Oleh: Warna Sari (@rie1703) dan Mooi Bandoeng (@mooibandoeng) Nama Palintang seperti dalam judul kegiatan Komunitas Aleut pada hari Minggu, 2 April 2017 lalu, sudah tidak asing lagi buat saya, karena termasuk sudah cukup sering mengunjunginya. Saya tidak terlalu ingat kapan pertama kali ke Palintang, mungkin di awal tahun 2000-an. Ketika itu, jalanan dari arah mana … Lanjutkan membaca Bermacam Keseruan di Ngaleut Palintang
Kota Bandung
Catatan Perjalanan: Ngaleut Merakdampit
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) https://4.bp.blogspot.com/-G0VHGPo81F8/WPnZJfTl03I/AAAAAAAABvg/IGgsZQpwK_kRKmk-so2t4St1xXLUaEYvgCLcB/s1600/1.JPG Sekali waktu saya pernah naik ke bukit Batu Taréngtong di daerah Merakadampit. Bukit yang mahiwal jika dibandingkan dengan perbukitan yang ada di sekelilingnya. Meski sama-sama ditanami palawija dan tanaman bumbu, namun di bukit tersebut banyak terdapat bebatuan. Minggu, 9 April 2017, bersama rombongan yang agak banyak dari Komunitas Aleut, … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Ngaleut Merakdampit
Merakdampit dan Kegelisahan Para Penggarap Lahan Sewaan
Oleh: Anggi Aldila (@anggicau) REPUBLIKA.CO.ID, M.A.W Brouwer (1923-1991) seorang dari negeri Belanda yang telah lama tinggal di Bandung, Jawa Barat, pernah berujar "Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum". Pernyataan itu menjadi sangat familiar untuk sebagian warga Kota Bandung, terutama bagi yang sering melewati kawasan Asia-Afrika karena terpampang di dinding bawah jembatan penyebrangan, persis di … Lanjutkan membaca Merakdampit dan Kegelisahan Para Penggarap Lahan Sewaan
Ida Jacoba Andina Douwes Dekker
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Makam Ida Jacoba Andina Douwes Dekker di Pandu (Foto: Media-KITLV) Jika kita mencari foto Permakaman Pandu di KITLV dengan kata kunci “Pandu”, niscaya kita akan menemukan belasan foto. Di antara belasan foto itu, ada satu foto nisan yang menarik perhatian lantaran tahun kematiannya yakni 1944 yang berarti si pemilik nisan meninggal … Lanjutkan membaca Ida Jacoba Andina Douwes Dekker
Orang Boer jadi Bandoenger
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Maret 1903, tibalah 20 orang berkulit putih di pelabuhan Tanjungpriok. Sebagian dari mereka berkumis tebal, sebagian lagi tidak. Ada yang terlihat sepuh, dan ada pula yang muda. Tapi mereka punya satu kesamaan, yakni sama-sama orang Boer yang ikut Perang Boer. Sebelum tiba di Hindia Belanda, mereka mendekam di Penjara Welikada, … Lanjutkan membaca Orang Boer jadi Bandoenger
Lost In Manteos Dina Hiji Waktos
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Kalau Jerman dulu ngeruntuhin Tembok Berlin, kita malah bangun Tembok Berlin sendiri di kampung”, begitu cerita Kang Edi dari Manteos. Manteos ini bukanlah sebuah daerah di dataran latin sana, nama ini merupakan sebuah kampung yang letaknya hanya sekitar 5 menit berkendara dari Jl. Dago Bandung. Memang di kawasan tersebut terdapat sebuah … Lanjutkan membaca Lost In Manteos Dina Hiji Waktos
Manteos, Kampung Seribu Tangga di Lembah Ci Kapundung
Oleh: Anggi Aldila Besta (@anggicau) Entah beberapa orang dari seluruh warga Kota Bandung yang mengenal nama Manteos, apalagi kalau ternyata Manteos ini adalah nama sebuah kampung di Kawasan Bandung Utara. Bagi saya, sebenarnya nama ini pun masih asing setidaknya dua tahun ke belakang. Padahal jarak dari rumah ke kampung ini tidak sampai 11 km apabila … Lanjutkan membaca Manteos, Kampung Seribu Tangga di Lembah Ci Kapundung
Pro Duta Dan Kejayaan Yang Terlupa
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Laskar Bandung Lautan Api” Begitu sebuah tulisan dari sebuah mini bus yang teronggok kusam di pelataran Pasar Ulekan Pagarsih Bandung. Kaca jendelanya nampak sangat berdebu tak terurus, sementara spionnya yang patah dibiarkan menggantung dengan sedikit retakan pada cerminnya. Dari ukurannya terlihat kapasitas bus ini hanya dapat menampung sekitar 20 orang saja. … Lanjutkan membaca Pro Duta Dan Kejayaan Yang Terlupa
Cara Asik Mengenal Kota Bandung Bareng Komunitas Aleut
Oleh: Intan (Bukalapak) Naik vespa keliling kota.hatiku jadi gembira. Begitulah kata Naif dalam lagunya Piknik 72. Memang benar, terkadang untuk sekadar refreshing kamu nggak perlu pergi jauh-jauh ke luar kota atau luar negeri. Dengan pergi mengelilingi kota tempat juga bisa menyenangkan. Kamu jadi punya kesempatan pula mengenali lebih jauh kota yang selama ini kamu tinggali … Lanjutkan membaca Cara Asik Mengenal Kota Bandung Bareng Komunitas Aleut
Balasan Untukmu, Sarie!
Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Foto: @fan_fin (Komunitas Aleut) Dear Sarie… Sebelumnya aku minta maaf karena baru membalas suratmu, notif di gmailku akan suratmu tertelan oleh notif dari akun sosmedku. Maklum, sosmedku banyak. Sarie, pernah nonton film Ada Apa Dengan Cinta? Menurutku sih pasti film itu sampai juga ke Pangalengan sana. Nah, masih ingat saat … Lanjutkan membaca Balasan Untukmu, Sarie!
Mengais Sampah Demi Rupiah
Oleh: Willy Akhdes (@willyakhdes) Awan hitam yang sedari tadi menggantung di langit Kota Bandung akhirnya tumpah menjadi hujan. Bulir-bulirnya jatuh bergulir dari angkasa, mengencingi segala sesuatu di bawahnya, termasuk hamparan rumput sintetis Alun-Alun Kota Bandung. Seorang pria setengah baya yang dari tadi menggeledah tiap-tiap tong sampah yang ada di pinggir taman itu harus segera menepi … Lanjutkan membaca Mengais Sampah Demi Rupiah
Balada Banjir Pagarsih
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Rumahnya di mana?” “Di Pagarsih” “Itu teh di mana?” “Itu deket Kings, dari Cibadak juga deket” “Oh” Percakapan di atas sering terjadi saat orang yang baru saja dikenal bertanya mengenai tempat saya tinggal. Tapi itu dulu, karena semenjak beberapa minggu lalu, nama Pagarsih menjadi populer seantero Nusantara karena tragedi banjir yang … Lanjutkan membaca Balada Banjir Pagarsih
Mengenal Blok Tempe Bersama Komunitas Aleut
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Minggu (6/11/2016), saya bersama Komunitas Aleut berkesempatan untuk mengunjungi Blok Tempe. Komunitas Aleut adalah sekelompok anak muda yang punya minat terhadap sejarah dan pariwisata, khususnya di Kota Bandung. Komunitas ini berdiri tahun 2006, dan sampai sekarang masih konsisten berkegiatan. Tiap pekannya, minimal mereka punya empat kegitaan rutin, yaitu: nonton film … Lanjutkan membaca Mengenal Blok Tempe Bersama Komunitas Aleut
Ngaleut Ke Blok Tempe yang Bukan Tahu
Oleh: Rulfhi Pratama (@Rulfhi_Rama) “Kring..Kring…Kring..’’ Suara alarm yang berbunyi dari HP tak bisa membangunkan saya agar tidak terlambat berangkat ngaleut ke Blok Tempe bersama Komunitas Aleut. Alhasil saya tak sempat bergabung dari awal walau saya sudah memacu kuda besi saya secepat Valentino Rossi. Saya tiba di Pasar Ulekan yang menjadi meeting point pukul setengah sembilan dan mendapati … Lanjutkan membaca Ngaleut Ke Blok Tempe yang Bukan Tahu
Blok Tempe Bandung, Kampung Narapidana yang Mengguncang Dunia
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Kang, upami bade ka Bale RT opat ka palih mana?”, tanya saya kepada seorang lelaki yang kaki kirinya dipenuhi tato. “Mangga, kantun lurus teras dugi mendak lapangan, engke mengkol ka katuhu”, begitu jawabnya sambil tersenyum ramah. Minggu pagi itu saya terpisah dari kawan-kawan Komunitas Aleut yang hendak menuju Bale di kawasan … Lanjutkan membaca Blok Tempe Bandung, Kampung Narapidana yang Mengguncang Dunia