Senja di Pantai Laut Selatan Pulau Jawa Bagian 1

Kata pengantar Dalam abad ke-19, Junghuhn menjalajahi Pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Sesuai kebiasaan ilmuwan, ia mencatat secara detail jenis tumbuhan, gunung, tanah, batu-batuan yang ia jumpai selama penjelajahannya. Bahkan, dengan liris ia menjelaskan perawakan sebuah pohon atau keadaan hutan. Kata “schoon” yang pada dasarnya berarti: indah atau bagus, dipakai berulang kali. Tulisannya memperlihatkan kecintaanya, … Lanjutkan membaca Senja di Pantai Laut Selatan Pulau Jawa Bagian 1

Mengenal Lebih Jauh Sang Tohaan Kobul

Situs makom keramat Santoan Kobul|Foto Ariyono Wahyu Widjajadi Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple) Di sisi jalan raya Cipatik-Soreang terdapat sebuah papan penunjuk informasi mengenai sebuah situs makom keramat Santoan Kobul. Tepatnya situs ini terletak di Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Lalu siapakah Santoan Kobul?  Garis Keturunan Sang Tohaan Jika berdasarkan silsilah dalam "Babad Bupati Bandung" … Lanjutkan membaca Mengenal Lebih Jauh Sang Tohaan Kobul

Sekelumit Kisah Leendert van der Pijl di Bandung

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (IG: @suryadwipa) Kondisi Karesidenan Priangan (mencakup Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Bandung, Sukabumi, dan Bogor) yang sejuk dan sarat akan kandungan keanakaragaman hayati ternyata telah mengambil hati sekelompok ilmuwan Eropa di bidang botani. Hal tersebut dibuktikan dengan maraknya penelitian mengenai tanaman perkebunan di Priangan, juga dengan dibangunnya Herbarium Bogoriense serta … Lanjutkan membaca Sekelumit Kisah Leendert van der Pijl di Bandung

Bima Sakti Tertancap di Bosscha

Observatorium Bosscha | Foto Tropen Museum Oleh: Vecco Suryahadi (@Veccosuryahadi) Pada tahun 1948, Observatorium Bosscha mendapatkan bantuan donasi untuk membuat optik teleskop baru dari Unesco. Bantuan ini didapatkan ketika Egbert A. Kreiken yang pernah menjadi staf Observatorium Bosscha (1928-1930) menghadiri General Meeting UNESCO di Meksiko. Baru pada tahun 1950, berita ini disampaikan kepada Pemerintah Indonesia. … Lanjutkan membaca Bima Sakti Tertancap di Bosscha

“Spirit” Max I. Salhuteru dari Sinumbra-Sperata

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@alexxxari) Seperti sudah jadi sebuah kewajiban atau fardhu setiap rombongan khafilah musyafir Komunitas Aleut berkelana ke Sperata-Sinumbra, Ciwidey, selalu singgah ke kue balok Bah Ason. Nama lengkapnya Sonbahsuni, letaknya jongkonya di pinggir pasar dekat perempatan Pabrik Sinumbra dengan jalan ke arah Perkebunan Nagara Kana'an. Jadi bukanlah fardhu ain atau fardhu kifayah … Lanjutkan membaca “Spirit” Max I. Salhuteru dari Sinumbra-Sperata

Arief Budiman : Setia Melawan “Bebas Nilai”

Oleh : Indra Pratama  Ilmu sosial di Indonesia bersifat ahistoris, karena ia mengabaikan konteks kesejarahan di mana masyarakat Indonesia hidup. Para ilmuwan sosial kita cenderung mengimpor begitu saja teori-teori sosial yang mereka dapat dari Barat tanpa mempertanyakan keabsahannya ketika diterapkan dalam konteks lokal. Padahal, "ilmu-ilmu sosial tidak bebas nilai" dan "ilmu sosial itu sebelumnya merupakan … Lanjutkan membaca Arief Budiman : Setia Melawan “Bebas Nilai”

Mengenal Willem Gerard Jongkindt Coninck

Nisan W.G. Jongkindt Coninck/foto oleh Asep Suryana Oleh: Vecco Suryahadi (@Veccosuryahadi) Pada bulan Juni 1934, sebuah perayaan spesial untuk Tuan W.G. Jongkindt Coninck diselenggarakan di Kertamanah. Banyak telegram, karangan bunga, serta bingkisan diterima oleh panitia perayaan di Kertamanah. Saking spesialnya perayaan ini, banyak artikel koran Belanda yang merekam peristiwa ini. Tapi siapa sih Tuan Jongkindt … Lanjutkan membaca Mengenal Willem Gerard Jongkindt Coninck

Mencari Selatan, Timur, Ujung dan Tengah Bersama PHH Mustapa

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@Irfanteguh) Warga Kota Bandung pasti tidak asing dengan Jalan PHH Mustapa, ruas jalan yang menyambungkan Jalan Surapati dengan Terminal Cicaheum, atau biasa disebut Suci (Surapati-Cicaheum). Penghulu Haji Hasan Mustapa lahir pada 3 Juni 1852 di Cikajang, Garut. Ayahnya bernama Mas Sastramanggala, seorang Camat kontrakan teh Cikajang. Ibunya bernama Nyi Mas Salpah (Emeh), … Lanjutkan membaca Mencari Selatan, Timur, Ujung dan Tengah Bersama PHH Mustapa

Dari Situs Penjara Banceuy

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Saya melihat Sukarno sedang termenung ditemani buku dan pena. Kegelisahan begitu jelas terlihat dari raut wajahnya. Walaupun hanya dalam bentuk patung, keberadaannya terasa esensial. Di tempat inilah Sukarno mendapatkan gagasan dan juga mengumpulkan berbagai rumusan untuk menulis pledoi yang terkenal: Indonesia Menggugat. Inilah pertama kali saya menginjakkan kaki di Penjara … Lanjutkan membaca Dari Situs Penjara Banceuy

John Berger atau Seni Momotoran ala Komunitas Aleut

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Riding has become a pas de deux.  Rider and road are partners dancing.  It can even happen that you fall in love. John Berger Kalau bulan bisa ngomong, dan motor bisa nulis. Sayangnya tidak. Kalau saja saya bisa merenungkan dan merumuskan pengalaman dan menuliskannya sebaik John Berger. Sayangnya belum. Tapi kalau … Lanjutkan membaca John Berger atau Seni Momotoran ala Komunitas Aleut

Ida Jacoba Andina Douwes Dekker

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Makam Ida Jacoba Andina Douwes Dekker di Pandu (Foto: Media-KITLV) Jika kita mencari foto Permakaman Pandu di KITLV dengan kata kunci “Pandu”, niscaya kita akan menemukan belasan foto. Di antara belasan foto itu, ada satu foto nisan yang menarik perhatian lantaran tahun kematiannya yakni 1944 yang berarti si pemilik nisan meninggal … Lanjutkan membaca Ida Jacoba Andina Douwes Dekker

Tak Butuh Tanda Jasa

Oleh: Indra Pratama (@omindrapratama) Alexander Jacob Patty. Jurnalis pendiri Sarekat Ambon (1909). Salah satu tokoh nasionalis Indonesia pertama dari Maluku, saat Mollucans saat itu sangat identik dengan sikap pro-Belanda. Dibuang ke Boven Digoel, menyeberang ke Australia, menjaga kemerdekaan saat Masa Revolusi di Medan, dan kemudian menutup usia di Bandung. Nama dan kisah ini kembali berkelindan … Lanjutkan membaca Tak Butuh Tanda Jasa

Franz Willem Junghuhn

Oleh: Tegar Sukma Aji Bestari (@teg_art) Bagi orang yang tinggal di wilayah Bandung Raya, sebagian pernah mendengar nama Junghuhn setidaknya sebagai nama suatu wilayah rekreasi di wilayah Lembang. Di dalam wilayah yang dikenal dengan nama Taman Junghuhn ini terdapat prasasti yang menandakan pertamakali nya penanaman kina di wilayah Lembang. Junghuhn yang lahir pada 26 Oktober … Lanjutkan membaca Franz Willem Junghuhn

H.O.S Tjokroaminoto dan Pengaruhnya di Priangan

Oleh: Bagus Reza Erlangga (@bagusreza) Haji Oemar Said Tjokroaminoto adalah sang Raja Tanpa Mahkota. Ia dilahirkan di Madiun pada 16 Agustus 1882 dengan gelar kebangsawanan Raden Mas, namun gelar ini ia tanggalkan dan menggantinya dengan Haji Oemar Said. Hal ini ia lakukan karena merasa gelar kebangsawanannya melekat erat dengan cap pro-kolonial. Ia memang sosok yang … Lanjutkan membaca H.O.S Tjokroaminoto dan Pengaruhnya di Priangan

Pertemuan Senja Itu, Bersama Pak Wen

Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) "Panggil aja Wen, Pak Wen. Hehe." jelasnya sembari tertawa kecil saat kutanya namanya. Bapak penjual rujak tumbuk ini mulai memotong buah-buahan yang dia ambil dari kotak. Di depan Kedai Preanger, Jl. Solontongan 20-D, inilah aku bertemu dengan seseorang yang kutetapkan layak menjadi sosok mulia KNB. Terima kasih pada Pak Ridwan yang … Lanjutkan membaca Pertemuan Senja Itu, Bersama Pak Wen