Jejak Sukarno di Bandung

Foto keluarga di Gedung Indonesia Menggugat | © Fan_fin Oleh : Rulfhi Alimudin Pratama (@rulfhi_rama) Kata-katanya selalu dinanti. Suaranya selalu dirindukan. Sosoknya sangat dicintai. Semua seakan menahan nafas dan tak bergerak sedikit pun ketika ia berorasi. Bahkan seekor cicak pun enggan untuk bergeming. Orasinya mampu membakar semangat, bahkan janggut para pejabat Hindia Belanda terbakar dibuatnya. … Lanjutkan membaca Jejak Sukarno di Bandung

Dewata dan Imajinasi

Oleh: Mey Saprida Yanti (@meysaprida) Sudah tahu bakalan melewati jalan berbatu—yang batunya segede orok, sudah tahu pula bakalan duduk berlama-lama di motor, tapi entah setan atau malaikat dari mana yang membisikanku hingga aku keukeuh untuk ikut Ngaleut Dewata 2 ini. Mungkinkah aku berniat mencari pengalaman? Bisa jadi, apalagi Ngaleut kali ini terasa menarik karena didominasi … Lanjutkan membaca Dewata dan Imajinasi

Dewata Itu Fana, Solontongan Yang Abadi

Oleh : Elmi Rahmatika F.A (@elmirfaa) Tiga puluh menit menuju pukul enam, telepon berdering nyaring. Dengan kepala berat hasil tiga jam beristirahat, kuperiksa teleponku dan kuangkat. Panggilan dari seorang teman yang sudah kutitipi pesan untuk minta dibangunkan. Tentu saja, aku tidak ingin melewatkan hari besar yang sudah kunantikan. Hari Sabtu pertama di bulan Maret 2018, … Lanjutkan membaca Dewata Itu Fana, Solontongan Yang Abadi

Hanya Ada Satu Jalan Menuju Dewata

Jalan menuju Perkebunan Teh Dewata | © Komunitas Aleut Oleh : Ervan Masoem (@Ervan) Alarm berdering tepat dua jam setelah berkumandangnya adzan subuh. Ampuh juga ternyata alarm ini. Ia mampu membangunkan saya. Saya sebenarnya sempat khawatir jika tak bisa bangun pagi, sebab orang rumah sedang pergi keluar kota. Itu artinya saya harus berusaha bangun pagi … Lanjutkan membaca Hanya Ada Satu Jalan Menuju Dewata

Minggu Berfaedah: Pagi dan Trotoar Jl. Homan

Barangkali, siang hanyalah cara langit menghangatkan sepi. Selepas pagi, berlari dari gelap yang sunyi. Meski nanti akhirnya kembali lagi; pada sepi. -Rohmatikal Maskur Oleh: Qiny Shonia (@inshonia) Sempat bingung dengan apa yang harus diabadikan saat #ngaleutmerekamkota kemarin, perhatian saya tertuju pada Jl. Homan. Jalanan kecil yang sedikit terlihat berbeda dibanding jalan-jalan di sekitar kawasan Asia … Lanjutkan membaca Minggu Berfaedah: Pagi dan Trotoar Jl. Homan

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2

Oleh : Sri Evi Rezeki (@evisrirezeki) Petualangan Susur Jejak Spoorwegen bagi saya pengalaman menembus zaman. Seolah sedang menaiki mesin waktu Doraemon. Mengaduk-aduk perasaan, menyita kekuatan. Baca juga Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 1. Istirahat di Pasirjambu Tak terasa hari sudah siang. Perut kami mulai keroncongan. Seperti dapat membaca hasrat … Lanjutkan membaca Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 2

Event #MAPMYDAY, cara beda memperingati Hari Disabilitas Internasional

Oleh: Erna Sunariyah (@ernasunariyah) Ada yang sedikit berbeda pada kegiatan ngaleut yang saya ikuti bulan Desember 2017 lalu. Mungkin, ini kali pertama saya mengikuti ngaleut sejarah bersama penyandang disabilitas netra dalam rangka memperingati hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 03 Desember lalu. Acara yang diadakan Komunitas Aleut kali ini bekerja sama dengan Komunitas Tune … Lanjutkan membaca Event #MAPMYDAY, cara beda memperingati Hari Disabilitas Internasional

Aku, Bung Karno, dan Bandung

Oleh : Dahlia Anggita (@dahliaanggita) “Who is this?” tanya host sister-ku suatu hari, menerjemahkan pertanyaan host dad-ku yang tak bisa berbahasa Inggris. Mereka berdua memandang sebuah foto hitam putih yang ada di dompetku. “Is that your grandpa?” “He’s my first president.” Dan raut wajah Pa – panggilan akrab ­host dad-ku – seketika berubah. “Then why … Lanjutkan membaca Aku, Bung Karno, dan Bandung

#InfoAleut: Kelas Literasi “Fotografi Jalanan” dan Ngaleut “Merekam Kota”

Buat Aleutian yang suka foto jalanan, ada kabar gembira nih Kelas Literasi pekan ke-134 akan membahas tentang foto jalanan yang dikemas dengan tema Literasi visual. Pekan ini ada Kang @fan_fin seorang pegiat foto jalanan di kota Bandung akan membagi ilmunya seputar foto jalanan Yuk gabung di Kelas Literasi Komunitas Aleut. Hari Sabtu, 17 Maret 2018. … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Kelas Literasi “Fotografi Jalanan” dan Ngaleut “Merekam Kota”

Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 1

Oleh : Sri Evi Rezeki (@evisrirezeki) Susur Jejak Spoorwegen - Menyusuri jalanan lurus berbatu yang diapit pematang sawah merupakan ritual pagi saya selama tiga tahun di bangku SDN 7 Banjaran. Jalan kecil itu dibelah rel kereta api yang tak jauh dari sekolah. Berujung pada jalan raya kemudian tergelarlah alun-alun Banjaran. Sesekali jalanan sekitar rel tersebut … Lanjutkan membaca Susur Jejak Spoorwegen, Rel Kereta Api yang Membelah Bandung Hingga Ciwidey Bagian 1

Dewata dan Residensi ala Thoreau

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Beragam skenario horror berdesakan di ubun-ubun, beberapanya imajinasi sumbangan dari H.P. Lovecraft dan Abdullah Harahap: seorang kawan hilang diculik dedemit, jalanan yang enggan mengarah kemana pun, pohon tumbang, bandit dengan celurit karatan menghadang di depan, ada makhluk mengerikan yang mengintai di balik pepohonan, yang sembunyi dan akan tampil tepat di depan … Lanjutkan membaca Dewata dan Residensi ala Thoreau

Sepanjang Jalan Dewa(ta)

Oleh : Rulfhi Alimudin Pratama (@rulfhi_rama) Pedati kerbau berjalan di jalanan tengah hutan Gunung Tilu. Roda besi pedati menggilas tajamnya bebatuan. Benturan roda besi dengan bebatuan menghasikan dentuman suara. Suara yang memecah kesunyian hutan Gunung Tilu. Pedati itu membawa teh hijau hasil dari perkebunan teh Dewata menuju Rancabolang. 17 Km harus ditempuh menembus lebatnya hutan … Lanjutkan membaca Sepanjang Jalan Dewa(ta)

Catatan Perjalanan : Ngaleut Dewata 2

Perkebunan Teh | © Tegar Sukma A. Bestari Oleh: Tegar Sukma A. Bestari (@teg_art) Dikejauhan kabut mulai turun, perlahan menyelimuti perbukitan sebagai tanda hari sudah mulai sore. Hari itu, pukul 16.30 saya duduk ditemani kucing kampung berwarna abu-abu yang dekil dan tidak terurus namun cukup gemuk. Sebenarnya saya sedang menunggu satu-satunya penambal ban di kawasan … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan : Ngaleut Dewata 2

Dewata yang Membawa Luka, Tawa, dan Was-was

Petualangan Menuju Dewata | © Fan_fin Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) “Kay, ban tukang kempes,” sahut Ervan setengah berteriak. Saya memperlambat laju motor. Kania, partner saya dalam Perjalanan Ngaleut Dewata jilid 2 ini, mengingatkan saya agar menepi jika menemukan tukang tambal ban. Saya mengangguk pertanda mengiyakan. Hujan yang turun dari pagi membuat jalanan basah dan … Lanjutkan membaca Dewata yang Membawa Luka, Tawa, dan Was-was

Catatan Perjalanan: Akhirnya sampai Dewata!

Oleh: Amanda Nafisyah (@nafisyamanda) Pagi itu tanggal 3 Maret 2018 Komunitas Aleut mengadakan kembali kegiatan momotoran ke Perkebunan Teh Dewata. Ini kali kedua, setelah kali pertama kami tak berhasil menginjakan kaki di tanah Dewata karena beberapa alasan. Untuk momotoran Dewata kali ini aku yang sudah mendaftarkan diri dua hari sebelum hari H. Tepat pukul 05.05 … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Akhirnya sampai Dewata!