Perjalanan Mengenal Sosok Bosscha dan Jejaknya di Pangalengan

Oleh : Irfan Noormansyah (@fan_fin) Sebuah plang bertuliskan “selamat datang di kawasan Pabrik Teh Orthodoks PTPN VIII” berhasil melempar ingatan saya ke masa empat tahun yang lalu. Saat itu saya sedang berjuang melalui satu per satu tes dari perusahaan berlabel BUMN tersebut. Siapa sih fresh graduate yang nggak kesengsem menjadi karyawan BUMN? Setidaknya itu pikiran … Lanjutkan membaca Perjalanan Mengenal Sosok Bosscha dan Jejaknya di Pangalengan

Berkunjung ke Rumah Bosscha!

Oleh: Erna Sunariyah (@ernasunariyah) Saya termasuk orang yang suka dengan bangunan heritage. Apapun jenis maupun nilai yang dimiliki oleh bangunan tersebut. Saat tour mengenang K.A.R Bosccha tanggal 25 November 2017 lalu bersama mooi Bandung, saya berkesempatan untuk mengunjungi rumah Bosscha, salah seorang preanger planters yang paling berpengaruh di tanah priangan. Rumah bergaya arsitektur eropaRumah ini … Lanjutkan membaca Berkunjung ke Rumah Bosscha!

Wisata Pangalengan: Satu Hari Menyusuri Jejak Bosscha di Perkebunan Teh Malabar Bandung

  Oleh : Irfan Noormansyah (@fan_fin) Nama Bosscha sangat lekat dengan sebuah tempat peneropongan bintang di kawasan Lembang. Nama tersebut diambil dari nama sang inisiator yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha. Selain membangun observatorium, Bosscha juga mengelola Perkebunan Teh Malabar di daerah Pangalengan, Bandung. Di Perkebunan Teh Malabar inilah Bosscha banyak menghabiskan masa hidupnya. Saat pendidikan … Lanjutkan membaca Wisata Pangalengan: Satu Hari Menyusuri Jejak Bosscha di Perkebunan Teh Malabar Bandung

Bertandang Ke Kampung Adat Cikondang

Oleh: Irfan Noormansyah (@fan_fin) “Pami dipasihan widi, insya Allah bakal kengeng, pami teu aya widi ku gusti, moal ayaan eta potona” (Kalau dikasih ijin, insya Allah bakal dapat, kalau tidak direstui sama Tuhan, nggak akan itu fotonya), begitu ucap Ki Anom Juhana sang Juru Kunci Kampung Cikondang saat ditanya mengenai aturan memotret di Hutan Larangan. … Lanjutkan membaca Bertandang Ke Kampung Adat Cikondang

Orang Boer jadi Bandoenger

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Maret 1903, tibalah 20 orang berkulit putih di pelabuhan Tanjungpriok. Sebagian dari mereka berkumis tebal, sebagian lagi tidak. Ada yang terlihat sepuh, dan ada pula yang muda. Tapi mereka punya satu kesamaan, yakni sama-sama orang Boer yang ikut Perang Boer. Sebelum tiba di Hindia Belanda, mereka mendekam di Penjara Welikada, … Lanjutkan membaca Orang Boer jadi Bandoenger

Balasan Untukmu, Sarie!

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Foto: @fan_fin (Komunitas Aleut) Dear Sarie… Sebelumnya aku minta maaf karena baru membalas suratmu, notif di gmailku akan suratmu tertelan oleh notif dari akun sosmedku. Maklum, sosmedku banyak. Sarie, pernah nonton film Ada Apa Dengan Cinta? Menurutku sih pasti film itu sampai juga ke Pangalengan sana. Nah, masih ingat saat … Lanjutkan membaca Balasan Untukmu, Sarie!

Catatan Perjalanan: Mengumpulkan Kejutan-Kejutan Kecil di Sepanjang Jalur Pantai Selatan

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Pantai Bubujung, Cipatujah.  Dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), ada adegan di mana Cinta membacakan puisi buatan Rangga yang diiringi petikan gitar di sebuah cafe. Dalam puisinya, “Aku” sedang dalam kebimbangan. Bosan dengan kepenatan, kesepian, dan kesendirian. Di akhir puisi, “Aku” seolah menyerah dengan menunjuk hutan dan pantai sebagai … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Mengumpulkan Kejutan-Kejutan Kecil di Sepanjang Jalur Pantai Selatan

Pabrik Teh Sedep

Oleh: Mooibandoeng (@mooibandoeng) Pabrik Teh Sedep di lingkungan pergunungan yang bener-bener sedep. Selain pabrik, bangunan-bangunan sekitarnya yang selalu menggoda itu, akhirnya dapat terkunjungi juga. Di dalam rumah Hoofdadministrateur ada plakat yang menyebutkan angka tahun 1930 untuk pabriknya, tetapi cap pada barang-barang rumah tangga menyebutkan angka tahun 1929. Sedangkan palakat khusus untuk hoofdaministrateur menyebut angka tahun … Lanjutkan membaca Pabrik Teh Sedep

Gedung Kuning, Ciparay

Gedung Kuning di sebelah Pasar Ciparay. Sepulang roadtrip keliling Jawa Barat bagian timur beberapa waktu lalu, saya dkk turun lewat Garut dan Majalaya (jalur Monteng), terakhir mampir di lokasi ini untuk membeli minuman sebelum lanjut pulang ke Buahbatu. Lalu kemarin ada roadtrip lagi keliling beberapa perkebunan di sebelah selatan Bandung, mulai dari wilayah Pangalengan sampai … Lanjutkan membaca Gedung Kuning, Ciparay

Pembangkit Listrik Malabar

Pembangkit listrik tua di Malabar, angka tahunnya sebelum 1900, letaknya agak di perdalaman yang harus ditempuh melewati punggungan gunung dan hutan. Secara jarak sebetulnya tidak terlalu jauh dari rumah tinggal pendirinya, KAR Bosscha, tapi akses jalan yang sulit membuatnya terkesan sangat terpencil, apalagi letaknya di dasar sebuah lembah yang sempit. Yang sehari2 tinggal menjaga di … Lanjutkan membaca Pembangkit Listrik Malabar

Bosscha dan Social Entrepreneurship

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Jika tak ada kebijakan CSR, akankah sebuah perusahaan mendermakan sebagian pemasukannya? Secara prinsip ekonomi mustahil, ini disebut pemborosan, kecuali pendermaan tadi termasuk dalam bagian promosi. Namun tentunya sebagai bagian dari masyarakat, mereka yang diberi kelebihan rezeki dibebankan sebuah tanggung jawab sosial untuk menyisihkan sebagian kekayaannya. Dan ya, pengusaha menjadi salah satu … Lanjutkan membaca Bosscha dan Social Entrepreneurship

Pacet

Salah satu uwak saya sudah sangat lama tinggal di Majalaya, dari tahun 1950-an. Dia bekerja sebagai mantri gigi di Rumah Sakit Majalaya. Dulu rumah tinggal uwak adalah rumah dinas rumah sakit yang terletak di halaman belakang. Rumah bergaya kolonial yang dikelilingi halaman rumput yang luas. Di belakang rumah juga ada halaman rumput luas dan sebuah kolam. … Lanjutkan membaca Pacet

Pemboman Radio Malabar

J.C. Bijkerk dalam bukunya “Vaarwel tot Betere Tijd” menulis bahwa pada tanggal 6 Maret 1942 para pembesar Pemerintah Hindia Belanda (Jend. Ter Poorten, G.G. Tjarda, Maj. Bakkers, dan Gubernur Jabar Hogewind) mengadakan suatu pertemuan di rumah Residen Bandung, Tacoma. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan menjadikan Bandung sebagai kota terbuka dengan maksud agar Jepang dapat masuk Bandung … Lanjutkan membaca Pemboman Radio Malabar

Cibuni, Kampung di Tengah Kawah

Repost Cerita unik tentang kawasan di sekitar Bandung memang seperti tak akan pernah habis. Ada kompleks-kompleks pemakamaman kuno dengan ciri-ciri kebudayaan Hindu di sekitar perbukitan Bandung utara dan timur. Peninggalan kebudayaan megalitik yang masih dapat disaksikan in situ juga tersebar di banyak tempat di seputaran Bandung seperti di Gunung Padang, Soreang, di Pasir Panyandakan, Ujungberung, … Lanjutkan membaca Cibuni, Kampung di Tengah Kawah