Oleh: Hani Septia Rahmi (@tiarahmi) Sepi… Begitulah kesan pertama yang tertangkap ketika menginjakkan kaki di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan no 5, Bandung. Padahal menurut informasi yang diperoleh, tanggal 24-28 Februari 2015, diselenggarakan Pameran Foto dan Artefak Bersejarah Ibu Inggit Garnasih. Memasuki gedung, saya disambut oleh dua orang yang bertindak sebagai penerima tamu. … Lanjutkan membaca Inggit Garnasih dalam Foto Bersejarah
Penulis: KomunitasAleut!
Ngawanohkeun Maněh di Radio Ardan
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Poě Seněn kamari, tegesna ping 23 Pěbruari 2015, kuring jeung opat babaturan nu sějěn ti Komunitas Aleut diondang ku Radio Ardan pikeun ngeusi hiji acara nu diběrě jejer #BdgBgt (Bandung Pisan). Saenyana ěta těh lain nu munggaran pikeun Komunitas Aleut mah, sabab saměměhna kungsi ogě diondang ku Ardan dina waktu … Lanjutkan membaca Ngawanohkeun Maněh di Radio Ardan
#InfoAleut: Ngaleut Tjilakiplein
#InfoAleut Hari Minggu (01/03/2015) kita akan... "Ngaleut Tjilakiplein". Mari bersama-sama mengenal dan mencari tahu mengenai lingkungan sekitar taman yang dulunya bernama Tjilakiplein ini. Apa saja yang dijual di sekitar taman ini? Bagaimana kebersihannya? Apa saja yang bisa kita lihat di taman ini? Mari kita cari tahu bersama 😀 Tertarik untuk bergabung? Langsung saja kumpul di Masjid … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Ngaleut Tjilakiplein
Diskriminasi Sepotong Siomay
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Rasa lapar sepulang ngaleut membawa saya menuju freezer kulkas begitu tiba di rumah. Tak jelas apa yang sebetulnya dituju, toh kalau memang saya lapar, masakan siang ini sebetulnya sudah tersedia di meja makan. Rupanya saya butuh udara dingin, mengingat siang hari ini cuaca luar biasa terik. Setelah beberapa menit udara … Lanjutkan membaca Diskriminasi Sepotong Siomay
Silih Beulit jeung Oray Naga
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) “Bangsa urang jeung Cina těh harita mah asa dalit pisan. Bisa jadi pědah hirupna sarua papada susah. Anyeuna mah beunang disebutkeun euweuh Cina nu daragang ngider atawa ngawarung gowěngan těh. Bisa jadi anakna atawa turunna jaradi jalma jugala.” (Us Tiarsa dina buku Basa Bandung Halimunan) Naha enya kitu tina urusan … Lanjutkan membaca Silih Beulit jeung Oray Naga
Siapakah Chabanneau? – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3)
Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3) Siapakah Chabanneau? Ada informasi yang cukup mengejutkan ketika menelusuri jejak literatur yang menyinggung nama Chabanneau ini. Seorang antropolog, James T Siegel, menguak kabar bahwa ternyata sang penulis roman sesungguhnya adalah seorang pemeras. Cuplikan pemuatan artikel ini (bagian 3) di HU Pikiran Rakyat, Selasa, 17 Februari 2015. Dalam buku Siegel … Lanjutkan membaca Siapakah Chabanneau? – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (3)
Merekam Denyut Nadi Pusat Kota – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2)
Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2) Merekam Denyut Nadi Pusat Kota Membaca roman Rasia Bandoeng karya Chabanneau dapat membawa kita melancong ke pusat Kota Bandung pada periode awal 1916 dengan deskripsi yang cukup detail. Tampak kuat sekali kesan bahwa mobilitas orang-orang Tionghoa saat itu berada di pusat-pusat kota. Misalnya kediaman tokoh utama roman, yaitu Tan … Lanjutkan membaca Merekam Denyut Nadi Pusat Kota – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (2)
Kawin Semarga di Bandung Baheula – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (1)
Berikut ini saya muatkan artikel bersambung tulisan rekan saya, Lina Nursanty, yang membahas sebuah roman baheula dengan latar cerita Kota Bandung di awal abad ke-20. Selamat membaca! Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (1) Kawin Semarga di Bandung Baheula Pengantar: Roman lahir untuk melukiskan perbuatan, watak, dan isi jiwa sang tokoh yang lebih banyak membawa sifat-sifat zaman. “Rasia … Lanjutkan membaca Kawin Semarga di Bandung Baheula – Seri Tionghoa Bandung dalam Roman (1)
Cadas Gedogan atau Tebing Keraton
Ada juga yang menyebutkan keberadaan petilasan seorang Prabu di bawah tebing, dekat lokasi Gadogan (Gedogan) Kuda dan Curug Ci Kiih Kuda. Gadogan Kuda adalah tempat menambatkan kuda-kuda kerajaan halus itu.
#InfoAleut: Menyusuri Jejak Pecinan di Bandung
Dalam suasana Imlek 2566, hari Minggu (22/02/2015) besok kita akan... "Menyusuri Jejak Pecinan di Bandung". Mari bersama-sama mencari tahu tentang kawasan Pecinan di daerah Bandung. Seberapa luas kawasan Pecinan? Di mana batas wilayahnya? Apa saja yang sudah berubah dari Pecinan? Mari kita cari tahu bersama! 😀 Tertarik untuk bergabung? Langsung saja kumpul di halaman samping … Lanjutkan membaca #InfoAleut: Menyusuri Jejak Pecinan di Bandung
Kopi Tiam di Warung Kopi Purnama
Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho) Ngobrol di warung kopi Nyentil sana dan sini Sekedar suara rakyat kecil Bukannya mau usil Nama Warung Kopi Purnama tak asing lagi di kalangan pecinta kopi di Kota Bandung. Warung yang sudah buka sejak tahun 1930 ini terkenal dengan rasa pekat kopinya walaupun secara pandangan mata terlihat cair. Tak heran setiap harinya Warung Kopi … Lanjutkan membaca Kopi Tiam di Warung Kopi Purnama
Ulin ka Rumah Sakit Anjing Edan
Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Ti baheula, tapi teu baheula-baheula teuing sabenerna mah, da kakara sakola di Bandung těh taun 2002 ; kuring hayang asup ka komplěk Biofarma. Mun ngaliwat Pasupati tuluy nempo ka belah kalěr, eta gedong Biofarma katempo sakitu aggrěngna. Tapi kusabab dijagaan ku sababaraha satpam, jeung pantona gě salawasna katempo nutup waě, … Lanjutkan membaca Ulin ka Rumah Sakit Anjing Edan
Taman Lalu Lintas, Masih Sintas Meski Tak Lagi Mendidik Berlalu Lintas
Jauh sebelum maraknya bermunculan taman tematik, Kota Bandung sudah memiliki satu taman bertemakan lalu lintas. Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani adalah nama lengkap taman ini, namun warga Bandung lebih mengenalnya dengan nama Taman Lalu Lintas. Taman yang usianya sudah lebih dari 50 tahun ini kerap ramai dikunjungi saat akhir pekan maupun musim libur sekolah. … Lanjutkan membaca Taman Lalu Lintas, Masih Sintas Meski Tak Lagi Mendidik Berlalu Lintas
Catatan Perjalanan: Piknik di Taman Lalu Lintas
Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Walaupun SMA saya berlokasi dekat Taman Lalu Lintas, saya baru dua kali berkunjung ke taman tersebut. Setiap kunjungan tersebut, saya tidak berkeliling di dalam taman. Sehingga saya tidak kenal taman tersebut secara keseluruhan. Pada kunjungan ketiga, saya yang bergabung menjadi peserta ngaleut berkesempatan untuk berkeliling di Taman Lalu Lintas dengan membayar … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Piknik di Taman Lalu Lintas
Taman Lalu Lintas, Taman Lintas Usia
Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Botram, sebuah tradisi egaliter yang ekonomis, menyenangkan, sekaligus mengenyangkan ini adalah aktivitas makan bersama yang selalu dihiasi kecerian, canda tawa, saling berbagi kisah lucu, saling ledek, bahkan saling lempar makanan. Ritus yang dilakukan masyarakat Sunda ini biasanya mengambil tempat di ruangan terbuka. Untuk memudahkan, boleh lah kita sandingkan istilah botram ini … Lanjutkan membaca Taman Lalu Lintas, Taman Lintas Usia