Imlek

Oleh : Reza Ramadhan Kurniawan (@kobopop)

Image

Setiap tahun perayaan imlek berlangsung cukup semarak di Kota Bandung. Kue keranjang, barongsai, lampion yang serba merah dan pohon meihua menghiasi tradisi perayaan imlek. Imlek bermula dari perayaan petani di daratan Tionghoa yang menyambut kedatangan musim semi, perayaan ini menyebar keseluruh dunia seiring dengan migrasi warga Cina ke banyak negara  di dunia. Perayaan Imlek dilakukan sebulan penuh, untuk menyambut tahun yang baru biasanya warga tionghoa melakukan tradisi membersihkan rumah.  Uniknya, sehari sebelum imlek dilarang untuk membuang sampah dan menyapu karena dipercaya akan menyapu rezeki.

Pada malam tahun baru dilakukan tradisi shousui, yaitu kumpul tahunan bersama keluarga besar. Kegiatannya adalah makan malam bersama. Semua anak ikut berkumpul dan mendoakan orangtua mereka agar diberkahi usia yang panjang.

Hari pertama tahun baru (Imlek) diisi dengan saling mengunjungi antarkeluarga. Biasanya keluarga yang lebih muda mengunjungi keluarga yang tua. Pada hari ini terdapat tabu menyapu lantai. Pekerjaan menyapu pada saat Imlek dipercaya akan menghilangkan keberuntungan.

Pada hari ketiga adalah tradisi chi kou. Orang-orang menghindari kunjungan tetamu karena dipercaya pada hari ini roh-roh jahat sedang mendatangi bumi.

Hari kelima adalah hari lahirnya Dewa Kekayaan. Banyak usaha kembali dibuka pada hari ini.

Renri pada hari ketujuh adalah hari lahirnya manusia. Pada hari ini setiap manusia beranjak setahun lebih tua. Kegiatan hari ini adalah menghidangkan sup dengan tujuh bahan sayuran atau makan salad ikan mentah yang disebut yusheng.

Hari kelimabelas adalah saatnya untuk pesta lampion yang biasa disebut yuan xiao. Sebagai penganan istimewa untuk hari ini adalah sejenis kue moci manis dalam sirup. Penganan ini adalah simbol kesatuan dan kebersamaan.

Daftar Pustaka :

Wikipedia. (11 Februari 2013 16.44WIB). Imlek. http://id.wikipedia.org/wiki/Imlek.

Hutagalung, Ridwan. 2011. Dimuat di https://rgalung.wordpress.com/2011/02/04/tahun-baru-imlek-2011/Diakses 4 Februari 2011.

Sumber Foto:

Istimewa. 2013 dimuat di http://www.lensaindonesia.com/2013/02/10/imlek-dan-bandeng-akulturasi-tionghoa-dan-budaya-lokal.html Diakses 10 Februari 2013.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s