Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Di pertigaan jalanan mungil perkampungan, terpancang petunjuk jalan sederhana bertuliskan Garut. Bukan rambu petunjuk jalan buatan Dishub, yang dari lempeng besi berwarna hijau dan biasanya ditambahi keterangan jarak tempuh itu. Hanya papan tanda dari kayu atau bambu atau triplek (saya lupa tak sempat memotretnya), dengan tulisan tangan. Sebelumnya, setelah main air … Lanjutkan membaca Jalan Lain Ke Garut: Puncak Cae
Momotoran
Sebentar Lagi Jayanti, Sebentar Lagi Rancabuaya, Sebentar Lagi Sampai
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) “Sebentar lagi, tinggal lewat gunung itu, langsung laut,” janji saya saat melindas jalanan Naringgul. Kata “sebentar” mengundang beragam makna, bisa sebuah jebakan sekaligus pembebasan, seringnya hanya janji kosong. Kengerian bagi para murid belet yang lembar jawabannya masih melompong saat diultimatum oleh pengawas dengan kata tadi bahwa ujian akan segera berakhir. Sukacita … Lanjutkan membaca Sebentar Lagi Jayanti, Sebentar Lagi Rancabuaya, Sebentar Lagi Sampai
Dewata dan Imajinasi
Oleh: Mey Saprida Yanti (@meysaprida) Sudah tahu bakalan melewati jalan berbatu—yang batunya segede orok, sudah tahu pula bakalan duduk berlama-lama di motor, tapi entah setan atau malaikat dari mana yang membisikanku hingga aku keukeuh untuk ikut Ngaleut Dewata 2 ini. Mungkinkah aku berniat mencari pengalaman? Bisa jadi, apalagi Ngaleut kali ini terasa menarik karena didominasi … Lanjutkan membaca Dewata dan Imajinasi
Hanya Ada Satu Jalan Menuju Dewata
Jalan menuju Perkebunan Teh Dewata | © Komunitas Aleut Oleh : Ervan Masoem (@Ervan) Alarm berdering tepat dua jam setelah berkumandangnya adzan subuh. Ampuh juga ternyata alarm ini. Ia mampu membangunkan saya. Saya sebenarnya sempat khawatir jika tak bisa bangun pagi, sebab orang rumah sedang pergi keluar kota. Itu artinya saya harus berusaha bangun pagi … Lanjutkan membaca Hanya Ada Satu Jalan Menuju Dewata
Catatan Perjalanan : Ngaleut Dewata 2
Perkebunan Teh | © Tegar Sukma A. Bestari Oleh: Tegar Sukma A. Bestari (@teg_art) Dikejauhan kabut mulai turun, perlahan menyelimuti perbukitan sebagai tanda hari sudah mulai sore. Hari itu, pukul 16.30 saya duduk ditemani kucing kampung berwarna abu-abu yang dekil dan tidak terurus namun cukup gemuk. Sebenarnya saya sedang menunggu satu-satunya penambal ban di kawasan … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan : Ngaleut Dewata 2
Dewata yang Membawa Luka, Tawa, dan Was-was
Petualangan Menuju Dewata | © Fan_fin Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) “Kay, ban tukang kempes,” sahut Ervan setengah berteriak. Saya memperlambat laju motor. Kania, partner saya dalam Perjalanan Ngaleut Dewata jilid 2 ini, mengingatkan saya agar menepi jika menemukan tukang tambal ban. Saya mengangguk pertanda mengiyakan. Hujan yang turun dari pagi membuat jalanan basah dan … Lanjutkan membaca Dewata yang Membawa Luka, Tawa, dan Was-was
Catatan Perjalanan: Akhirnya sampai Dewata!
Oleh: Amanda Nafisyah (@nafisyamanda) Pagi itu tanggal 3 Maret 2018 Komunitas Aleut mengadakan kembali kegiatan momotoran ke Perkebunan Teh Dewata. Ini kali kedua, setelah kali pertama kami tak berhasil menginjakan kaki di tanah Dewata karena beberapa alasan. Untuk momotoran Dewata kali ini aku yang sudah mendaftarkan diri dua hari sebelum hari H. Tepat pukul 05.05 … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Akhirnya sampai Dewata!
Dewata #2: Tentang Keindahan yang Tak Nampak
Perjalanan Menuju Perkebunan Teh Dewata | © Komunitas Aleut Oleh: Anisa Dwiyanti (@nisa.dy) Jumat malam saya masih mikir-mikir untuk ikut ke Dewata. Sambil ngulet di kasur saya mempertimbangkan banyak hal sampai akhirnya memutuskan untuk pergi, itu pun (masih) sembari mengumbar alasan menyebalkan semacam: kalau nggak ikut berarti saya gagal bangun pagi. Ternyata keesokan harinya saya … Lanjutkan membaca Dewata #2: Tentang Keindahan yang Tak Nampak
O, Dewata
Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@suryadwipa) Perhatian! Catatan ini ditulis dari sudut pandang Aleutian yang berhalangan ikut momotoran ke Perkebunan Teh Dewata. Sengaja ditulis agar penulis masih dapat tetap eksis walaupun tidak ikut serta. Selain itu, catatan singkat ini juga ditulis karena adanya dorongan hasrat yang tinggi untuk berbagi informasi mengenai Dewata dari aspek … Lanjutkan membaca O, Dewata
Memudarnya Kemewahan Mausoleum van Motman
Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) Bogor sangat panas hari itu. Sebutan sebagai Kota Hujan agaknya tidak berlaku saat kami menyambangi kota tersebut. Seorang teman yang memakai jaket tebal dibuat tidak nyaman, sebab siang itu suhu udara di Bogor sekitar 340c . Rupa-rupanya teman saya itu mengira Bogor masih setia dengan udara dingin dan hujannya. Nyatanya sebaliknya. … Lanjutkan membaca Memudarnya Kemewahan Mausoleum van Motman
John Berger atau Seni Momotoran ala Komunitas Aleut
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Riding has become a pas de deux. Rider and road are partners dancing. It can even happen that you fall in love. John Berger Kalau bulan bisa ngomong, dan motor bisa nulis. Sayangnya tidak. Kalau saja saya bisa merenungkan dan merumuskan pengalaman dan menuliskannya sebaik John Berger. Sayangnya belum. Tapi kalau … Lanjutkan membaca John Berger atau Seni Momotoran ala Komunitas Aleut
#InfoAleut: Ngaleut Citambur dan Kelas Literasi Pekan Ke-91
Siap-siap yaa... Minggu ini kita ke Citambur, lanjut Sindangbarang, Cidaun, Naringgul, dan Ciwidey. Akan berlangsung juga Kelas Literasi Pekan Ke-91 dengan tema "Priangan" di sana. Konfirmasi dan informasi silakan langsung kontak nomor 0896-8095-4394 atau LINE @FLF1345R.
#InfoAleut: Kelas Literasi “Perpustakaan Bagian 2” dan Ngaleut Gunung Hejo
Malam, Aleutians! Mati gaya karena "jaga kandang" di Bandung long weekend ini? Ayo mending gabung di dua acara seru dari kami, karena dijamin ga akan bikin mati gaya 😀 Besok di Kelas Literasi pekan ke-90 kita akan membahas Perpustakaan Bagian 2. Setelah dua minggu sebelumnya adalah bagian mukadimah soal perpustakaan, nah di pekan ini kita … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Kelas Literasi “Perpustakaan Bagian 2” dan Ngaleut Gunung Hejo