-kemerdekaan Indonesia di Batavia.

Singkat cerita film ini menceritakan tentang seorang wanita tua bernama Giok Lan (Niniek L. Karim). Dia adalah perempuan turunan Tionghoa yang tinggal dan diadopsi dari kecil oleh keluarga Belanda. Setelah beberapa tahun berlalu, ia memiliki keinginan untuk kembali ke Indonesia, khususnya Batavia demi sebuah misi, yaitu ia ingin mencari tahu asal usul keluarganya. Dan setelah diusut perempuan ini adalah anak kedua dari seorang wanita Betawi bernama Siti Nurhayati atau akrab disapa Tinung (Lola Amalia). Tinung adalah seorang Ca Bau Kan atau dalam bahasa hokkian berarti ‘perempuan’, yang saat zaman kolonial diasosiasikan dengan pelacur, gundik, atau perempuan simpanan orang Tionghoa. Pada era 80-an pun istilah ‘Cabo’ menjadi istilah umum untuk para wanita pekerja seks komersial.

Diusia muda Tinung telah menjadi Istri ke-5 dari seorang lelaki tua yang kemudian meninggal tak lama setelah memperistrinya. Tinung pun diusir oleh istri-istri yang lain dan tak mendapatkan hak warisan. Sejak saat itu Tinung sempat menjadi simpanan seorang tauke (juragan) pisang Tionghoa berperangai kasar bernama Tan Peng Liang (Moeljono).

Karakter Tinung sendiri digambarkan sebagai seorang perempuan pasrah dan konflik yang kita temui sangatlah banyak dimana menjadi seorang Ca Bau Kan merupakan pilihan satu-satunya. Ia didera dengan begitu banyak kekerasan fisik dan kekerasan sexual. Akhirnya Tinung melarikan diri dari Tan Peng Liang saat sedang mengandung anak hasil hubungannya.

Sejak saat itu Tinung yang tinggal dengan bibinya Saodah tidak memiliki pilihan lain, ia dipaksa dan digojlok untuk menjadi penari cokek dan seorang Ca Bau Kan di Kalijodo. Di Kalijodo inilah ia bertemu lelaki yang dicintainya Tan Peng Liang lainnya (Ferry Salim) seorang pedagang tembakau kaya raya dari Semarang.

Menurut saya pribadi ada sedikit kejanggalan atau kelemahan di film ini, Salah satunya adalah posisi tokoh Tinung (Lola Amaria) yang entah kenapa menjadi tenggelam ditelan alur cerita yang sedikit ribet di film ini. Kisah ini malah berpusat pada Tan Peng Liang Semarang (Ferry Salim) yang kedatangannya dari Semarang ke Batavia sebagai pedagang tembakau yang kayaraya, telah mengusik stabilitas sosial-politik-ekonomi kelompok Kong Koan, sebuah kelompok Tionghoa dalam pemerintahan Hindia-Belanda, Bahkan sampai kematiannya.

Selebihnya begitu banyak kelebihan di film ini yang membuat saya berdecak kagum. Sang sutradara Nia Dinata begitu detail dalam menggarap karya ini, semua nilai historikal sangat ia perhatikan, dari hal terkecil sampai hal terpenting sekalipun.

Sekian review saya mengenai film Ca Bau Kan ini, jika tertarik untuk mengetahui ceritanya lebih detail, saya sarankan membaca bukunya terlebih dahulu , karena biasanya dalam pembuatan film ada beberapa bagian yang tak di explore, namun sayang untuk dilewatkan…

Cheers :))

Image

Buku Ca Bau Kan (Hanya Sebuah Dosa) karya Remy Sylado

Iklan

Satu pemikiran pada “Aleut Apresiasi Film – Kisah Romansa Tinung si Ca Bau Kan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s