Oleh : R. Indra Pratama Manusia sering mengidentikkan udara sebagai tempat yang melambangkan kebebasan. Keinginan untuk lepas dari represi dan kontrol mendorong imaji manusia begitu jauh untuk berjalan di udara, meninggalkan batasan-batasan yang terdapat di darat. Jika tidak percaya silahkan anda berandai bertanya pada Orville dan Wilbur Wright, atau kepada Guglielmo Marconi dan Alexander Graham … Lanjutkan membaca Dick Tamimi, Di Udara Dia Jaya!.
Kawasan Jalan Kedokteran di Bandung
Di Bandung terdapat satu kawasan yang nama jalanannya menggunakan nama2 dokter, baik nasional maupun internasional. Kawasan ini terletak di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin dan Bio Farma. Kadang2 orang menyebutnya kawasan Cipaganti berdasarkankan nama jalan utama di situ. Nah, siapa saja dokter yang namanya (pernah) dijadikan nama-nama jalan itu? Ini cerita-cerita ringkasnya. Beberapa nama dokter … Lanjutkan membaca Kawasan Jalan Kedokteran di Bandung
Nama Tumbuhan Jadi Nama Jalan/Daerah
Hari ini melalui twitter saya bikin permainan mengumpulkan nama-nama tumbuhan yang dijadikan nama kawasan atau nama jalan di Kota Bandung. Ya selain bentukan alam seperti bojong, ranca, leuwi, dll, ada banyak juga nama tumbuhan yang saat ini sangat populer sebagai nama tempat sehingga asal nama aslinya yang berupa tumbuhan sudah kurang dikenali lagi. Sebagai pembuka … Lanjutkan membaca Nama Tumbuhan Jadi Nama Jalan/Daerah
Poster tema ngaleut 5 Mei 2013: Kawasan Cipaganti.
Ngaleut Cipaganti
Poster tema ngaleut tanggal 28 April 2013: Semerbak Bunga di Bandung Raya.
Ngaleut Semerbak Bunga di Bandung Raya
Lacak Jejak Inggit Garnasih, Minggu, 14 April 2013
13 April adalah tanggal wafatnya Ibu Inggit Garnasih, seorang tokoh perempuan dari Bandung yang ikut mewarnai sejarah nasional mendampingi suaminya, Ir. Sukarno, yang kelak menjadi presiden pertama Republik Indonesia.Inggit Garnasih berada di samping Sukarno sejak Sukarno masih menjadi mahasiswa di THS (ITB) di Bandung, membantu membiayai perkuliahannya, mengikuti setiap langkah perjuangannya mencapai kemerdekaan Indonesia, mendampingi … Lanjutkan membaca Lacak Jejak Inggit Garnasih, Minggu, 14 April 2013
Lacak Jejak Bandung Lautan Api, Minggu, 1 April 2013
Pada hari Minggu tanggal 1 April, Komunitas Aleut bekerjasama dengan mooibandoeng menyelenggarakan permainan sambil belajar sejarah Bandung. Berkaitan dengan peristiwan Bandung Lautan Api, 24 Maret 1946, maka kami rancangkan permainan ini dengan nama Lacak Jejak Bandung Lautan Api. Dalam permainan ini semua peserta dibagi ke dalam 10 kelompok dan masing-masing peserta mendapatkan sinopsis ringkas tapi … Lanjutkan membaca Lacak Jejak Bandung Lautan Api, Minggu, 1 April 2013
Inggit Garnasih – kekasih, kawan dan ibu yang hanya memberi tanpa menuntut balas
Oleh : Natasha Bellania Pertiwi (@achabp) Jika ditanya siapa perempuan indonesia inspiratif bagi saya, salah satunya adalah Ibu Inggit Garnasih. Ia sangat mengagumkan bagi saya, dalam banyak hal. Tak hanya inspiratif, sosoknya yang sederhana, penyayang, keibuan dan memiliki pendirian menjadikannya simbol wanita mandiri. Garnasih lahir di Desa Kamasan, Banjaran, Kab.Bandung, 17 Februari 1888,dari pasangan Ardjipan … Lanjutkan membaca Inggit Garnasih – kekasih, kawan dan ibu yang hanya memberi tanpa menuntut balas
Ca-Bau-Kan
Oleh : Reza Ramadhan Kurniawan (@kobopop) Sutradara: Nia Di Nata Pemain: Ferry Salim, Lola Amaria, Niniek L. Karim, Irgi A. Fahrenzi, Alex Komang, Robby Tumewu, Tutie Kirana, Henky Solaiman, Alvin Adam, Maria Oentoe. Tahun Rilis: 2002 Judul Internasional: “The Courtesan” Diadaptasi dari novel berjudul Ca-Bau-Kan (Hanya Sebuah Dosa) karya Remy Sylado, Ca-Bau-Kan menjadi film yang … Lanjutkan membaca Ca-Bau-Kan
“Senangnya” Menjadi Guru Di Zaman Belanda
Oleh : Putri Socko Kayden Bicara soal pendidikan, ternyata bukan hanya zaman sekarang saja SMP dan SMA dikenal dengan sekolah-sekolah yang bagus di Bandung. Ternyata sejak zaman dulu-pun, Bandung sudah terkenal dengan pendidikannya yang bagus. Namun yang membedakannya terletak pada ‘mau jadi apa lulusan dari sekolah-sekolah tersebutpada nantinya’. Semua ini akan diuraikan dalam catatan perjalanan di … Lanjutkan membaca “Senangnya” Menjadi Guru Di Zaman Belanda
Aleut Apresiasi Film – Kisah Romansa Tinung si Ca Bau Kan
Oleh : Natasha Bellania Pertiwi (@achabp) Hallo aleutian, ini merupakan kali pertama saya coba menulis artikel untuk komunitas aleut dan juga kali pertama #ngaleut apresiasi film . Kesannya, tentu saja saya sangat antusias karena film yang kami tonton bersama hari ini adalah sebuah film lokal yang mengusung tema budaya Tionghoa di Indonesia, yang berjudul CA … Lanjutkan membaca Aleut Apresiasi Film – Kisah Romansa Tinung si Ca Bau Kan
Ceritera Si Baduyut
Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@poisonipin) Mau cari sepatu buatan anak bangsa yang kualitasnya tidak kalah bagus? Kunjungi saja Cibaduyut. Ya.. kawasan yang terletak di bagian Selatan Kota Bandung ini memang sudah tersohor sebagai sentra sepatu, sehingga wajar bila kita menjumpai patung berbentuk sepatu yang menjadi ciri dari jalan ini. Diibalik popularitas sepatu kulit, tahukah … Lanjutkan membaca Ceritera Si Baduyut
Catatan Ngaleut Imlek – Part 3 : Sejarah Singkat Orang Tionghoa di Bandung
Oleh: Muhammad Ryzki Wiryawan Entah kapan tepatnya orang-orang Tionghoa pertama kali membentuk komunitas di Bandung. Namun tampaknya baru terjadi di awal abad 19 karena sebelumnya VOC melalui keputusan tanggal 6 April 1764 menutup Priangan dari para pendatang, utamanya orang Tionghoa. Larangan tersebut dikeluarkan untuk melindungi usaha monopoli Kompeni dari gangguan saudagar-saudagar Tionghoa. Dalam praktiknya, Peraturan … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Imlek – Part 3 : Sejarah Singkat Orang Tionghoa di Bandung
Catatan Ngaleut Imlek – Part 2 : Keunikan Cap Go Meh Tempo Doeloe
Oleh: Muhammad Ryzki Wiryawan Masih dalam rangka ngebahas Imlek, ada beberapa hal menarik yang khas terjadi seiring diadakannya perayaan tersebut di masa lalu. Salah satunya adalah tradisi memberi ikan Bandeng kepada pihak mertua. Semakin besar ikan bandeng yang diberikan seorang calon menantu kepada mertuanya,maka semakin tinggi derajatnya di hadapan sang mertua. Sebaliknya barang siapa yang … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut Imlek – Part 2 : Keunikan Cap Go Meh Tempo Doeloe
Catatan Ngaleut-Part 1
Oleh : Muhammad Ryzki Wiryawan Malam itu adalah kedua kalinya Komunitas Aleut mengadakan “Ngaleut Imlek di Bandung” yang khusus diadakan di malam perayaan Imlek. Seperti biasa, ngaleut kali ini berhasil menggaet antusiasme pegiat yang cukup besar. Hampir 90 orang pegiat mengikuti acara ngaleut Imlek kemarin. Rangkaian tulisan ini disusun untuk melengkapi materi yang telah disampaikan … Lanjutkan membaca Catatan Ngaleut-Part 1