Ida Jacoba Andina Douwes Dekker

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi)

Makam Ida Jacoba Andina Douwes Dekker di Pandu (Foto: Media-KITLV)

Jika kita mencari foto Permakaman Pandu di KITLV dengan kata kunci “Pandu”, niscaya kita akan menemukan belasan foto. Di antara belasan foto itu, ada satu foto nisan yang menarik perhatian lantaran tahun kematiannya yakni 1944 yang berarti si pemilik nisan meninggal di era pendudukan Jepang. Pemilik nisan yang itu adalah istri G.M.G Douwes Dekker, adik E.F.E Douwes Dekker atau yang kita kenal dengan nama Setiabudhi.

Siapakah dia?

Nama lengkap istri G.M.G Douwes Dekker adalah Ida Jacoba Andina Douwes Dekker – Monod de Froideville. Dia lahir tanggal 20 September 1883 di Pekalongan. Ayahnya bekerja sebagai chef makelaarskantoor di Jogjakarta bernama Louis Wilhelm Diederich Monod de Froideville.

Ida Jacoba bertemu dengan G.M.G Douwes Dekker di Jogjakarta. Lalu, mereka menikah pada tanggal 8 Agustus 1910 di kota tempat mereka bertemu. Setahun kemudian, anak mereka yang bernama Niels Alexander Douwes Dekker lahir.

Vrouw G.M.G Douwes Dekker 1934 (Foto: Media-KITLV)

Setelah itu, sekitar tahun 1920-an, mereka pindah ke Bandung. Rumah pertama mereka beralamat di Gelriastraat (sekarang Jl. Bahureksa). Lalu, pindah ke daerah sekitar Cipaganti – Bandung. Menariknya, kedua rumah itu memiliki nama. Rumah pertama bernama Dulce Domum. Rumah kedua bernama Waspada. Entah apa alasan penamaan kedua rumah itu.

Pada periode 1920-1940, tidak terlalu banyak informasi mengenai mevrouw G.M.G Douwes Dekker. Foto-foto keluarganya di KITLV menunjukkan kegiatan berwisatanya ke Poentjakpas, Buitenzorg (Bogor), Dieng, dan Wonosobo.

Lalu, pada era pendudukan Jepang 1942-1945, kehidupan mevrouw G.M.G Douwes Dekker selesai. Dia meninggal pada tanggal 31 Oktober 1944. Saya tidak menemukan sebab kematiannya, apa karena di kamp konsentrasi yang digunakan Jepang untuk menangkap orang-orang Eropa atau karena usia. Tapi dari yang saya ketahui, mevrouw G.M.G Douwes Dekker dimakamkan di Permakaman Pandu.

Setelah kematiannya dan selesainya era pendudukan Jepang di Hindia, berdasarkan foto-foto di KITLV, keluarga G.M.G Douwes Dekker meninggalkan rumah “Waspada”, Bandung.

Ps: catatan ini berawal dari penelusuran kondisi Bandung tahun 1945-1946 di KITLV dan tulisan Mooibandoeng mengenai G.M.G Douwes Dekker

 

Tautan asli: https://regularvecco.wordpress.com/2017/03/29/tempo-dulu-ida-jacoba-andina-douwes-dekker/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s