Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Raut wajahnya serius. Sorot mata di balik kacamata yang ia kenakan seringkali terlihat sinis. Cara ia berjalan tak ubahnya seorang jagoan yang baru memenangkan pertarungan. Bagi mereka yang tidak mengenalnya, sosok lelaki ini akan mengingatkan mereka pada tatib di masa ospek SMA atau kuliah. Semua impresi itu buyar jika lelaki ini sudah mulai diajak … Lanjutkan membaca Mang Irfan
Kelas Literasi
Stasiun (Barat) Bandung
Oleh: Frans Ari Prasetyo Stasiun Bandung memiliki cerita panjang terkait sejarah transportasi, heritage, hingga mobilitas dan kehidupan warga di sekitarnya sejak era kolonial hingga sekarang ini. Stasiun Bandung sejak awal diresmikan 17 Mei 1884 lalu mengalami perluasan pada tahun 1909 melalui kerja arsitek bernama FJA Cousin. Pada awalnya, Stasiun Bandung ini hanya memiliki satu pintu … Lanjutkan membaca Stasiun (Barat) Bandung
Revisi dalam Buku “Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” Edisi Pertama
Oleh: Tegar Sukma A. Bestari (@teg_art) Buku BUNG KARNO PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT INDONESIA edisi revisi adalah buku biografi pertama yang saya miliki. Buku yang memang memperkenalkan saya pada sosok Soekarno, tentu saja dari sisi Cindy Adams yang mewawancarai Soekarno dalam pembuatannya. Saya sulit menilai apakah buku biografi ini seimbang dalam penyampaian informasinya, karena mengenal Soekarno … Lanjutkan membaca Revisi dalam Buku “Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” Edisi Pertama
Dilema Si Pemain Rana
Oleh: Nurul Fatimah (@fatnurulll) Baterai sudah full charged. Memori card sudah diformat. Setengah tujuh masih dua menit lagi. Tapi di luar, motor sudah menderu. Siap dikebut sepagi itu. Kami bertemu di Solontongan. Di sebuah kedai di ujung pertigaan. Sudah sekian orang duduk berbincang sambil menunggu yang lain datang. Pagi itu, setelah sehari sebelumnya Bandung diguyur hujan, … Lanjutkan membaca Dilema Si Pemain Rana
Novel Terjemahan Pustaka Jaya
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) “Kita perlu karya sastra dari negara-negara lain untuk mengembangkan wawasan dan merangsang gagasan kita. Tanpanya, kita bukan cuma mengerdil, namun kelaparan,” tulis kritikus Magnus Linklater, yang saya kutip dari pengantar novel Piramid terjemahan Marjin Kiri–satu penerbit keren yang merasa prihatin karena hari ini kita nyaris tak lagi mengenal perkembangan sastra dunia … Lanjutkan membaca Novel Terjemahan Pustaka Jaya
Kicauan Burung di Kampung Blekok
Oleh: Hendi Abdurahman Burung-burung di Kampung Blekok yang hendak bersiap mencari makan Kampung Ranca Bayawak atau yang sekarang saya kenal dengan nama Kampung Blekok adalah nama daerah yang berada di Bandung Timur, tepatnya di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage. Saya harus sedikit berhati-hati melafalkan nama kampung ini. Jauhi ngomong Kampung Blekok ketika kamu sedang mengunyah … Lanjutkan membaca Kicauan Burung di Kampung Blekok
Dari Ranjang yang Dingin Sampai Pisau Guillotine
Oleh: Candra Asmara Safaka (@candrasmarafaka) Kulitnya yang seperti pualam, sepasang mata biru yang berbinar, mulutnya yang manis serasi, dengan sikap kebesaran yang menarik. Begitulah deskripsi Stefan Zweig, penulis berkebangsaan Austria dalam bukunya yang berjudul "Marrie Antoinette, Portrait of An Average Woman" yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ali Audah, dengan judul "Marrie Antoinnete, … Lanjutkan membaca Dari Ranjang yang Dingin Sampai Pisau Guillotine
Rasia Bandoeng
RASIA BANDOENG atawa Satu percinta-an yang melanggar peradatan “Bangsa Tiong Hoa” satu cerita yang benar terjadi di kota Bandung dan berakhir pada tahon 1917. Diceritaken oleh Chabanneau ******* Diterbitkan pertama kali oleh Gouw Kim Liong, tahun 1918 Dicetak oleh Drukkerij Kho Tjeng Bie & Co., Batavia Diterbitkan ulang dengan penambahan oleh Ultimus Disalin dan diberi … Lanjutkan membaca Rasia Bandoeng
Pernik KAA 2015
Pernik KAA 2015; Serba-serbi Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika 1955. Catatan Liputan Komunitas Aleut! Penyunting: Ridwan Hutagalung Nugent dalam bukunya Creative History (1967) menjawab pertanyaan mengapa kita perlu mempelajari sejarah dari dua segi, yaitu bagaimana sejarah itu dapat menolong kita untuk hidup dan bagaimana sejarah itu dapat menolong kita menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk menjawab pertanyaan … Lanjutkan membaca Pernik KAA 2015
Kenapa Kami Membicarakan Pustaka Jaya?
Oleh: Pustaka Preanger (@PustakaPreanger) Ali Sadikin bertanya kepada Ajip Rosidi, “Mengapa anak-anak sekarang tidak membaca buku? Mereka lebih suka membaca komik.” Ajip kemudian menjelaskan kondisi perbukuan yang tengah redup. Menurutnya, banyak penerbit yang terutama mendahulukan mencari keuntungan dengan hanya menerbitkan buku-buku yang dicari oleh masyarakat. Barangkali maksudnya hanya melahirkan buku-buku praktis dan tidak menerbitkan buku … Lanjutkan membaca Kenapa Kami Membicarakan Pustaka Jaya?
Kampung Rancabayawak, Penjaga Terakhir Blekok di Bandung
Oleh: Anggi Aldila Besta Kawanan burung Kuntul di Kampung Ranca Bayawak, Kampung ini juga terkenal dengan sebutan Kampung Blekok . foto doc Komunitas Aleut Mendengar kata "blekok", pasti ingatan kita sebagai urang Sunda tertuju pada sebuah umpatan kekesalan terhadap seseorang. Padahal, belum tentu mereka yang mengumpat itu tahu apa itu blekok. Jenis burung yang lebih tenar dengan nama Belibis ini … Lanjutkan membaca Kampung Rancabayawak, Penjaga Terakhir Blekok di Bandung
Ratapan Burung Blekok
Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Katanya cinta..Nyatanya cuma kata..Katanya iya..Besoknya lupa..Bilangnya sih indah..Tapi malah bikin resah..Kalau memang mau berdampingan..Seharusnya jangan menghancurkan..” Mungkin begitu yang diratapi oleh burung blekok yang tinggal di Kampung Blekok, Rancabayawak, Kota Bandung, bila mereka punya akal dan perasaan di saat pohon-pohon bambu tempat mereka tinggal saat ini ditebang satu per satu untuk dijadikan pohon … Lanjutkan membaca Ratapan Burung Blekok
Catatan Perjalanan: Ngaleut Kampung Blekok
Oleh: M. Firza Richsan (@Firzarichsan) Lahir dan tumbuh dari keluarga yang sangat menyayangi dan menggemari hewan – terutama unggas dan burung—membuat saya, mau tidak mau untuk mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh bapak dan paman-paman saya. Sedari kecil, saya sudah banyak diperkenalkan oleh mereka dengan ratusan jenis burung, entah itu burung-burung yang berada di rumah, yang … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Ngaleut Kampung Blekok
Kelas Literasi Pekan Ke-53, Berani Bersuara!
Oleh: Hendi "Akay" Abdurrahman (@akayberkoar) Di penghujung bulan Juli, tepatnya tanggal 30, saya beserta teman-teman dari Komunitas Aleut dan Pustaka Preanger bertekad untuk tetap istiqomah. Istiqomah dalam kegiatan membedah buku, bercerita, mencoba mengemukakan pendapat, dan sharing pengalaman baca di akhir pekan. Waktu yang bagi sebagian orang adalah waktu yang pas dan memungkinkan untuk jalan-jalan, atau mungkin … Lanjutkan membaca Kelas Literasi Pekan Ke-53, Berani Bersuara!
Tuhan, Izinkan Kami Berkumpul di Sudut Meja KFC!
Dulu, ketika saya punya pacar, tak jarang saya mengajaknya pergi jalan-jalan di akhir pekan. Berkeliling kota, makan bareng, sampai menyaksikan event-event musik yang diselenggarakan di hari Sabtu atau Minggu. Ya, Bandung di akhir pekan memang selalu menawarkan hal-hal mengasyikka, khusunya bagi mereka muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun ada yang berbeda ketika saya bicara tentang … Lanjutkan membaca Tuhan, Izinkan Kami Berkumpul di Sudut Meja KFC!