Yang Belum Kering di Kampung Dobi

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Hampir tiap subuh, selama bertahun-tahun, ibu saya mencuci pakaian kami sekeluarga dengan tangannya, dengan berjongkok. Air cucian bikin kakinya pecah-pecah. Ibu saya mulai tak kuat berlama-lama jongkok. Mesin cuci merk Korea bekas kemudian hadir di rumah kami. Meski enggak sampai meruntuhkan budaya patriarkis, setidaknya ia meringankan beban kerja domestik ibu saya. … Lanjutkan membaca Yang Belum Kering di Kampung Dobi

Jangan Bawa Saya Pergi dari Andir

Oleh: Hendi "Akay" Abdurahman (@akayberkoar) Langitnya yang biru dengan cahaya matahari yang terang benderang, hijaunya taman membikin kupu-kupu bisa terbang dengan bebas tanpa merasa pengap, belum lagi gedung-gedung tinggi serta kemodernan yang diciptakan. Sungguh, inilah hunian yang menawarkan keoptimisan: Meikarta. Arghh... Aku ingin pindah ke Meikarta! Akhir-akhir ini saya sering kali mendengar kata Meikarta. Katanya, … Lanjutkan membaca Jangan Bawa Saya Pergi dari Andir

Us Tiarsa dan Memoar tentang Bandung

Memoar Us Tiarsa dalam bahasa Sunda   Oleh: Irfan Teguh (@Irfanteguh) Ketika pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) tengah berkecamuk di Jawa Barat, banyak penduduk yang mengungsi ke tempat yang lebih aman, salah satunya ke Kota Bandung. Mereka yang mengungsi ke Kota Bandung itu mayoritas datang dari Tasikmalaya terutama dari Ciawi dan Garut. Bahkan ada … Lanjutkan membaca Us Tiarsa dan Memoar tentang Bandung

Menghisap Candu di Bandung

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Banyak teks fiksi dan memoar yang mengetengahkan fragmen tentang candu di Bandung. Sebuah gang di Kampung Arab, persisnya Gang Aljabri, menjadi tempat madat di Kota Bandung. Melacak keberadaan candu dan para pemadat di Kota Bandung. tirto.id - Bandung tempo dulu tak hanya dibaluri julukan yang bertendensi pujian macam Parijs van Java, … Lanjutkan membaca Menghisap Candu di Bandung

Catatan Perjalanan: Basa Bandung Halimunan

Oleh: Chika Aldila (@chikaldila) Mengenang masa lalu, terutama masa kecil, memang selalu menyenangkan. Banyak hal-hal yang dapat kita tertawakan di saat kita beranjak dewasa; kebanyakan mempertanyakan kebodohan-kebodohan yang telah diperbuat saat kita kecil dahulu. Membandingkan keadaan dahulu dan sekarang, dari mulai sifat perilaku sampai dengan lingkungan tempat tinggal. Pahit manisnya kenangan itu tentunya menjadi satu … Lanjutkan membaca Catatan Perjalanan: Basa Bandung Halimunan

Laundry Tempo Dulu di Ciguriang

Oleh: Vecco Suryahadi Saputro (@veccosuryahadi) Tukang Dobi di Kebon KawungMalam ini, saya baru selesai membaca tulisan Chika Aldila tentang pengalamannya saat NgAleut Basa Bandung Halimunan. Tulisan ini menarik dan menggoda saya untuk menambah cerita tentang salah satu titik perjalanannya. Titik itu adalah mata air Ciguriang di Kebon Kawung. Dalam tulisan Chika, pengguna mata air Ciguriang adalah warga Kebon … Lanjutkan membaca Laundry Tempo Dulu di Ciguriang

Membobol Perpustakaan Haryoto Kunto

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) Siapa sih dia? Setahun lalu, saat masih awal-awal mengikuti Komunitas Aleut!, Minggu terakhir di September 2014 ketika ngaleut bertema “Basa Bandung Halimunan”, seekor koordinator yang bernama Vecco menunjukan sebuah rumah di bilangan Jalan Mesri. Katanya itu adalah rumah dari penulis kenamaan yang berjuluk Kuncen Bandung. Kemudian dia mencoba membujuk setengah merajuk … Lanjutkan membaca Membobol Perpustakaan Haryoto Kunto

#PojokKAA2015: Ulin Jarambah

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip) “Omat ulah ulin di ranjěng, aya jurig samak!” Aya wěh kolot baheula mah, nyaram barudakna těh jeung mamawa lelembut sagala. Tapi da ari budak mah nya langsung ngabuligirkeun maneh tinggal salěmpak pas nempo ranjěng těh. Paduli teuing rěk diculik ku jurig samak ge, nu penting mah bisa guyang jeung munding. Ah … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Ulin Jarambah

#PojokKAA2015: Ajengan Idi jeung Bangsa Hianat

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) Hiji kajadian ahěng sok resep mun ditingali tina paněnjo budak leutik. Atuhda alam maraněhna mahěstuning masih kěněh beresih, can ka keunaan ku itu ieu. Hajat gedě nagara nyak tangtu wae kaasup ahěng. Anyeuna di Bandung těh keur meujeuhna ramě dina raraga miěling Konpěrěnsi Asia Afrika nu ka-60. Kota digeugeulis, pangpangna … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Ajengan Idi jeung Bangsa Hianat

#PojokKAA2015: Us Tiarsa dan KAA

Oleh: Ariono Wahyu (@A13xtriple) Bagi seorang anak berusia dua belas tahun melihat orang-orang asing dari negara-negara yang jauh diseberang lautan hadir di kotanya adalah pengalaman yang luar biasa. Untuk Us Tiarsa dan mungkin banyak penghuni Kota Bandung saat itu, yang mereka sebut dengan orang asing adalah orang Belanda, orang India dan orang Tionghoa. Sungguh merupakan … Lanjutkan membaca #PojokKAA2015: Us Tiarsa dan KAA

Leuleumpangan di Wewengkon Kiaracondong

Oleh: Irfan Teguh Pribadi (@irfanteguh) “Dulur maněh těh di Bandungna di mana?” “Di Kiaracondong, di Jl. Lebak” Jaman SD, ngan samet ěta kanyaho kuring ngeunaan Bandung. Ĕta gě pědah babaturan bogaeun dulur nu cenah nganjrekna di wewengkon Kiaracondong (Kircon). Jadi Kircon těh ěstuning kecap mimiti nu napel dina ingetan kuring, mun seug kabeneran aya nu … Lanjutkan membaca Leuleumpangan di Wewengkon Kiaracondong