Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Saya menyadari betul kalau kemarin Bandung berulang tahun yang ke-206. Mungkin karena terlalu antusias, saya sampai melakukan “takbiran” dengan cara memutar lagu-lagu bertema Bandung pada malam sesaat sebelum pergantian hari menuju tanggal 25 September. Bagi sebagian orang hal demikian bisa dikatakan kegiatan yang lebay, terlalu, segitunya atau apapun itu. Namun … Lanjutkan membaca Bandung
Komunitas Aleut
Catatan Perjalanan: Ngaleut Cikapundung Kolot
Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Kami mulai berjalan beriringan menuju Cikapundung Kolot Saya tak mengenal betul nama-nama sungai di kawasan Bandung, hanya beberapa saja. Sungai Citarum dan Cikapundung salah duanya. Sungai Ci Tarum tentu saja saya kenal ketika guru (entah SD atau SMP) yang menyebutkan sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat. Kedua, Sungai Ci Kapundung, … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Ngaleut Cikapundung Kolot
Americano, Indocafe dan Secangkir Sepi
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) 1 Bisa saja saya menikamnya dengan pisau dapur, dan yang ia perbuat justru membalas senyum. Mungkin sedikit meringis, dengan tetap penuh jatmika. Sikap kalem yang hanya dimiliki para bestari, ketenangan yang serupa permukaan kopi yang sering ia bikin. Selepas maghrib, bersama saya sebagai seorang teman ngobrol yang payah, entah kenapa perbincangan … Lanjutkan membaca Americano, Indocafe dan Secangkir Sepi
Surat Untuk Alina yang Ditulis Dari Ranca Bayawak
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Alina sayang… Ketiadaan alamat membuat semua surat untukmu tak memiliki tempat. Anggaplah kamu telah menjadi semesta, tidakkah siang itu kamu melihatku tengah berdiri di atap masjid itu? Burung-burung kuntul dan blekok beterbangan dan hinggap di rumpun-rumpun bambu. Kepak mereka begitu menawan, membawa kabar jutaan mil jarak tempuh yang telah dilalui. … Lanjutkan membaca Surat Untuk Alina yang Ditulis Dari Ranca Bayawak
Pertemuan Senja Itu, Bersama Pak Wen
Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) "Panggil aja Wen, Pak Wen. Hehe." jelasnya sembari tertawa kecil saat kutanya namanya. Bapak penjual rujak tumbuk ini mulai memotong buah-buahan yang dia ambil dari kotak. Di depan Kedai Preanger, Jl. Solontongan 20-D, inilah aku bertemu dengan seseorang yang kutetapkan layak menjadi sosok mulia KNB. Terima kasih pada Pak Ridwan yang … Lanjutkan membaca Pertemuan Senja Itu, Bersama Pak Wen
Gunung Putri, Bertukar Ingat dengan Lupa
Oleh: Hevi Fauzan (@hevifauzan) “Berbagi waktu dengan alam, kau akan tau siapa dirimu sebenarnya” Hanya sepotong bait lagu OST-nya film Soe Hok Gie yang melintas saat saya menaiki Gunung Putri, sebuah bukit di sekitaran Lembang. Sabtu malam, 6 Agustus 2016, setelah kekalahan Persib dari Perseru 1-0. Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Keantariksaan. Kami, dari Komunitas … Lanjutkan membaca Gunung Putri, Bertukar Ingat dengan Lupa
Stasiun (Barat) Bandung
Oleh: Frans Ari Prasetyo Stasiun Bandung memiliki cerita panjang terkait sejarah transportasi, heritage, hingga mobilitas dan kehidupan warga di sekitarnya sejak era kolonial hingga sekarang ini. Stasiun Bandung sejak awal diresmikan 17 Mei 1884 lalu mengalami perluasan pada tahun 1909 melalui kerja arsitek bernama FJA Cousin. Pada awalnya, Stasiun Bandung ini hanya memiliki satu pintu … Lanjutkan membaca Stasiun (Barat) Bandung
Dilema Si Pemain Rana
Oleh: Nurul Fatimah (@fatnurulll) Baterai sudah full charged. Memori card sudah diformat. Setengah tujuh masih dua menit lagi. Tapi di luar, motor sudah menderu. Siap dikebut sepagi itu. Kami bertemu di Solontongan. Di sebuah kedai di ujung pertigaan. Sudah sekian orang duduk berbincang sambil menunggu yang lain datang. Pagi itu, setelah sehari sebelumnya Bandung diguyur hujan, … Lanjutkan membaca Dilema Si Pemain Rana
Mendaki Dengan Flat Shoes dan Jaket Tipis: (Gagal) Hunting Milky Way di Gunung Putri, Lembang
Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) Sampai sekarang masih terbayang di dalam benak, betapa menyenangkannya tidur di atas rerumputan sambil memandang langit bertaburan bintang. Untuk orang sepertiku yang notabene orang kota asli, hal tersebut merupakan sesuatu yang langka. Sampai umur segini pun, kegiatan tersebut masih menjadi impian kecilku. Terlihat sederhana, namun sulit sekali dilakukan. Setelah gagal menikmati … Lanjutkan membaca Mendaki Dengan Flat Shoes dan Jaket Tipis: (Gagal) Hunting Milky Way di Gunung Putri, Lembang
Kicauan Burung di Kampung Blekok
Oleh: Hendi Abdurahman Burung-burung di Kampung Blekok yang hendak bersiap mencari makan Kampung Ranca Bayawak atau yang sekarang saya kenal dengan nama Kampung Blekok adalah nama daerah yang berada di Bandung Timur, tepatnya di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage. Saya harus sedikit berhati-hati melafalkan nama kampung ini. Jauhi ngomong Kampung Blekok ketika kamu sedang mengunyah … Lanjutkan membaca Kicauan Burung di Kampung Blekok
Kampung Rancabayawak, Penjaga Terakhir Blekok di Bandung
Oleh: Anggi Aldila Besta Kawanan burung Kuntul di Kampung Ranca Bayawak, Kampung ini juga terkenal dengan sebutan Kampung Blekok . foto doc Komunitas Aleut Mendengar kata "blekok", pasti ingatan kita sebagai urang Sunda tertuju pada sebuah umpatan kekesalan terhadap seseorang. Padahal, belum tentu mereka yang mengumpat itu tahu apa itu blekok. Jenis burung yang lebih tenar dengan nama Belibis ini … Lanjutkan membaca Kampung Rancabayawak, Penjaga Terakhir Blekok di Bandung
Ratapan Burung Blekok
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Katanya cinta..Nyatanya cuma kata..Katanya iya..Besoknya lupa..Bilangnya sih indah..Tapi malah bikin resah..Kalau memang mau berdampingan..Seharusnya jangan menghancurkan..” Mungkin begitu yang diratapi oleh burung blekok yang tinggal di Kampung Blekok, Rancabayawak, Kota Bandung, bila mereka punya akal dan perasaan di saat pohon-pohon bambu tempat mereka tinggal saat ini ditebang satu per satu untuk dijadikan pohon … Lanjutkan membaca Ratapan Burung Blekok
Catatan Perjalanan: Ngaleut Kampung Blekok
Oleh: M. Firza Richsan (@Firzarichsan) Lahir dan tumbuh dari keluarga yang sangat menyayangi dan menggemari hewan – terutama unggas dan burung—membuat saya, mau tidak mau untuk mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh bapak dan paman-paman saya. Sedari kecil, saya sudah banyak diperkenalkan oleh mereka dengan ratusan jenis burung, entah itu burung-burung yang berada di rumah, yang … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Ngaleut Kampung Blekok
Hal-hal yang Saya Lakukan Saat Naik DAMRI Leuwipanjang-Ledeng
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Ayoo, ayooo cepetan naik bu, jalanan lagi macet nih”, sebuah seruan dengan logat khas Batak terdengar dari balik kemudi lebar transportasi besar. Dengan seragam dinas berwarna biru telur asin, wajah di balik kacamata ovalnya sedikit merengut kepada ibu-ibu yang membawa barang bawaan cukup banyak ke dalam kendaraannya. Cahaya matahari siang itu … Lanjutkan membaca Hal-hal yang Saya Lakukan Saat Naik DAMRI Leuwipanjang-Ledeng
Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Jika bukan kemeja, biasanya motif batik, maka pria tambun itu akan tampil di muka umum dengan atasan kaus Pure Saturday. Jika beruntung–sialnya akan selalu beruntung, saya, juga kamu, saat hari kerja bisa mendapatinya siang hari datang ke Kedai Preanger untuk mengasoh, memesan es teh manis, lalu memutar lagu-lagu dari band bergenre alternative … Lanjutkan membaca Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?