Kolot Jagjag, Tumpak Kuda, jeung Sababaraha Hal nu Can Běrěs

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh)   Poe Ahad kamari (1 Maret 2015), basa ulin ka sababaraha taman nu aya di Kota Bandung, kuring jeung Akang Něběngers (maksudna budak anggota Něběngers, hampura poho deui ngaranna), manggihan hiji nini-nini nu yuswana geus 81 taun. Si Emak (nini-nini ěta) keur ngaběrěsan runtah botol jeung gelas palastik urut inuman di Taman … Lanjutkan membaca Kolot Jagjag, Tumpak Kuda, jeung Sababaraha Hal nu Can Běrěs

Tjilakiplein, Kini Telah Berubah

Saat mendengar nama “Cilaki”, sekarang ini mungkin warga Bandung lebih mengenalnya sebagai nama jalan yang membentang di sisi timur Komplek Gedung Sate hingga ke sekitar Taman Persib. Jalan ini berparalel dengan Jl. Cisangkuy, yang saat ini lebih dikenal dengan kekiniannya karena menjadi sentra kue cubit green tea. Padahal sampai awal tahun 2000-an, selain nama jalan … Lanjutkan membaca Tjilakiplein, Kini Telah Berubah

Inggit Garnasih dalam Foto Bersejarah

Oleh: Hani Septia Rahmi (@tiarahmi)   Sepi… Begitulah kesan pertama yang tertangkap ketika menginjakkan kaki di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan no 5, Bandung. Padahal menurut informasi yang diperoleh, tanggal 24-28 Februari 2015, diselenggarakan Pameran Foto dan Artefak Bersejarah Ibu Inggit Garnasih. Memasuki gedung, saya disambut oleh dua orang yang bertindak sebagai penerima tamu. … Lanjutkan membaca Inggit Garnasih dalam Foto Bersejarah

Ngawanohkeun Maněh di Radio Ardan

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Poě Seněn kamari, tegesna ping 23 Pěbruari 2015, kuring jeung opat babaturan nu sějěn ti Komunitas Aleut diondang ku Radio Ardan pikeun ngeusi hiji acara nu diběrě jejer #BdgBgt (Bandung Pisan). Saenyana ěta těh lain nu munggaran pikeun Komunitas Aleut mah, sabab saměměhna kungsi ogě diondang ku Ardan dina waktu … Lanjutkan membaca Ngawanohkeun Maněh di Radio Ardan

#InfoAleut: Ngaleut Tjilakiplein

#InfoAleut Hari Minggu (01/03/2015) kita akan... "Ngaleut Tjilakiplein". Mari bersama-sama mengenal dan mencari tahu mengenai lingkungan sekitar taman yang dulunya bernama Tjilakiplein ini. Apa saja yang dijual di sekitar taman ini? Bagaimana kebersihannya? Apa saja yang bisa kita lihat di taman ini? Mari kita cari tahu bersama 😀 Tertarik untuk bergabung? Langsung saja kumpul di Masjid … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Ngaleut Tjilakiplein

Diskriminasi Sepotong Siomay

Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Rasa lapar sepulang ngaleut membawa saya menuju freezer kulkas begitu tiba di rumah. Tak jelas apa yang sebetulnya dituju, toh kalau memang saya lapar, masakan siang ini sebetulnya sudah tersedia di meja makan. Rupanya saya butuh udara dingin, mengingat siang hari ini cuaca luar biasa terik. Setelah beberapa menit udara … Lanjutkan membaca Diskriminasi Sepotong Siomay

Silih Beulit jeung Oray Naga

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) “Bangsa urang jeung Cina těh harita mah asa dalit pisan. Bisa jadi pědah hirupna sarua papada susah. Anyeuna mah beunang disebutkeun euweuh Cina nu daragang ngider atawa ngawarung gowěngan těh. Bisa jadi anakna atawa turunna jaradi jalma jugala.” (Us Tiarsa dina buku Basa Bandung Halimunan) Naha enya kitu tina urusan … Lanjutkan membaca Silih Beulit jeung Oray Naga

Siapakah Chabanneau? – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3)

Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3) Siapakah Chabanneau? Ada informasi yang cukup mengejutkan ketika menelusuri jejak literatur yang menyinggung nama Chabanneau ini. Seorang antropolog, James T Siegel, menguak kabar bahwa ternyata sang penulis roman sesungguhnya adalah seorang pemeras. Cuplikan pemuatan artikel ini (bagian 3) di HU Pikiran Rakyat, Selasa, 17 Februari 2015. Dalam buku Siegel … Lanjutkan membaca Siapakah Chabanneau? – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3)

Merekam Denyut Nadi Pusat Kota – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2)

Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2) Merekam Denyut Nadi Pusat Kota Membaca roman Rasia Bandoeng karya Chabanneau dapat membawa kita melancong ke pusat Kota Bandung pada periode awal 1916 dengan deskripsi yang cukup detail. Tampak kuat sekali kesan bahwa mobilitas orang-orang Tionghoa saat itu berada di pusat-pusat kota. Misalnya kediaman tokoh utama roman, yaitu Tan … Lanjutkan membaca Merekam Denyut Nadi Pusat Kota – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2)

Kawin Semarga di Bandung Baheula – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (1)

Berikut ini saya muatkan artikel bersambung tulisan rekan saya, Lina Nursanty, yang membahas sebuah roman baheula dengan latar cerita Kota Bandung di awal abad ke-20. Selamat membaca! Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (1) Kawin Semarga di Bandung Baheula Pengantar: Roman lahir untuk melukiskan perbuatan, watak, dan isi jiwa sang tokoh yang lebih banyak membawa sifat-sifat zaman. “Rasia … Lanjutkan membaca Kawin Semarga di Bandung Baheula – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (1)

#InfoAleut: Menyusuri Jejak Pecinan di Bandung

Dalam suasana Imlek 2566, hari Minggu (22/02/2015) besok kita akan... "Menyusuri Jejak Pecinan di Bandung". Mari bersama-sama mencari tahu tentang kawasan Pecinan di daerah Bandung. Seberapa luas kawasan Pecinan? Di mana batas wilayahnya? Apa saja yang sudah berubah dari Pecinan? Mari kita cari tahu bersama! 😀 Tertarik untuk bergabung? Langsung saja kumpul di halaman samping … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Menyusuri Jejak Pecinan di Bandung

Kopi Tiam di Warung Kopi Purnama

Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Ngobrol di warung kopi Nyentil sana dan sini Sekedar suara rakyat kecil Bukannya mau usil Nama Warung Kopi Purnama tak asing lagi di kalangan pecinta kopi di Kota Bandung. Warung yang sudah buka sejak tahun 1930 ini terkenal dengan rasa pekat kopinya walaupun secara pandangan mata terlihat cair. Tak heran setiap harinya Warung Kopi … Lanjutkan membaca Kopi Tiam di Warung Kopi Purnama

Ulin ka Rumah Sakit Anjing Edan

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Ti baheula, tapi teu baheula-baheula teuing sabenerna mah, da kakara sakola di Bandung těh taun 2002 ; kuring hayang asup ka komplěk Biofarma. Mun ngaliwat Pasupati tuluy nempo ka belah kalěr, eta gedong Biofarma katempo sakitu aggrěngna. Tapi kusabab dijagaan ku sababaraha satpam, jeung pantona gě salawasna katempo nutup waě, … Lanjutkan membaca Ulin ka Rumah Sakit Anjing Edan

Taman Lalu Lintas, Masih Sintas Meski Tak Lagi Mendidik Berlalu Lintas

Jauh sebelum maraknya bermunculan taman tematik, Kota Bandung sudah memiliki satu taman bertemakan lalu lintas. Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani adalah nama lengkap taman ini, namun warga Bandung lebih mengenalnya dengan nama Taman Lalu Lintas. Taman yang usianya sudah lebih dari 50 tahun ini kerap ramai dikunjungi saat akhir pekan maupun musim libur sekolah. … Lanjutkan membaca Taman Lalu Lintas, Masih Sintas Meski Tak Lagi Mendidik Berlalu Lintas