Tatapan Sunyi (Kaca Mata)

Oleh: Ariono Wahyu (@A13Xtriple)

Cover film Senyap (The Look of Silence)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “kacamata” adalah lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan (ada yang berangka dan ada yang tidak). Yang perlu digaris bawahi di sini mungkin pada bagian kalimat “menormalkan dan mempertajam penglihatan”. Dalam proses menentukan kacamata yang tepat bagi seseorang untuk dapat melihat lebih jelas, kita harus mencoba berbagai jenis dan ukuran lensa. Pada saat ditemukan kacamata dengan lensa yang tepat maka kita akan dapat melihat dengan jelas dan terang.

Memberikan penglihatan yang normal, jelas, dan lebih terang itulah yang coba dilakukan oleh Adi Rukun pada seorang kakek bernama Inong.

“Mata bapak ini yang kiri sudah ketutup”

“Jadi yang kanan”

“Ini kalo ngeliat ke sanalah, itu ada tambah terang atau tambah kabur?” tanya Adi Rukun.

“Tambah terang” jawab Inong

Selanjutnya sambil bercerita mengenai  peranan dirinya pada era selepas Gestapu, Inong mencoba berbagai lensa yang diberikan oleh Adi.

“Yang ini terang”

“Yang ini lebih terang”

“Yang ini masih kabur”

Seperti itulah jawaban Inong ketika mencoba berbagai lensa kacamata yang dipasangkan Adi. Selama proses memilih tersebut, Inong bercerita mengenai apa yang dilakukannya sebagai komandan pasukan pembantai tingkat desa. Cerita mengenai keseganan dan ketakutan warga desa pada dirinya sebagai pemimpin organisasi massa, padahal desa tersebut tujuh puluh lima persen penduduknya adalah anggota Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Gerwani, organisasi underbow PKI.

Dia bercerita tentang rasa darah manusia yang menurutnya “masin-masin manis”. Inong harus meminum darah tersebut untuk mencegah dirinya menjadi gila. Ada kepercayaan di antara para eksekutor jika tidak meminum darah korbannya, orang tersebut akan jadi gila, dan akan naik ke atas pohon kelapa untuk mengumandangkan adzan setiap subuh.

Cerita Inong yang lainnya adalah mengenai bentuk organ dalam payudara setelah dipotong yang menurutnya seperti saringan kelapa. Hal tersebut diketahuinya ketika dia diserahi oleh seorang laki-laki yang tak sanggup untuk mengeksekusi adik perempuannya yang anggota Gerwani.

Adegan dan cerita mengerikan tersebut adalah penggalan dari sebuah film dokumenter berjudul “Senyap” (The Look of Silence). Adegan tersebutlah yang saya rasa paling mengena dan memiliki arti yang dalam serta mewakili judul film karya Joshua Oppenheimer ini. Bila diperkenankan saya memberikan judul tersendiri untuk film ini, mungkin judulnya akan menjadi “Tatapan Sunyi/Senyap”(The Look of Silence). Tatapan Sunyi seorang Adi Rukun yang mencari tahu melalui sudut pandang pelaku, mengapa kakaknya, Ramli, seorang anggota BTI, dibantai pada saat itu.

Menurut Inong, Nabi Muhammad memang tidak pernah membunuh, namun diperbolehkan untuk membunuh musuh. Ah, tapi mungkin kakek tua bernama Inong itu lupa, jika Kanjeng Nabi membunuh musuhnya dalam peperangan. Tak pernah membunuh tahanan tanpa melalui sidang pengadilan.

Itu tadi pandangan Inong, yang sangat kebetulan “mata kirinya” sudah tertutup. Sama seperti gambarannya akan apa yang diketahuinya tentang PKI. Menurutnya, PKI itu ya Partai Komunis Indonesia, tidak bertuhan, istrimu-istriku. Bagi Inong pandangannya akan “kaum kiri” sudah tertutup, persis seperti mata kiri dan mata hatinya yang juga tertutup sehingga mampu melakukan perbuatan keji.

Adi Rukun mencoba membuka pandangan mereka yang terlibat pembantaian bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Pada film ini profesi Ardi sebagai pedagang kacamata keliling digunakan sebagai simbol pembuka pandangan tersebut. Lebih dari itu, melalui pemeriksaan mata yang dilakukannya, dia dapat melihat dan menatap langsung mata para pelaku. Mencari dan mencoba mengerti perbuatan keji yang mereka lakukan.

Pada film ini juga kita dapat mengetahui arti seorang anak di mata orang tuanya, terutama ibu. Bagaimana tersiksanya Mamak yang harus ndelok (melihat) pembunuh anaknya, Ramli, yang hidup di sekitarnya. Menurut Mamak yang usianya seratus tahun lebih itu, dia hampir gila jika tidak memiliki anak lagi dua tahun setelah anaknya Ramli dibunuh. Anak tersebut adalah Adi Rukun, adik bungsu Ramli. Dalam pengelihatan Mamak, Adi sangat mirip dengan Ramli. Ketika hamil, Mamak berdoa agar diberikan anak laki-laki yang mirip dengan Ramli. Pada saat yang sama, ” Ayah” (bapaknya Ramli/suami Mamak), sangat terpukul oleh kejadian yang menimpa anaknya, Ramli. Menurut Mamak, setelah Ramli dibantai, Ayah tak mau makan dan jarang berbicara, hanya diam di bawah pohon asam tempat biasanya Ramli sering berdiam diri.

“Mak, aku mau minum kopi”

“Baru saja airnya mendidih, ia sudah dibawa pergi”

Begitulah kesaksian Mamak, saat Ramli dibawa oleh massa. Padahal Ramli dalam keadaan terluka bersimbah darah. Sehari sebelumnya Ramli masih selamat dari pembantaian, walaupun dengan kondisi usus terburai dan badan penuh tusukan. Dia sampai ke halaman rumah dan dibawa masuk ke dalam rumah oleh Mamak. Esok harinya massa dengan menggunakan “motor” (truk) datang menjemput Ramli. Pada Mamak, mereka berdalih Ramli akan dibawa ke rumah sakit. Mamak yang tak percaya akan alasan tersebut memaksa untuk ikut, namun massa tak menginzinkannya. Rupanya di tas truk itulah Ramli menemui ajalnya. Saat sudah di atas truk, Ramli langsung dikebiri dan dicincang. Mayatnya kemudian dikuburkan di Pelintahan.

Kengerian di atas tadi serta cerita Inong sebelumnya, disampaikan dalam bentuk narasi dan penuturan saja dalam film “Senyap”. Namun dapat menimbulkan kengerian yang luar biasa bagi kita yang menontonnya. Walaupun film ini tanpa reka adegan, namun kengerian lewat narasi sudah sangat cukup mewakili.

Dengan menonton film ini kita mempunyai pandangan baru mengenai apa yang terjadi setelah peristiwa G30S/PKI. Melalui filmnya Joshua Oppenheimer ingin memberikan pandangan yang terang pada peristiwa yang selama ini selalu kelam. Setidaknya kita dapat memilih menggunakan kacamata yang mana dalam melihat peristiwa ini, apakah kacamata berlensa minus untuk melihat jelas jauh ke depan, atau tetap menggunakan kacamata kuda yang membatasi pandangan kita sehingga lebih mudah dikendalikan orang lain.

Iklan

Satu pemikiran pada “Tatapan Sunyi (Kaca Mata)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s