Aku dan Kota yang Terpukul

Oleh: Irfan Dary Mobilitas kota yang berubah aneh, pemerintah harus terus berjalan walaupun babak belur, dan bisnis kehilangan pasarnya. Tiga mimpi buruk ini jadi realitas yang harus kita hadapi saat tulisan ini dibuat. Kehidupan sosial, ekonomi, bahkan spiritual warga kota terguncang secara mendadak saat pandemi merebak. Kita bisa tunjuk secara acak siapapun yang kita temui, … Lanjutkan membaca Aku dan Kota yang Terpukul

Braga; Kawasan Cagar Budaya Kota Bandung yang Terus Terganggu

Sabtu Sore (8/8) itu, saya mengunjungi Jalan Braga. Seperti biasa, suasana jalan cukup ramai dipadati para wisatawan yang mengambil foto di sana. Tidak ada yang banyak berubah di sana, kecuali ada pembangunan kecil di mulut Gang Cikapudung. Gang ini sering saya lewati, karena menjadi akses masuk ke Kampung Cibantar, tempat paman dan bibi saya tinggal. … Lanjutkan membaca Braga; Kawasan Cagar Budaya Kota Bandung yang Terus Terganggu

Bandrek, Bajigur, Bioskop Tug Nepi ka Saur di Bandung Baheula

Dayeuh Bandung taun 1920-an, atawa keur mangsa rust in orde, mimitian menyat jadi kota gede tapi aya sababaraha kabiasaan nu bisa dijadikeun tanggara wanci dina mangsa bulan Syiam. Bandrek, Bajigur Kalapa Cina Baheula mah cenah nu dagang bajigur jeung bandrek teh masing-masing dagangna teh. Teu cara ayeuna, bandrek jeung bajigur rerendengan ngajadi hiji dina hiji … Lanjutkan membaca Bandrek, Bajigur, Bioskop Tug Nepi ka Saur di Bandung Baheula

Meretas Kampung Tua di Bandung Utara Bernama Coblong

Coblong saat ini adalah nama salah satu kecamatan di Kota Bandung, namun mungkin sedikit yang mengatahui jika Coblong di masa lalu adalah nama salah satu kampung tua di Bandung Utara. Berikut ini kisahnya. Toponomi Coblong Untuk memulai kisah Kampung Coblong, saya akan mulai dengan membahas toponimi nama Coblong karena akan berkaitan dengan nama daerah di … Lanjutkan membaca Meretas Kampung Tua di Bandung Utara Bernama Coblong

Kelas Literasi: Mengintip Proses Pembuatan “Pernik KAA 2015″

Kelas Literasi pekan ke-168 yang diadakan pada hari Minggu, 19 April 2020, bertepatan dengan bulan perayaan Konferensi Asia-Afrika ke-65. Sebagai bagian mandiri untuk peringatannya, Komunitas Aleut mengadakan Kelas Literasi mengenai proses penulisan buku peringatan “Pernik KAA 2015; Serba Serbi Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika” yang ditulis secara kolektif oleh Komunitas Aleut dan diterbitkan oleh penerbit … Lanjutkan membaca Kelas Literasi: Mengintip Proses Pembuatan “Pernik KAA 2015″

Gra Rueb, Perempuan Pematung Verbraak

Apa yang biasanya dikisahkan setiap kita membahas tentang patung pastor di sudut Taman Maluku Bandung? Cerita yang selama ini berkembang di masyarakat selalu saja berhubungan dengan urban legend yang mengisahkan bahwa patung tersebut dapat bergerak dan berubah posisi. Setiap mendengar kisah semacam itu, saya selalu ingin menyaksikannya langsung dan membayangkan hal tersebut dapat menjadi sebuah pengalaman estetik … Lanjutkan membaca Gra Rueb, Perempuan Pematung Verbraak

Menapaki Kenangan Bersama Aleut dan Pidi Baiq

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee) “Kok nyeri ya bacanya” Seorang kawan meninggalkan sebuah komentar di unggahan di Instagram saya. Sebuah penggalan tulisan dari novel karya Pidi Baiq. “Dia yang ada di dalam hatiku maka itu adalah keabdian. Meskipun dia pergi, kenangan tidak akan pernah benar-benar meninggalkan”. Itu kalimat yang saya unggah pada Instagram saya beberapa hari … Lanjutkan membaca Menapaki Kenangan Bersama Aleut dan Pidi Baiq

Takdir Tujuh Sumur

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple) Salah satu pertimbangan bagi orang tua dahulu dalam menentukan pilihan tempat bermukim adalah ketersediaan sumber daya alam  berupa air. Dikisahkan penentuan lokasi ibu kota beberapa kabupaten di Tatar Priangan sangat mempertimbangkan keberadaan mata air yang dikiaskan sebagai tempat berkumbangnya badak putih (paguyangan badak putih). Sumber Air dan Pusat Pemerintahan Sebagai … Lanjutkan membaca Takdir Tujuh Sumur

Wyata Guna dalam Tanya

Denyut di jantungmu kotaPusat gelisah dan tawaDalam selimut debu dan kabutYang hitam kelam warnanyaSejuta janjimu kotaMenggoda wajah-wajah resahAda di sini dan ada di sanaMenunggu di dalam tanya (Balada Sejuta Wajah-God Bless) Saya masih mengingat dengan jelas, saat duduk di kelas dua SMP, pernah meminta kepada seorang kawan untuk dibuatkan gambar logo band God Bless. Kawan … Lanjutkan membaca Wyata Guna dalam Tanya

Inggit Garnasih

Mengenal peran wanita di ruang privat dalam pendampingan perjuangan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia Oleh: Puspita Putri (@Puspitampuss) Minggu, 17 Februari 2019, pagi-pagi sekali aku bangun lalu mandi, sarapan dan melakukan kegiatan persiapan lainnya. Aku bersiap untuk pergi ke pelataran Gedung Merdeka, memenuhi janji kepada salah satu temanku dari Jakarta untuk menemaninya mem-Bandung hari itu. Satu … Lanjutkan membaca Inggit Garnasih

Menengok Bekas Kamp Internir di Pasar Andir

Oleh : Fauzan (@BandungTraveler) Salah satu tempat di kota Bandung dengan banyak bangunan tuanya adalah Pasar Andir. Walaupun bangunan utama sudah dirombak dengan sentuhan modern yang kaku, kita masih bisa menyaksikan bangunan-bangunan sekitar yang masih tua nan dinamis. Bahkan beberapa di antara bangunan di sana, masih ada bangunan yang mempertahankan kaca patri dan juga desain … Lanjutkan membaca Menengok Bekas Kamp Internir di Pasar Andir

Yang Belum Kering di Kampung Dobi

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Hampir tiap subuh, selama bertahun-tahun, ibu saya mencuci pakaian kami sekeluarga dengan tangannya, dengan berjongkok. Air cucian bikin kakinya pecah-pecah. Ibu saya mulai tak kuat berlama-lama jongkok. Mesin cuci merk Korea bekas kemudian hadir di rumah kami. Meski enggak sampai meruntuhkan budaya patriarkis, setidaknya ia meringankan beban kerja domestik ibu saya. … Lanjutkan membaca Yang Belum Kering di Kampung Dobi

Nasib Renta Teleskop Zeiss Bosscha Jelang Satu Abad

Lensa teleskop Carl zeiss Observatorium Bosscha. tirto.id/Irfan Teguh Pribadi Polusi cahaya di Lembang kini menjadi tantangan terbesar bagi Observatorium Bosscha yang selesai dibangun 1928 atau 90 tahun lalu. Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh)   Carl Zeiss lahir di Weimar, Jerman, pada 11 September 1816. Ia adalah pakar optik yang pada 1846 mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang … Lanjutkan membaca Nasib Renta Teleskop Zeiss Bosscha Jelang Satu Abad

Blekok, Dulu dan Kini

Suasana senja di Kampung Blekok mengingatkan saya pada suatu adegan di Jurrasic World, ketika gerombolan Pteranodon berterbangan memenuhi langit setelah kandang yang menjadi tempat tinggal mereka hancur diterjang Indominus rex

17:30 WIB: Waktu Indonesia bagian Blekok

Oleh: Audya Amalia “....the glory of the past, had gone to underground and people just forgot some people try hard, to wake up in this age to take back their life....” Hari Minggu tanggal 24 Juni 2018, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Bandung menuju tujuan, earphones di telinga saya terus mengulang-ngulang lagu Unperfect Sky-nya Elemental Gaze. Sambil … Lanjutkan membaca 17:30 WIB: Waktu Indonesia bagian Blekok